Miqdad bin Amr (Prajurit Berkuda Pertama dalam Islam)

Ketika membicarakan Miqdad bin Amr, para shahabat dan teman-teman dekatnya berkata, “Orang yang pertama memacu kudanya dalam perang di jalan Allah ialah Miqdad bin al-Aswad.”

Read more ...

0
0
0
s2smodern

Ammar bin Yasir

Yasir bin Amir, ayahanda Ammar, berangkat meninggalkan negerinya di Yaman guna mencari dan menemui salah seorang saudaranya. Rupanya ia berkenan dan merasa betah tinggal di Makkah. Bermukimlah ia di sana dan mengikat perjanjian persahabatan dengan Abu Hudzaifah ibnul Mughirah.

Read more ...

0
0
0
s2smodern

Mush’ab bin Umair

Di antara sahabat Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam yang memiliki semangat dan kepiawaian dalam menjalankan tugas da’wah ialah Mush’ab bin Umair. Ia terhitung salah seorang as-Sabiqun al-Awwaluun (pionir pemeluk Islam). Sahabat yang satu ini sudah memperlihatkan kehanifan dan kecintaannya kepada iman sejak awal kali ia mendengar soal Muhammad bin Abdullah shollallahu ’alaih wa sallam yang mengaku sebagai Nabi terakhir utusan Allah.  Coba perhatikan bagaimana Khalid Muhammad Khalid menggambarkan soal keislamannya di dalam buku Karakteristik Perihidup Enampuluh Shahabat Rasulullah:

Read more ...

0
0
0
s2smodern

Abdullah bin Amr bin Ash (Tekun Beribadah Rajin Bertaubat)

Seorang hamba yang shaleh, rajin beribadah dan gemar bertaubat. Abdullah bin Amr bin Ash. Jika ayahnya menjadi guru dalam kecerdasan, kelihaian dan banyak tipu muslihat, sebaliknya, Abdullah menjadi teladan yang mempunyai kedudukan tinggi di antara ahli ibadah dan memiliki sifat zuhud. Seluruh waktu dan hidupnya ia gunakan untuk beribadah. Ia berhasil mengecap manisnya iman, hingga waktu siang dan malam tidaklah cukup untuk menampung kebaikan serta amal ibadahnya.

Read more ...

0
0
0
s2smodern