DISEDIAKAN SURGA SELUAS LANGIT DAN BUMI BAGI ORANG-ORANG YANG BERTAQWA

SODAKOH HP

CIRI CIRI ORANG BERTAQWA
Ali Imran : 133-135

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ ﴿١٣٣

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,

Berlomba-lombalah dalam menaati Allah dan Rasul-Nya agar kalian meraih ampunan besar dari Tuhan kalian dan surga yang luas seluas langit dan bumi, yang Allah siapkan bagi orang-orang yang bertakwa.

  1. MUDAH BERBAGI

لَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِl

(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit

Yakni dalam keadaan susah dan dalam keadaan makmur, dalam keadaan suka dan dalam keadaan duka, dalam keadaan sehat dan juga dalam keadaan sakit.
Dengan kata lain, mereka rajin berinfak dalam semua keadaan.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat yang lain, yaitu firman-Nya:

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara sembunyi dan terang-terangan.
(QS. Al-Baqarah [2]: 274)

Makna yang dimaksud ialah bahwa mereka tidak kendur dan lupa oleh suatu urusan pun dalam menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala Mereka membelanjakan harta untuk keridaan-Nya serta berbuat baik kepada sesamanya dari kalangan kaum kerabatnya dan orang-orang lain dengan berbagai macam kebajikan.

2. MUDAH MENAHAN AMARAH

وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ

…dan orang-orang yang menahan amarahnya

Dengan kata lain, apabila mereka mengalami emosi, maka mereka menahannya (yakni memendamnya dan tidak mengeluarkannya),

 Harisah ibnu Qudamah As-Sa’di yang menceritakan hadis berikut:
Bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ Untuk itu ia mengatakan,
“Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku suatu nasihat yang bermanfaat bagi diriku, tetapi jangan banyak-banyak agar aku selalu mengingatnya.”
Maka Rasulullah ﷺ bersabda,
“Kamu jangan marah.”
Ia mengulangi pertanyaannya kepada Nabi ﷺ berkali-kali, tetapi semuanya itu dijawab oleh Nabi ﷺ dengan kalimat,
“Kamu jangan marah.”

3. MUDAH MEMAAFKAN

 وَ الۡعَافِیۡنَ عَنِ النَّاسِ

dan memaafkan (kesalahan) orang lain

Yaitu selain menahan diri, tidak melampiaskan kemarahannya, mereka juga memaafkan orang yang telah berbuat aniaya terhadap dirinya, sehingga tiada suatu uneg-uneg pun yang ada dalam hati mereka terhadap seseorang.
Hal ini merupakan akhlak yang paling sempurna.
Karena itulah dalam akhir ayat ini disebutkan:

وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ﴿١٣

Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.(Tafsir Ibnu Katsir)