Beranda » Keadaan Penduduk Neraka

Keadaan Penduduk Neraka

Inilah Keadaan Penduduk Neraka

Keadaan Penduduk Neraka

Imam Al-Muzani rahimahullah berkata, “Allah ciptakan untuk mereka mata yang tidak digunakan untuk melihat (hal-hal yang diperintahkan), telinga yang tidak digunakan untuk mendengar (perintah Allah), dan hati yang tidak digunakan untuk memahami (firman Allah). Mereka dengan hal itu terhalang dari petunjuk.” Yang dimaksud adalah seperti dalam firman Allah,

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِۖلَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَاۚأُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternakbahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 179)

Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim karya Ibnu Katsir rahimahullah diterangkan mengenai kalimat “mereka itu sebagai binatang ternak”, yaitu semangat mereka hanyalah makan dan minum, bahkan mereka lebih sesat. Karena hewan ternak masih bisa melihat apa yang manfaat dan apa yang mudarat, dan mengikuti pemiliknya, sedangkan mereka yang kafir tidaklah demikian. ‘Atha’ rahimahullah berkata, “Hewan ternak masih mengenal Allah, sedangkan orang kafir tidak mengenal-Nya.” Ada pula yang mengatakan bahwa hewan ternak masih taat kepada Allah, sedangkan orang kafir enggan taat.

Dalam ayat lain disebutkan,

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.” (QS. Al-Mulk: 10)

وَلَقَدْ مَكَّنَّاهُمْ فِيمَا إِنْ مَكَّنَّاكُمْ فِيهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلَا أَبْصَارُهُمْ وَلَا أَفْئِدَتُهُمْ مِنْ شَيْءٍ إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya.” (QS. Al-Ahqaf: 26)

Masuk Neraka dengan Takdir Allah

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ، قالَ: وَعَرْشُهُ علَى المَاءِ.

Allah mencatat takdir setiap makhluk lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” Ia berkata, “Arsy-Nya di atas air.” (HR. Muslim, no. 2653)

Walau masuk neraka sudah menjadi takdir, namun tetap manusia berbuat atas dasar pilihannya sendiri.

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah berkata, “Ada yang beriman dan ada yang kafir atas pilihannya. Ada yang taat dan enggan taat atas pilihannya pula. Semuanya nanti akan dihisab dan akan dibalas. Padahal Allah sudah mengetahui pilihan kita, dan sudah mengetahui apa yang akan akan terjadi. Allah tidaklah memaksa untuk berbuat jelek atau memaksa untuk berbuat kufur. Bahkan Allah menunjukkan kepada kita jalan, mengutus kita para rasul, dan menurunkan kepada kita kitab petunjuk, lalu menunjukkan kebenaran kepada kita. Siapa yang sesat, maka ia sesat karena dirinya sendiri. Siapa yang binasa, ia binasa atas pilihannya sendiri.” (Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 96978)

Allah Ta’ala berfirman,

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْۖفَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ

Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.” (QS. Al-Kahfi: 29)

إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” (QS. Al-Insan: 3)

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al-Zalzalah: 7, 8)

وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan“.” (QS. Al-A’raf: 43)

وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.” (QS. As-Sajadah: 14)

Syaikh Al-Munajjid hafizhahullah berkata, “Allah Ta’ala menerangkan bahwa siapa yang beriman dan beramal saleh, itu atas pilihannya, maka ia masuk surga. Siapa yang kufur dan melakukan kejelekan itu atas pilihannya, maka ia masuk neraka.” (Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 96978)

JIKA INGIN MELIHAT ARTIKEL KAMI LAINNYA KLIK DI SINI