Lompat ke konten
Beranda » JIKA DEKAT DENGAN MANUSIA SAJA BISA MEMPERMUDAH SEGALA HAL, APALAGI DEKAT DENGAN YAMG MENCIPTAKAN MANUSIA

JIKA DEKAT DENGAN MANUSIA SAJA BISA MEMPERMUDAH SEGALA HAL, APALAGI DEKAT DENGAN YAMG MENCIPTAKAN MANUSIA

Surat Al-Baqarah Ayat 186
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah

  1. Wahai rasul, jika hamba-hambaKu bertanya tentangKu kepadamu, maka katakanlah kepada mereka: “Sesungguhnya Allah itu sangat dekat dengan kalian, sehingga tidak ada penghalang antara Dia dengan kelian. Dia mengabulkan doanya orang-orang yang berdoa, maka selayaknya mereka menunaikan permintaanNya dengan ikhlas, mengerjakan perintahNya berupa keimanan dan amal shalih, dan mempercayai tentang kedekatan Allah dengan mereka, dan pengabulanNya atas doa-doa mereka, supaya mereka mendapat petunjuk kepada kebaikan dunia dan akhirat” Dan sebab turunnya ayat ini sebagaimana yang disebutkan oleh Ath-Thabari dari Muawiyah bin Haidah yang berkata: “Telah datang kepada Nabi SAW seorang Baduwi dan bertanya: “Apakah Tuhan kami itu dekat sehingga kami bisa berbisik kepadaNya ataukah jauh sehingga kami akan menyeruNya?” Nabi terdiam, kemudian turunlah ayat ini”
    Referensi :surat-al-baqarah-ayat-187
dok haji 2009

Pendekatan terbaik adalah pendekatan dengan Rabb Ilaahi

🔰 3 wasiat Nabi yang sangat , baik hubungan manusia kepada Allah maupun hubungan manusia ke sesama manusia

(1) Perintah Takwa dimana pun kita berada
اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

Nabi tidak hanya memerintahkan takwa semata, namun bertakwa dimana pun kita berada, baik di tengah keramaian maupun di sunyi bersendirian. Inilah takwa yang sebenar benarnya, dan takwa yang paling berat.

Sebagaimana kata Imam Syafi’i rahimahullah

وقال الشافعي : أعزُّ الأشياء ثلاثة : الجودُ من قِلَّة ، والورعُ في خَلوة ، وكلمةُ الحقِّ عند من يُرجى ويُخاف

Imam Syafii mengatakan, “Perkara yang paling berat itu ada 3, dermawan saat memiliki sedikit harta, meninggalkan hal yang haram saat sendirian dan mengatakan kebenaran saat berada di dekat orang yang diharapkan kebaikannya atau ditakuti kejahatannya (Jami’ Ulum wa Hikam 2/18).

(2) Segera lakukan amal shalih
وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَ

Hadits di atas menjelaskan perintah untuk bersegera melakukan kebaikan tatkala terjerumus dalam keburukan. Tidak seperti anggapan sebagian orang, jika sudah terciprat, maka tercebur sekalian saja biar basah. Hal ini adalah anggapan yang sangat keliru. Bahkan hadits yang mulia ini menjelaskan perintah untuk segera bertaubat. Karena taubat adalah bagian dari amal shalih yang paling mulia dan harus disegerakan.

Allah Ta’ala berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

(3) Akhlak Mulia kepada manusia
وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Wasiat yang terakhir adalah perintah untuk berakhlak yang mulia kepada sesama manusia. Setelah 2 wasiat di atas menyebutkan perintah yang berhubungan antara Allah dan manusia. Contoh gampang dalam berakhlak mulia adalah senyuman yang diiringi wajah yang berseri dan bertegur sapa ketika bertemu.

📝Oleh karena itu, Rasulullah mengkaitkan antara akhlak dengan iman yang sempurna. Dimana Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya.”(HR. At-Tirmidzi No. 2612, ia berkata: Hadits Shahih).

Sumber: https://muslim.or.id/25463-3-wasiat-nabi.html

BELAJAR MENDEKATKAN DIRI PADA SANG PENCIPTA DI USIA DINI