- INFO GERHANA BULAN TOTAL REMINDER *
Insyaa Alloh, Hari Selasa, 3 Maret 2026 akan terjadi fenomena alam luar biasa atas Kehendak dan Keagungan Allah bisa dilihat di seluruh wilayah Indonesia, yakni GERHANA BULAN TOTAL, mulai memasuki fase umbra (bulan gelap dan memerah) mulai pukul 16:50:00 WIB hingga 20:17:10 WIB.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi Shallallaahu ‘alaihi wassallam bersabda :
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah.
(HR. Bukhari No. 1044)

Ketampakan Bulan diawali dari keadaan normal ke fase samar-samar dengan bercahaya redup mulai pukul 15:44:22 WIB (Bulan terbit dalam keadaan Gerhana menjelang Matahari terbenam— cek masing-masing lokasi), lalu dalam keadaan gelap memerah total puncaknya dapat dilihat pada awal malam (setelah matahari terbenam) di atas horizon timur pada pukul 18:34:52 WIB, hingga pada akhirnya Bulan memasuki fase samar-samar dengan bercahaya redup ke kembali keadaan normal pada saat Gerhana berakhir pukul 21:22:59 WIB.
Rangkaian Fase Gerhana: 1) Mulai Fase Awal Bayang-bayang Pebumbral: 15:44:22 WIB.
2) Fase Umbra (Gelap): 16:50:00 WIB hingga 20:17:10 WIB.
3) Akhir Rangkaian Gerhana: 21:22:59 WIB.
Seluruh Umat Islam disyari’atkan: 1) Mengumandangkan Bacaan Takbir dengan Memperbanyak Gema Takbir, Mengagungkan Asma Alloh, Lafadz dan lantunkan sebagaimana Takbir pada 2 Hari Raya dari Awal Gerhana hingga Gerhana Berakhir.
2) Mengumandangkan Bacaan Istighfar, Memohon Ampunan dan Maaf kepada Alloh.
3) Mengucapkan Asholaatu Jaami’ah.
4) Sholat Gerhana Bulan
5) Mendirikan dan Mendengarkan Khutbah Gerhana Bulan.
6) Bersodaqoh Gerhana
7) Melanjutkan Gema Takbir hingga akhir Gerhana terbuka kembali bercahaya normal.
Selama fase Gerhana, Gema Takbir Gerhana akan berkumandang serentak di seluruh Masjid yang ada di Indonesia melalui Radio dengan klik link berikut, lalu klik ON STREAMING: Seluruh Masjid, Musholla, disyari’atkan mengumandangkan Gema Takbir Gerhana.

Teknis Ibadah Gerhana Bulan Total di Bulan Ramadan 1447 H:
Teknis pelaksanaan takbir dimulai saat bulan terbit dalam keadaan gerhana bulan total, khusus daerah Jawa Barat/ Pulau Jawa—Kalimantan/ Waktu Indonesia Barat takbir dimulai menjelang magrib atau setelah pukul 17:15 WIB, dilanjutkan dengan adzan magrib, berbuka puasa (pertengahan Ramadan 1447 H), selesai sholat magrib melanjutkan gema takbir. Pelaksanaan sholat gerhana bulan, khutbah gerhana bulan dilaksanakan setelah adzan isya, dan sholat isya, sebelum sholat tarawih, dan witir. Setelah sholat tarawih—witir, seluruh umat Islam melanjutkan gema takbir hingga gerhana terbuka kembali (akhir gerhana).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda ,هَذِهِ الْآيَاتُ الَّتِي يُرْسِلُ اللَّهُ لَا تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنْ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ ؛ فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ
”Tanda-tanda yang Allah kirimkan ini (yakni gerhana, pent), tidaklah terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang. Namun Allah hendak menakut-nakuti para hamba-Nya dengannya. Apabila kalian melihatnya, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan istighfar (memohon ampun) kepada-Nya” (HR. Bukhori dan Muslim).
Ibnu Hajar rahimahullah menyimpulkan dari hadis ini, فيه الندب إلى الاستغفار عند الكسوف وغيره لأنه مما يدفع به البلاء “Hadits di atas terdapat anjuran untuk beristighfar ketika terjadi gerhana, atau yang lainnya. Karena istighfar adalah diantara sebab untuk menolak bala‘.” (Fathul Bari, 2/546)

Syaikh Ibnu Baz mengatakan, وما يقع من خسوف وكسوف في الشمس والقمر ونحو ذلك مما يبتلي الله به عباده هو تخويف منه سبحانه وتعالى وتحذير لعباده من التمادي في الطغيان، وحث لهم على الرجوع والإنابة إليه
“Kejadian gerhana bulan atau matahari, atau fenomena yang semisalnya, merupakan ujian Allah untuk hamba-hambaNya. Yaitu untuk menimbulkan rasa takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan peringatan kepada mereka dari berlarut-larut dalam kemaksiatan. Dan supaya mendorong mereka untuk kembali ke jalan Allah” (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 9/157).
Sampai-sampai diceritakan oleh para sahabat, bagaimana ekspresi takut beliau –shallallahu ‘alaihi wassalam– ketika terjadi gerhana kala itu, فأخطأ بدرع حتى أُدرِك بردائه بعد ذلك “Sampai-sampai beliau keliru mengambil selendang salah satu istri beliau, kemudian setelah sadar, beliau mengenakan selendangnya” (HR. Muslim).
Imam Nawawi rahimahullah menerangkan makna perkataan di atas,
لشدة سرعته واهتمامه بذلك أراد أن يأخذ رداءه فأخذ درع بعض أهل البيت سهوا ولم يعلم ذلك لاشتغال قلبه بأمر الكسوف
“Karena saking buru-burunya dan konsentrasi beliau tertuju pada fenomena gerhana tersebut. Yakni beliau hendak mengambil selendangnya, namun ternyata yang keambil selendang milik sebagian istri beliau. Karena tidak sadar, disebabkan hati beliau disibukkan dengan peristiwa gerhana” (Al Minhaj 6/212).
Maka dari itu, gerhana bagi seorang mukmin selayaknya menimbulkan rasa takut, membuatnya berfikir akan adzab Allah, dan menyadarkan dirinya untuk segera bertaubat. Bukan ajang untuk hiburan, sekedar tontonan atau menganggapnya sebatas fenomena alam biasa; yang lumrah terjadi.
Imam Ibnu Kastir menasehatkan, ketika menafsirkan ayat, “Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) memperhatikan bahwa mereka selalu ditimpa bencana sekali atau dua kali setiap tahun?! Namun mereka tidak (juga) mau bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran.” (QS. At Taubah: 126).
Gerhana Bulan Total terjadi di Bulan Ramadhan, menjelang magrib hingga pukul 21:22:59 WIB. Gerhana dapat memicu pasang air/gelombang laut, danau, dan sungai, erupsi gunung berapi, pegeseran dan pergerakan lempeng bumi yang memicu gempa bumi, perubahan suhu/cuaca mendadak, dll. Oleh sebab itu disyari’atkan dengan adanya peristiwa alam ini kita memperbanyak istigfar, takbir, dan memohon keselamatan.
▶▶ Silakan Share kepada Seluruh Ta’mir Pengurus Masjid, Mu’adzin, Sahabat, dan Keluarga.
Sumber: Almanak Astronomi/ Kalender Hijriyah/ Kalender Hisab-Rukyat.
