Lompat ke konten

PENYELENGGARAAN SHALAT TARAWIH DI MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

Pedoman Penyelenggaraan Shalat Tarawih di Masjid

Bersungguh-sungguh dalam Shalat Malam (Tarawih), Terutama di Sepuluh Malam Terakhir
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: إذا دخل العشر شد مئزره وأحياَ-ص َ ل َّ ى َّللا َّ ُ ع َ ل َ ي ْ ه ِ و َ س َ ل َّم(كان النبيليله وأيقظ أهله

“Jika Rasulullah ﷺ memasuki sepuluh malam terakhir (Ramadan), beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah ﷺ juga bersabda: : (من قام رمضان إيمانا ً واحتسابا ً غفر له ما تقد َّ م من ذنب
“Barang siapa yang shalat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya
yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

1. Tujuan

  • Menyelenggarakan shalat Tarawih dengan tertib, khusyuk, dan berjamaah.
  • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam selama bulan Ramadhan.
  • Menjalin ukhuwah Islamiyah di antara jamaah masjid.

2. Waktu Pelaksanaan

  • Shalat Tarawih dilaksanakan setiap malam bulan Ramadhan, setelah shalat Isya’ dan sebelum shalat Witir.
  • Waktu dimulainya shalat Tarawih dapat disesuaikan dengan kondisi setempat, umumnya dimulai sekitar pukul 20.30 – 21.00 WIB.

3. Jumlah Rakaat

  • Shalat Tarawih dianjurkan dilakukan dengan 8 rakaat, ditambah 3 rakaat shalat Witir, atau sesuai dengan pendapat yang dipilih di masing-masing masjid.
  • Masjid dapat menyesuaikan jumlah rakaat shalat Tarawih berdasarkan kesepakatan jamaah.
  • Dianjurkan untuk shalat Tarawih dengan jumlah rakaat yang sama setiap malamnya.

4. Imam dan Muadzin

  • Masjid menunjuk imam yang memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik dan fasih.
  • Dianjurkan untuk bergantian imam setiap beberapa malam.
  • Masjid menunjuk muadzin untuk mengumandangkan adzan dan iqamah.

5. Bacaan Al-Qur’an

  • Imam membaca surat Al-Fatihah pada setiap rakaat.
  • Pada setiap rakaat, imam dapat membaca surat-surat pendek atau ayat yg dia kehendaki.
  • Dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil dan tajwid yang baik.

6. Ibadah Lain

  • Setelah shalat Tarawih, dapat diisi dengan kegiatan ibadah lain, seperti: Tausiyah singkat. Tadarus Al-Qur’an ersama.Dll. Kegiatan tambahan tersebut tidak boleh mengganggu kekhusyukan shalat Tarawih.

7. Tata Tertib

  • Jamaah diharapkan hadir tepat waktu dan berpakaian sopan dan syar’i.
  • Menjaga ketenangan dan kekhusyukan shalat.
  • Mematikan ponsel atau mengatur dalam mode senyap.
  • Menjaga kebersihan dan ketertiban masjid.

8. Hal-hal Lain

  • Pedoman ini dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebiasaan setempat.
  • Masjid dapat berkoordinasi dengan pihak terkait untuk kelancaran pelaksanaan shalat Tarawih.
  • Semoga ibadah shalat Tarawih kita diterima Allah dan menjadi amal shalih di bulan Ramadhan.
  • Pedoman ini hanya sebagai panduan umum.
  • Untuk aturan yang lebih detail dapat merujuk kepada fatwa dari MUI atau ulama setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *