Lompat ke konten

PERPECAHAN UMMAT INI, UJIAN BAGI ORANG BERIMAN

Perpecahan Umat dan Bahayanya

Hadits-hadits Nabi yang menceritakan perpecahan dan kehancuran umat Islam dan bangsa banyak bertebaran. Salah satunya yang membahas masalah ini ada di kitab Sunan Abi Daūd, bab Fi Tadā’a al-Umam ‘Ala al-Islām.

“يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا”. فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ “بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ. “فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ : “حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ” وفي رواية :” أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيْرٌ وَلَكِن تَكُوْنُوْنَ غُثَاء كَغُثَاءِ السَّيْلِ يـنتزِعُ الْـمَهَابَةَ مِنْ قُلُوْبِ عَدُوِكُمْ” وفي رواية : “كَيْفَ أَنْتَ يَا ثَوْبَانَ إِذَ تَدَاعَتْ عَلَيْكُمْ الأُمَمُ كَتَدَاعَيكُمْ عَلىَ قَصْعَةِ الطَّعَامِ يُصِيْبُوْنَ مِنْهُ “. قَالَ ثَوْبَانَ : بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُوْلَ الله أَمِنْ قِلَّةٍ بِنَا؟  قَالَ : “لَا أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيْرٌ وَلَكِنْ يُلْقَى فِي قُلُوْبِكُمُ الْوَهنُ”.

[Hampir saja seluruh umat manusia siap memangsa kalian seperti orang-orang rakus yang mengerubuti makanan dalam wadahnya.” Salah seorang sahabat ada yang bertanya, “Apakah waktu itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan jumlah kalian saat itu sangatlah banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan. Dan Allah akan sungguh akan mengangkat dari dada musuh-musuh kalian akan rasa rakut dan Allah akan memasukkan kedalah hati kalian penyakit wahn”. Dan sahabat bertanya lagi “Apakah wahn itu, wahai Rasulullah.?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan benci kematian”. ( Abu Daud Sulaiman Bin al-Asy’ats al-Sijistani, Sunan Abi Daūd)

Dalam keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa akan terjadi suatu masa kaum kafir akan menyerbu umat Islam dan pada saat itu kaum kafir memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Sehingga Nabi Muhammad ﷺ mengumpamakan orang Islam seperti makanan yang diserbu pada setiap sisi atau sudut.

SILATURAHMI ANTAR UMMAT SINERGI BAGI KEKUATAN UMMAT ISLAM DALAM MEMBANGUN SEMANGAT UKUWAH DI HALAL BIL HALAL PEDULI GAZA BERSAMA UST MOHAMAD HUSEIN GAZA

Adapaun problem yang disampaikan oleh Nabi ﷺ terjadi dari fase ke fase, di saat kehancuran Abbasiyyah yang diserang oleh bangsa Mongol, runtuhnya Andalusia dan dikuasainya Falestina oleh musuh, dan sangat jelas sekali terlihat saat-saat kemunduran Kesultanan Utsmani, bahkan dapat juga dirasakan pada dewasa ini.Salah satu solusinya Berjamaah sebagaimana hadis berikut ini,

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رضي الله عنه قال ،أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :
إِنَّ الشَّيْطَانَ ذِئْبُ الْإِنْسَانِ كَذِئْبِ الْغَنَمِ يَأْخُذُ الشَّاذَّةَ وَالْقَاصِيَةَ وَالنَّاحِيَةَ وَإِيَّاكُمْ وَالشِّعَابَ وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَالْعَامَّةِ وَالمسجد(رواه أحمد)

Dari Mu’adz bin Jabal radhiAllah anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Sesungguhnya setan adalah serigala terhadap manusia seperti serigala menerkam kambing yang terasing, menjauh dan menyisih. Maka janganlah kalian menempuh jalan sendiri dan hendaklah kalian berjama’ah dan berkumpul dengan orang banyak dan Masjid .” (H.R. Ahmad)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :

1- Pada hadits yang kita bicarakan di atas disebutkan bahwa perpecahan (firqah) adalah adzab (siksaan).
Khalifah Ali bin Abi Thalib ketika menjelaskan pengertian Al-Jama’ah dan firqah berkata:

وَالْجَمَاعَةُ وَاللَّهُ مُجَامَعَةُ أَهْلِ الْحَقِّ وَإِنْ قَلُّوْا وَالْفُرْقَةُ مُجَامَعَةُ أَهْلِ الْبَاطِلِ وَإِنْ كَثَرُوْا

“Dan Al-Jama’ah –demi Allah– adalah berkumpulnya ahlul haq walaupun sedikit dan firqah adalah berkumpulnya ahlul bathil walaupun banyak.”
2- Tafarruq (perpecahan) akan mengakibatkan perpisahan dan perpecahan sedang ikhtlaf (perselisihan) akan mengakibatkan perbedaan dan ketidaksamaan. Oleh karena itu tafarruq (perpecahan) dalam bentuk apapun dilarang oleh syariat. Sementara itu ikhtilaf (perselisihan) ada yang dilarang dan ada yang ditolerir, sedang yang dilarang adalah menyimpangan.
3- Maka janganlah kalian menempuh jalan sendiri dan hendaklah kalian berjama’ah dan berkumpul dengan orang banyak dan Masjid.

MEMBANGUN SEMANGAT PERSATUAN DENGAN BERJAMAAH DI MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR DI MULAI SEJAK USIA DINI

Tema hadist yang berkaitan dengan al quran :

1- Allah memrentahkan kepada mereka untuk menetapi jamaah (kesatuan) dan melarang mereka bercerai-berai.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعاً وَلا تَفَرَّقُوا

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai.(Ali Imran: 103)

2- Perpecahan di samping menyebabkan turunnya adzab juga menyebabkan beberapa bahaya antara lain, menyebabkan hilangnya kekuatan.

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (الأنفال [٨]: ٤٦)

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Anfal [8]: 46)

3- Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Allah Swt. mempersaksikan keimanan orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid,

 إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.(At taubah :18)Sumber :ONE DAY ONE HADITS batulmaafatimah.id Oleh Ustadz,Muslih Rosyid)

Ketahuilah perpecahan umat ini merupakan ujian bagi orang yang beriman, hendaknya mereka memilih jalan yang benar dan meninggalkan kelompok tersesat lainnya. Adapun dalil wajibnya kita bersatu, tidak boleh berpecah-belah dan bergolong-golongan.

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara” [Ali-Imran/3 ; 103]


BERGANDENGTANGAN MELAYANI KESEHATAN UMMAT DI MASJID FATIMAH FIRUL AKBAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *