Kami Zakat In Gaza ingin menyampaikan kabar penting, bahwa delegasi Indonesia memutuskan untuk memberikan jatah kursi kepada peserta Internasional lain, sebagai langkah strategis demi suksesnya misi bersama.
Peran Nyata Indonesia:
Menyumbang 5 kapal untuk armada flotilla (Kapal Indonesia Tetap Berlayar)
Akomodasi bagi relawan internasional
Kampanye dan dukungan global demi suksesnya misi
Kendala di lapangan:
Kendala teknis kapal dari delegasi negara lain yang belum layak
Cuaca ekstrim yang menyebabkan kerusakan kapal
Membludaknya jumlah relawan dari berbagai negara, sementara jumlah kapal yang layak tidak memadai
Sikap Zakat In Gaza:
Kapal hasil patungan kita akan tetap ikut berlayar; dengan jiwa besar dan demi kesuksesan misi perjuangan, Indonesia merelakan 30 kursi delegasinya untuk relawan internasional lain
Seluruh amanah donasi tetap disalurkan untuk Palestina
Dialihkan melalui jalur distribusi kemanusiaan yang lebih memungkinkan
Laporan penggunaan dana akan disampaikan secara transparan & berkala
Apresiasi dan Dukungan
Untuk relawan Indonesia: in sya Allah niat kita sudah dicatat Allah dan semangat serta pengorbanan kita tetap berarti
Untuk relawan yang tetap berlayar: doa dan dukungan penuh kami sertakan
Zakat In Gaza berterima kasih kepada: Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Tunisia, PPI Tunisia atas bantuan, pendampingan dan dukungan selama misi.
Terima kasih atas doa, dukungan, dan kepercayaan Sahabat Gaza. Perjuangan belum selesai. Jangan lelah Berdoa dan Berjuang Sampai Al-Aqsha ada di tangan kita BIRRUH BIDDAM NAFDIKA YA AQSHA. ALLAHU AKBAR
Hadits-hadits Nabi yang menceritakan perpecahan dan kehancuran umat Islam dan bangsa banyak bertebaran. Salah satunya yang membahas masalah ini ada di kitab Sunan Abi Daūd, bab Fi Tadā’a al-Umam ‘Ala al-Islām.
[Hampir saja seluruh umat manusia siap memangsa kalian seperti orang-orang rakus yang mengerubuti makanan dalam wadahnya.” Salah seorang sahabat ada yang bertanya, “Apakah waktu itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan jumlah kalian saat itu sangatlah banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan. Dan Allah akan sungguh akan mengangkat dari dada musuh-musuh kalian akan rasa rakut dan Allah akan memasukkan kedalah hati kalian penyakit wahn”. Dan sahabat bertanya lagi “Apakah wahn itu, wahai Rasulullah.?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan benci kematian”. ( Abu Daud Sulaiman Bin al-Asy’ats al-Sijistani, Sunan Abi Daūd)
Dalam keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa akan terjadi suatu masa kaum kafir akan menyerbu umat Islam dan pada saat itu kaum kafir memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Sehingga Nabi Muhammad ﷺ mengumpamakan orang Islam seperti makanan yang diserbu pada setiap sisi atau sudut.
SILATURAHMI ANTAR UMMAT SINERGI BAGI KEKUATAN UMMAT ISLAM DALAM MEMBANGUN SEMANGAT UKUWAH DI HALAL BIL HALAL PEDULI GAZA BERSAMA UST MOHAMAD HUSEIN GAZA
Adapaun problem yang disampaikan oleh Nabi ﷺ terjadi dari fase ke fase, di saat kehancuran Abbasiyyah yang diserang oleh bangsa Mongol, runtuhnya Andalusia dan dikuasainya Falestina oleh musuh, dan sangat jelas sekali terlihat saat-saat kemunduran Kesultanan Utsmani, bahkan dapat juga dirasakan pada dewasa ini.Salah satu solusinya Berjamaah sebagaimana hadis berikut ini,
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رضي الله عنه قال ،أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : إِنَّ الشَّيْطَانَ ذِئْبُ الْإِنْسَانِ كَذِئْبِ الْغَنَمِ يَأْخُذُ الشَّاذَّةَ وَالْقَاصِيَةَ وَالنَّاحِيَةَ وَإِيَّاكُمْ وَالشِّعَابَ وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَالْعَامَّةِ وَالمسجد(رواه أحمد)
Dari Mu’adz bin Jabal radhiAllah anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda : “Sesungguhnya setan adalah serigala terhadap manusia seperti serigala menerkam kambing yang terasing, menjauh dan menyisih. Maka janganlah kalian menempuh jalan sendiri dan hendaklah kalian berjama’ah dan berkumpul dengan orang banyak dan Masjid .” (H.R. Ahmad)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :
1- Pada hadits yang kita bicarakan di atas disebutkan bahwa perpecahan (firqah) adalah adzab (siksaan). Khalifah Ali bin Abi Thalib ketika menjelaskan pengertian Al-Jama’ah dan firqah berkata:
“Dan Al-Jama’ah –demi Allah– adalah berkumpulnya ahlul haq walaupun sedikit dan firqah adalah berkumpulnya ahlul bathil walaupun banyak.” 2- Tafarruq (perpecahan) akan mengakibatkan perpisahan dan perpecahan sedang ikhtlaf (perselisihan) akan mengakibatkan perbedaan dan ketidaksamaan. Oleh karena itu tafarruq (perpecahan) dalam bentuk apapun dilarang oleh syariat. Sementara itu ikhtilaf (perselisihan) ada yang dilarang dan ada yang ditolerir, sedang yang dilarang adalah menyimpangan. 3- Maka janganlah kalian menempuh jalan sendiri dan hendaklah kalian berjama’ah dan berkumpul dengan orang banyak dan Masjid.
MEMBANGUN SEMANGAT PERSATUAN DENGAN BERJAMAAH DI MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR DI MULAI SEJAK USIA DINI
Tema hadist yang berkaitan dengan al quran :
1- Allah memrentahkan kepada mereka untuk menetapi jamaah (kesatuan) dan melarang mereka bercerai-berai. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Anfal [8]: 46)
3- Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Allah Swt. mempersaksikan keimanan orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid,
Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.(At taubah :18)Sumber :ONE DAY ONE HADITS batulmaafatimah.id Oleh Ustadz,Muslih Rosyid)
Ketahuilah perpecahan umat ini merupakan ujian bagi orang yang beriman, hendaknya mereka memilih jalan yang benar dan meninggalkan kelompok tersesat lainnya. Adapun dalil wajibnya kita bersatu, tidak boleh berpecah-belah dan bergolong-golongan.
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara” [Ali-Imran/3 ; 103]
BERGANDENGTANGAN MELAYANI KESEHATAN UMMAT DI MASJID FATIMAH FIRUL AKBAR