مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ كَىْ
لَا يَكُونَ دُولَةًۢ بَيْنَ ٱلْأَغْنِيَآءِ مِنكُمْ ۚ
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…(Qs. 59: 7)
Yayasan Fikrul Akbar kembali berkolaborasi dengan Masjid Istiqlal dalam menyelenggarakan program pelatihan ekonomi umat berbasis masjid pada hari rabu, 15 Oktober 2025 di ruang Amerika Space Masjid Istilal Jakarta. Team dipmpin oleh Ceo Yayasan Fikrul Akbar Dr. Ridwan Haris M.Ed di dampingi ketua Yayasan Fikrul Akbar Drs.Rubaedi Mardiyanto MM dan Direktur Divisi Pelatihan Hery Priambudi ST serta team hj karpet di terima langsung Direktur Utama IGF Mulyono Lodji M.Si dan staf badan pengelola masjid Istiqlal Jakarta.

Koloborasi bersama Msjid Istilal dan Yasayasan Fikrul Akbar dilakukan untuk Mendukung Program Kerja Istiqlal Global Fund (IGF). IGF merupakan lembaga pengelola usaha, bisnis dan ekonomi umat Masjid Istiqlal Jakarta-Indonesia bertaraf internasional untuk mengoptimalkan potensi dana dan ekonomi umat. IGF bertujuan mengembangkan peradaban global yang mandiri dan inklusif dalam berbagai dimensi dengan cara berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh keuntungan, manfaat dan kemasalahatan dalam mencapai keberkahan dan ridha Allah SWT.

Kemitraan strategis ini juga berjalan melalui berbagai program sosial, ekonomi, dan lingkungan seperti pengembangan ekonomi umat, Masjid Hijau dan Sehat, serta pemberdayaan masyarakat berbasis masjid, untuk mewujudkan umat yang semakin sehat, sejahtera, dan berdaya.

“Kolaborasi dan sinergi merupakan kunci mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat peradaban umat dimana aspek ekonomi dan pelatihan ekonomi umat termasuk di dalamnya,”
