KEUTAMAAN MENGADAKAN PERJALANAN KE MASJID NABAWI


Bekasi, fikrulakbar.org-Untuk merealisasikan tingginya kedudukan masjid Nabawi, maka tidak dibolehkan mengadakan perjalanan kecuali ke masjid tersebut, masJidiI Haram, dan masjidil Aqsa. Rasulullah bersabda

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِي هَذَا، وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

“Janganlah kamu bersusah payah melakukan perjalanan jauh (safar) untuk beribadah kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa.” (HR. Bukhari & Muslim)


” Seorang muslim semenjak ia keluar dari rumahnya menuju ke masjid Nabi ia sedang mengarungi kebaikan hingga sampai dan masuk ke dalam kebaikan pula.

“Siapa yang datang ke masjidku ini, hanya mengharapkan kebaikan dengan menuntu,• ilmu atau mengajarkan ilmu, maka ia berada pada tempat orang yang berjihadfi sabili/lah dan siapa yang darang dengan lujuan selain itu, maka ia seper!i seorang laki-laki yang hanya melihat kesenangan Orang lain.
Diriwayatkan dari Abu Umamah, ia berkata: “Siapa yang berangkat di waktu pagi ke masjid Nabawi dengan tujuan mencari kebaikan ilmu atau mengajarkannya, niscaya ia mendapat pahala orang
yang melaksanakan haji yang menyempurnakan hajinya.

ZIARAH KUBUR NABI

Berziarah ke kubur Nabi tidak termasuk wajib atau syarat sahnya haji seperti yang dipahami Oleh sebagian orang- Tetapi hukumnya Sunat bagi orang yang mengunjungi masjid Nabawi, atau orang yang tinggal
dekat dari Sana. Adapun orang yang jauh dari Madinah, maka tidakdib enarkan mengadakan perjalanan dengan niat bewiarah ke kubur Nabi . Yang dibenarkan adalah mengadakan perjalanan dengan niat mengunjungi masjid Nabawi. Bila telah tiba di sana maka dianjurkan berziarah ke kubur Nabi dan dua orang sahabat terbaiknya. Jadi prosesi Ziarah kubur Nabi dan dua orang sahabatnya, hanya merupakan
rentetan dari berziarah ke masjid Nabawi.

Setelah beribadah di raudhah, jika seseorang ingin berziarah ke makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hendaknya dia berdiri di depan makam beliau dengan penuh adab dan tenang, lalu mengucapkan doa,

َالسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ ورحمةُ اللهِ وبركاته، اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صَلَّيْت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما َباركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد. أشهدُ أَنَّكَ رَسُوْلُ الله حَقاً، وأَنَّكَ قَدْ بَلَغْت َالرسالةَ، وأَدَّيْتَ الْأَمَانَةَ، ونَصَحْتَ الْأُمَّةَ، وجَاهَدْتَ في اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ، فجزاك اللهُ عنْ أُمَّتِك أَفضلُ ما جزى نَبِيُّنَا عن أمته

(Ya Allah semoga shalawat terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana shalawat terlimpah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah semoga keberkahan terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Aku bersaksi bahwa Engkau (Muhammad) adalah Rasulullah yang haq. [Aku bersaksi bahwa Engkau] (Muhammad) telah menyampaikan risalah kenabian, telah menunaikan amanah, telah menasihati umat ini, dan berjihad di jalan Allah dengan sungguh-sungguh. Semoga Allah membalasmu atas apa yang telah Engkau perbuat untuk umatmu, lebih dari balasan para Nabi atas apa yang telah mereka perbuat untuk umatnya.).”

Setelah itu, dia bergeser ke arah kanan sedikit, dan mengucapkan salam kepada sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq radhiyallahu ‘anhu. Kemudian bergeser lagi ke kanan sedikit dan mengucapkan salam kepada sahabat ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Jika setelah itu dilanjutkan dengan mendoakan keduanya, itu juga baik.

Selain itu, disunnahkan pula bagi peziarah kubur untuk mendoakan mereka yang sudah meninggal, berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Buraidah bin Al-Hushaib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada para sahabat pada saat hendak masuk ke pemakaman, yaitu mengucapkan:

السلام عليكم أهل الديار من المؤمنين والمسلمين, وإنا إن شاء الله بكم للاحقون؛ أسأل الله لنا ولكم العافية

“Semoga keselamatan atas kalian wahai para penghuni kubur yang mukmin dan muslim. Kami insyaa Allah akan menyusul kalian. Saya memohon ‘afiyah (keselamatan) kepada Allah untuk kami dan kalian.” (HR. Muslim no. 2257)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top