
Bekasi, fikrulakbar.org- Setiap muslim yang memiliki iman yang hakiki selalu merasa terpanggil Oleh rasa rindu yang mendalam terhadap kota Madinah Rasulullah. Dan setiap muslim merasakan kota Madinah memenuhi relung kalbu, berbaur dengan darah, daging dan tulangnya. Kecintaan yang menggelora orang-orang muslim terhadap kota Madinah tidaklah mengherankan,
karena Rasulullah telah memanjatkan sebuah do’a:
YaAllah, berilah kami kecintaan kepada Madinah seperti Cinta
kami terhadap Mekkah atau bahkan melebihinya.”l
Maka kota Madinah selalu menjadi tempat yang paling dicintai Oleh jiwa setiap muslim sebagai terkabulnya doa yang suci ini.

Madinah adalah kota hijrahnya Rasulullah g, kediaman, dan Pusat dakwah beliau. Agama yang beliau bawa mendapat pertolongan dan para penduduknya membela beliau dengan jiwa, harta dan anak-anak mereka hingga Allah memberinya kejayaan. Kota Madinah memiliki keutamaan yang nyata dan peranannya tidak dapat dipungkiri dalam kejayaan agama Islam.
Di bumi Madinah bersemayam jas$åd suci Rasulullah menambah kemuliaan kota ini. Berdiri diatasnya masjid Nabawi, menambah kesuciannya. Dengan dua keutamaan ini membuat keagungan kehormatan dan kemuliaan kota ini begitu melekat disanubari setiap muslim.
Kota Madinah menyimpan seluruh Sisi kebaikan, dimana amal shalih dilipatgandakan. Shalat satu kali di masjid Nabawi, senilai seribu shalat di tempat yang lain kecuali Mekkah. Di pintu-pintu masuk kota Madinah, ada para malaikat penjaga, sehingga Dajjal dan IRnyakit tha’un tidak memasukinya. Di dalamnya
ada sebuah taman surga. Dan siapa yang meninggal di kota tersebut, akan mendapat syafa’at Rasulllah di hari yang tiada berguna lagi harta benda dan anak-anak.

Sungguh Nabi telah mengharamkan kota Madinah, sebagaimana Nabi Ibrahim mengharamkan kota Mekkah. Karena kota ini dihiasi kebaikan-kebaikan, ia dapat mengikis segala bentuk kejahatan seperti pandai besi mengikis karat. Bukti kemuliaan kota Madinah dan penduduknya, Allah memberi pembelaan terhadap mereka. Barang siapa yang menakut-nakuti mereka dengan kedzaliman,maka Allah mengutukya.
Karena kota ini menyimpan banyak kebaikan, sehingga ia diberi nama dengan thayyibah (berarti: yang memiliki kebaikan). Segala apa yang ada didalamnya indah; tanah, udara, kurma, mudd, sha'(ukuran takaran), hidup di sudut- sudut kotanya, wafat di sana. Dan lebih dari itu semua, Madinah adalah tempat berdirinya masjid Nabi dan tempat peristirahatan terakhir Nabi.
