
pada mulanya atap masjid Rasulullah dipasang pada batang kurma, (maksudnya batang tersebut menjadi tiang penyangga), maka Nabi berkhutbah beliau berdiri dekat batang tersebut, terkadang beliau berdiri
cukup lama. Lalu seorang Wanita Anshar Ikā¢rkata: “Wahai Rasulullah!, bolehkah kami membuatkan untukmu?”. Rasulullah menyetujuinya. Maka para sahabat membuat mimbar untuk beliau, Tiga anak tangga terbuat dari pohon thurfa’. pada Jum’at berikutnya, beliau berhutbah diatas mimbar , maka batang kurma tersebut menangis.
Diriwayatkan dalam shahih Bukhari: “Bahwasanya Nabi bila berdiri Saat khutbah Juniat dekat dengan sebuah p-ohon, atau pohon kurma, lalu seorang wanita Anshar berkata:
“Wahai Rasulullah! bolehkah kami membuat mimbar untukmu? Beliau bersabda: “Kalau kalian suka,” Maka para sahabat membuat mimbar untuk bellau, keesokannya, pada hari Jum at beliau berdiri diatas mimbar, maka pohon kurma tersebut berleriak seperti teriakan bayi, kemudian Nabi turun dan memegang ‘H)hon tersebut, pohon itu terisak-isak seperti bayi yang didiamkan, beliau bersabda, “Pohon ini menangis karena tidak lagi mendengar dzikir yang biasa didengarnya.”

HADITS NABI TENTANG MIMBAR
Sebagai penguat kedudukan dan ketinggian martabat mimbar, ada beberapa hadits yang menjadi dasarnya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi bersabda “Di antara rumah dan mimbarku adalah salah satu ‘aman surga, Dan mimbarku ini ada di alas telagaku”.
Sabda beliau: “Salah salu dari taman Sumga” maksudnya scperti sebuah taman surga, rahmat turun dan kebahagian diraih dengan selalu hadir dalam majlis dzikir. Atau maksudnya; bahwa beribadah
di sana dapal mengantarkan ke dalam syurga.
Atau maksud hadits ini sesuai dengan maksud tekstttal hadits yaitu: taman yang hakiki dengan berpindahnya tempat tersebut di akhirat ke dalam surga. Ini rIngkasan dari penafsiran para ulama tentang hadits tersebut.
Di antara hadits yang menunjukkan keutamaan minibar ini, bahwa siapa yang bersumpah didekatnya dengan sumpah dusta, azab (siksa)nya akan lebih berat. Rasulullah membolehkan bersumpah di dekat
mimbarnya, tapi beliau memberikan ancaman yang yang sangat pedih bagi orang yang berdusta di tempat ini.
Diriwayatkan dari Jabir dalam Sunan Abu Daud “Tidak searangpun yang bersumpah deka! mimbarku ini dengan sumpah dusta walaupun demi sebuah siwak sew; melainkan ia telah mengambil rempat duduknya di neraka arau dia pasti masuk neraka. dari Abu Umamah bin Tsa’labah bahwasanya Nabi bersabda: “Siapa yang bersumpah deka! mirnharkl,’ ini dengan sumpah dusra unluk merampas harla Seorang muslim, maka baginya laknat Allah, para malaikat. dan mannsia seluruhnya. Allah ‘idak menerima darinya amalan wajib dan sunnahnya’ _
