MEMBANGUN MASJID NABAWI DAN SEJARAHNYA SEPANJANG MASA

Bekasi, fikrulakbar.org – Nabi datang ke Madinah dan singgah di perkampungan bani Amrubin , menetap di Sana selama 14 hari, dan beliau selalu melaksanakan shalat bila waktunya tiba, kemudian beliau memerintahkan para sahabatnya untuk membangun masjid dan mengirim utusan kepada bani Najjar. Beliau bersaEula: “Hai bani Najjar ‘tentukan harga kebun kalian ini. ” Mereka menjawab: “Tidak! Demi Allah, kami tidak akan menjualnya kecuali kepada Allah,

“Anas Iwrkata: “Di kawasan itu ada pohon kurma, kuburan orang musyrik dan bangunan yang mulai runtuh, maka Rasulullah memerintahkan untuk menebang pohon karma yang ada, memindahkan kuburan orang musyrik dan meratakan bangunan tersebut, Lalu mereka membelah kurma tersebut dan disusun sebagai arah kiblat, kedua Sisinya disusun batu, mereka bersenandung dan Rasulullah ikut bersama mereka, mereka mengucapkan: Ya, A Ilah! Tidak ada kebajikan keeuali kebajikan akhirat Maka ampunilah kaum Anshar dan Muhajirin!

Salamah bin Akwa berkata, “Dinding masjid bagian dekat mimbar hampir dapat dilangkahi Oleh kambing. Dan tanah masjid itu sebelumnya milik dua orang anak Yatim yang berada dalam asuhan As-ad bin Zurarah biasa mengirik kunnanya di tempat itu. Aisyah radiallahu anha berkata: “Rasulullah menaiki untanya, berjalan diiringi Oleh kaum muslimin hingga untanya menderum di A.Mutthalib binAbdullah bin Hanthab berkata tentang pembangunan masjid Nabawi .

“Tatkala Utsman bin Affan dilantik pada tahun ke•24 Hijriyah, orang-orang mengusulkan kepadanya untuk memperluas masjid, mereka mengeluhkan sempitnya masjid di hari jumat, terpaksa sebagian mereka Shalat di halaman masjid, lalu Utsman bermusyawarah dengan para sahabat Rasulullah yang biasa dimintai pendapat, mereka sepakat untuk memugarnya dan memperluasnya. Lalu diwaktu Zhuhur ia mengimami shalat kemudian naik ke mimbar, setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya kemudian berkata, “Wahai manusia! Aku berkeinginan memugar masjid Rasulullah dan membangun kembali yang lebih luas, dan aku bersaksi bahwa aku mendengar Rasulullah bersabda : “Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka akan dibuakan untuknya istana di surga. “


Dan para pendahuluku telah melakukan hal tersebut, yaitu imam sebelumku dan mendahuluiku, Umar bin Khattab, ia telah memperluas dan membangunnya, dan aku telah ber musyawarah dengan para ahli Syura dari sahabat Rasulullah , mereka semuanya sepakat agar masjid dipugar dan dibangun kembali Serta diperluas.” Lalu orang-orang menyambut baik keinginan terscbut dan mereka mendoakan khalifah. Keesokan harinya ia memanggil para pekerja dan ia pun ikut bekerja, (ia adalah seorang laki-laki yang bcrpuasa sepanjang masa dan selalu Shalat tahajjud, dan selalu menetap di masjid), lalu ia memerintahkan untuk membuat saringan kemudian menyaring batu tersebut.


Pembangunan ini dimulai pada bulan Rabi’ul Awwal, tahun 29 H, dan selesai pada awal bulan Muharram masuk tabun 30 H. Jadi lamanya JRmbangunan 10 bulan. tempat masjidnya di Madinah. Beliau dan kaum muslimin yang Bersama beliau shalat di sana pada hari itu. Tempat itu merupakan tempat Suhail an Sahal (dua orang anak Yatim dalam asuhan As•ad bin Zurarah e) mengirik kurmanya. Rasulullah bersabda sewaktu untanya menderum di tempat tersebut: “Ini insya Allah ‘empal berliamnya kita. “
Kemudian Rasulullah memanggil dua anak tersebut dan menawar harga tanah tersebut untuk dibangun masjid di atasnya, mereka menjawab: “Tidak tetapi kami memberikannya untukmu, wahai Rasulullah.”

Lalu Rasulullah enggan menerima pemberian mereka hingga akhirnya beliau membeli tanah tersebut dari mereka, kemudian dibangun masjid. Rasulullah ikut mengangkat batu membangun masjid tersebut Bersama para sahabat, beliau bersenandung “Abdullah bin Umar bercerita kepadanya: “Sesungguhnya masjid di masa Nabi dibangun dengan bata, atapnya dari batang kurma dan tiangnya dari pohon kurma”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top