
Bekasi, fikrulakbar.org Ketika Nabi Isma’il lahir dari rahim ibunya Hajar, rasa cemburu Sarah bertambah, dan dia meminta Nabi Ibrahim A1 khalil membawa jauh Hajar dari hadapannya. Lalu Allah mewahyukan kepada Nabi Ibrahim agar membawa Hajar keluar dari Palestina menuju MekkahA1 Musyarafah. Lalu Nabi Ibrahim membawa isteri dan puteranya mene mpuh perjalanan jauh, hingga sampai di suatu daerah yang sekarang dikenal dengan Mekkah, lalu menempatkan mereka di sana. Setelah Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan puteranya di Mekkah, dia pentah berkunjung untuk mengetahui keadaan mereka, dalam salah satu kunjungannya Nabi Ibrahim menemui puteranya Isma’il sedang mengasah anak panahnya di bawah sebuah pohon yang rindang di dekat zam-zam.

Tatkala Isma’il melihat ayahnya, dia langsung berdiri menyambutnya, lalu mereka berpelukan layaknya seorang putera kepada ayahnya dan ayah kepada puteranya. Kemudian Nabi Ibrahim berkata: ” Wahai Isma’il sLsungguhnya Allah memberiku perintah.”
Isma’ il berkata: “Lakukanlah apa yang diperintahkan Tuhanmu kepadamu. Ibrahim berkata: “Maukah engkau membantuku?”.
il berkata: ‘ ‘Aku akan membantumu”
Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membuat rumah ibadah disini” (sambil menunjuk ke sebuah anak bukit sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah sekitarnya).
Kemudian keduanya mulai membangun pondasinya, Nabi Isma’il mencari dan mengangkat batu, sedangkan Nabi Ibrahim yang memasangnya. Hingga dinding bangunan mulai tinggi, Nabi Ibrahim
mengambil batu (yang sekarang dikenal dengan maqam Ibrahim), lalu meletakkannya dan berdiri di atas batu tersebut untuk memasang batu di bagian atas, dan Nabi Isma’ il memberikan batu dari bawah.
Kemudian mereka berkata: (Q.S. A1 Baqarah: 127)
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِۦمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
Lalu mereka thawaf(berputar) mengelilingi bangunan tersebut.
