NABI MELETAKKAN HAJAR ASWAD

Bekasi, fikrulakbar.org-Kemudian kabilah-kabilah Quraisy mengumpulkan batu untuk membangun Ka ‘bah. Setiap kabilah mengumpulkan batu ditumpukan sendiri, lalu mereka membangun Ka ‘bah hin gga tahap pembangunan sampai pada bagian sudut (tempat Hajar Aswad). Setiap kabilah berkeinginan untuk mengangkat Hajar Aswad tersebut ke sudut itu. Sampai masing-masing kabilah membuat barisan tersendiri, karena mereka berselisih dan bersiap siga untuk berperang.


Bangsa Quraisy menghentikan pembangunan sampai selesai perselisihan ini selama 4 atau 5 hari. Kemudian mereka berkumpul di masjid untuk bermusyawarah dan saling bertukar pendapat.
Sebagian ahli riwayat menduga bahwa Abu Umayah bin Al Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum (pada tahun itu ia adalah orang Quraisy yang paling dituakan) berkata: “Wahai bangsa Quraisy, serahkanlah urusan yang kalian perselisihkan (memindahkan Hajar Aswad ke sudut Ka ‘bah) kepada orang yang pertama masuk pintu masjid ini, biarlah ia yang menmtuskan perselisihan ini”.mereka MenyetuJumya.

Ternyata orang yang pertama kali masuk pintu masjid itu adalah Rasulullah , tatkala mereka melihatnya, mereka berkata; “Ini adalah Al Amin (orang yang terpercaya), kami ridha dengan Muhammad” Tatkala Nabi sampai dihadapan, mereka memberltahukan kepada beliau tentang duduk persoalannya. Lalu Nabi bersabda: “Berilah aku sehelai kain”. Lalu beliau membawa kain tersebut dan meletakkan Hajar Aswad di alas kain dengan tangannya kemudian bersabda: “Hendaklah setiap kabilah memegang setiap sudut kain ini”. Lalu mereka serentak mengangkatnya dan membawanya hingga sampai di dekat sudut Ka’bah, kemudian Nabi f; mengambil Hajar Aswad dengan tangannya dan meletakkannya pada tempatnya, kemudian pembangunan diteruskan.

KEUTAMAAN HAJAR ASWAD DAN ANJURAN UNTUK MENCIUM DAN MENYENTUH SAAT TAWAF

Banyak riwayat yang menekankan keutamaan Hajar Aswad dan anjuran untuk menyentuh dan Menciumnya Saat thawaf. Dan cukuplah menjadi keutamaannya, bahwa Nabi pernah menyentuh dengan
tangannya yang lembut dan mencium dengan bibirnya yang mulia. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab mencium Hajar Aswad seraya berkata: “Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adalah batu yang tidak dapat mendatangkan bahaya dan memlRri manfaat, kalaulah bukan karena aku pernah melihat Rasulullah menciummu, niscaya aku tak akan menciummu.” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda :
“Hajar Aswad diturunkan dari surga, Saat itu warnanya lebih putih dari susu, lalu dosa-dosa keturunan Adam membuatnya berubah menjadi hitam.”
Juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahsanya Rasulullah bersabda tentang Hajar Aswad ,
“Demi Allah! Hajar Aswad akan dibangkitkan pada hari kiamat, Allah memberinya mata yang dapat melihat dan lidah yang dapat berbicara, memberikan persaksian terhadap orang yang menyentuhnya
H.R. Bukhari 1597 dan Muslim no. 1270. H_R.Tirmidzi no.877. dengan kebenaran.”


Musati• bin Syaibah berkata: Aku mendengar Abdullah bin Amru bin ‘ Ash berkata: Aku bersaksi dengan nama Allah! (sambil meletakkan anak jarinya di telinga) aku mendengar Rasulullah bersabda .
“Sesungguhnya Hajar Aswad dan Maqam adalah dua buah batu diantara batu-batu Yaqut (batu mulia) di surga, yang dihilangkan Oleh Allah cahayanya, andaikan Allah tidak menghilangkan cahayanya,niscaya sinarnya menerangi antara timur dan barat. “


Disaat Nabi Ibrahim membangun Ka’bah, tinggal satu bagian yang belum terpasang batu, lalu Nabi Isma’il pergi mencari sesuatu. Nabi Ibrahim berkata:” Carilah sebuah batu seperti yang telah aku
perintahkan!”. Nabi Isma il berangkat mencari batu- Ketika ia datang dengan membawa batu, ia dapati di tempat tersebut telah terpasang Hajar Aswad, maka ia berkata: ‘ ‘Ayahku! Siapa yang membawa batu ini
kepadamu?”. la berkata: “Yang membawanya kepadaku adalah orang yang tidak bergantung kepada usahamu, Jibril telah membawanya dari langit.” Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar e, bahwa ia selalu menyentuh Hajar Aswad, kemudian mencium tangannya, dan berkata: “Aku tak pernah meninggalkan perbuatan ini semenjak aku melihat Rasulullah menciumnya.”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top