قال الشيخ عبد الرحمن بن ناصر السَّعديُّ رحمه الله تعالى :
الفقر الحقيقيُّ هو:
الإفلاس مِن الباقيَات الصالحات.
[مجموع مؤلَّفاتِه (١٧٨ /٦)]
Syaikh ‘Abdurrohman bin Nashir As-Sa’di رحمه الله تعالى pernah berkata :
“Kefakiran (kemiskinan) yang sebenarnya itu adalah : (orang yang) bangkrut dari amalan-amalan yang kekal lagi sholih (al-baqiyaatus shoolihaat).”
( Majmū‘ Mu’allafātih, 6/178)
Catatan :
Maksud perkataan beliau tersebut di atas adalah : bahwa kefakiran (kemiskinan) yang sesungguhnya itu bukanlah kekurangan harta dunia, tetapi adalah ketika seseorang tidak memiliki simpanan amal sholih, yang akan kekal menjadi bekalnya di akhirat nanti.
Al-Baqiyaatus Shoolihaat, adalah semua amal sholih yang pahalanya kekal, seperti : dzikir kepada Alloh, sholat, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan semua amal-amal ketaatan yang lainnya.
Orang yang miskin dari amal-amal seperti itu, walaupun dia kaya harta di dunia, hakikatnya dia adalah orang yang fakir dan bangkrut di sisi Alloh ta’ala !

PANGGUNG AKHIRUSSANAH ACARA WISUDA TKIT FIKRUL AKBAR
Faedah atau Pelajaran penting yang bisa kita ambil di sini adalah :
- Pentingnya bagi kita menilai kekayaan dan kemiskinan dari sudut pandang akhirat, bukan hanya dari sudut pandang dunia ini saja.
- Hendaknya hal ini mendorong kita untuk memperbanyak amal sholih, karena amal sholih itulah sesungguhnya yang akan menjadi bekal yang kekal bagi kita di akhirat nanti.
- Hal ini hendaknya juga mengingatkan kita semua agar tidak tertipu dengan harta dunia yang fana (yang pasti akan lenyap dan binasa). Karena hal itu bukanlah bekal yang sesungguhnya, yang bisa kita bawa di akhirat nanti.
- Hendaknya juga memberikan motivasi bagi kita semuanya untuk berlomba-lomba dalam melakukan amal-amal sholih yang bermanfaat di akhirat nanti, bukan hanya sekedar mencari keuntungan dunia.
- Dalil yang menunjukkan hal itu semua, diantaranya adalah firman Alloh ta’ala :
وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
“Dan Al-Baaqiyatus Shoolihaat (amal-amal yang kekal lagi sholih), hal itu lebih baik pahalanya di sisi Robb-mu dan lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS Al-Kahfi : 46)
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih) dia berkata bahwa itu adalah mengingat Allah, yaitu ucapan “Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Subhanallah, Alhamdulillah, Tabarakallah, Laa haula wa laa quwwata illa billah, Astaghfirullah, shalawat untuk Rasulullah SAW, puasa, haji, sedekah, memerdekakan budak, jihad, silaturahmi, dan semua amal kebaikan. Semua itu adalah amalan yang kekal dan shalih yang mengekalkan pelakunya di surga selama masih ada bumi dan langit.
Referensi: https://tafsirweb.com/4872-surat-al-kahfi-ayat-46.html

MUHARAM CERIA SISWA TKIT FIKRUL AKBAR CABANG KE-3 PERUMAHAN PERMATA BUNI BAKTI BABELAN KAB. BEKASI
- Dalil dari hadits, diantaranya adalah hadits yang menceritakan adanya orang-orang yang bangkrut amalannya di akhirat nanti.
Nabi ﷺ bersabda (yang artinya) :
“Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu ?”
Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku itu adalah orang yang datang pada hari kiamat nanti dengan membawa pahala sholat, puasa, dan zakat, tetapi dia juga datang dengan membawa kezhaliman kepada orang lain……, lalu kebaikannya habis, hingga dia dilemparkan ke dalam neraka.”(HR. Muslim, no. 2581)
- Dalil lainnya, sebagaimana dalam firman Alloh ta’ala di surat Al-‘Ashr ayat 1–3.
Yang intinya adalah menunjukkan, bahwa semua manusia itu merugi, kecuali orang yang beriman, yang beramal shalih, yang saling menasihati dalam kebenaran, dan yang saling menasehati dalam kesabaran.
Dengan kata lain, orang yang tidak termasuk yang merugi adalah yang beriman dan yang beramal sholih, yang mana iman dan amal sholihnya itu bisa menjadi bekal baginya di akhirat nanti.

ACARA WISUDA TAHFIDZ QUR’AN TAUD SAQU FIKRUL AKBAR
Demikianlah pembahasan yang ringkas ini, semoga Alloh subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar tetap Istiqomah di atas keimanan dan amal-amal sholih, hingga akhir hayat kita nanti …..
Dan semoga pula, tulisan yang ringkas ini, bisa menjadi nasehat dan tambahan ilmu yang bermanfaat untuk kita semuanya ……
Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah …..(Sumber Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby)
