- يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ (Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat)
Yang dimaksud adalah seruan azan ketika khatib telah duduk di mimbar pada hari Jum’at, sebab pada masa Rasulullah tidak ada seruan untuk shalat jum’at selain seruan tersebut. Sedangkan azan pertama pada hari Jum’at adalah seruan yang di mulai pada masa khalifah Utsman bin Affan dengan persetujuan para sahabat ketika kota Madinah semakin meluas.
فَاسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ اللهِ(maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah)
Yakni bergegaslah menuju zikir kepada Allah, yaitu khutbah dan shalat Jum’at di masjid. Dan sebelumnya sibukkanlah kalian dengan persiapannya seperti mandi, berwudhu, dan berangkat.
وَذَرُوا۟ الْبَيْعَ ۚ( dan tinggalkanlah jual beli)
Yakni tinggalkanlah jual beli dan muamalat lainnya, sebab jika azan telah di kumandangkan untuk shalat jum’at maka jual beli haram dilakukan.
ذٰلِكُمْ (Yang demikian itu)
Yakni bergegas menuju zikir kepada Allah dan meninggalkan jual beli.
خَيْرٌ لَّكُمْ(lebih baik bagimu jika kamu mengetahui)
Yakni lebih baik daripada berjual beli dan lebih baik dari tidak bergegas, sebab dengan menjalankan perintah terdapat pahala yang besar.
Referensi: https://tafsirweb.com/10909-surat-al-jumuah-ayat-9.html

Fenomena jama’ah yang tertidur saat jum’atan (saat khutbah jum’at) seolah sudah menjadi pemandangan yang biasa kita jumpai di masjid-masjid tempat berlangsungnya ibadah jum’atan. Ketika ada jama’ah yang tertidur maka jama’ah tersebut berpotensi kehilangan amalan mulia saat jumatan, misalnya tidak bisa menyimak materi yang dibawakan khotib sehingga ketika selesai jum’atan ilmu yang disampaikan saat khutbah tidak ada yang menempel. Cuma anehnya rasa kantuk biasanya langsung hilang ketika khutbah jum’at selesai.
Ada beberapa strategi atau langkah yang bisa kita lakukan agar tidak tertidur saat jum’atan, antara lain :
✅ Luruskan Niat
Sejak sebelum berangkat jum’atan tekadkan dalam diri kita untuk menjalani seluruh prosesi ibadah jum’at sebaik mungkin agar bisa memperoleh segala keutamaan ibadah jum’at.
✅ Ngopi dulu
Minum kopi sebelum jum’atan insyaaAllah bisa menekan hawa kantuk saat jum’atan
✅ Berangkat ke masjid lebih awal
Ketika terburu-buru kemasjid karena sudah berkumandang waktu adzan jumat biasanya akan membuat jama’ah lebih capek karena lebih terforsir tenaganya agar tidak semakin terlambat. Dalam kondisi ini ketika sudah dimasjid lebih berpotensi untuk tertidur karena merasa nyaman sudah berada bersama jama’ah yang lain. Berangkat kemasjid lebih awal membuat ada banyak waktu untuk memperbanyak ibadah sebelum jum’atan dimulai tanpa terburu-buru sehingga saat jumatan insyaaAllah akan lebih fokus.
✅ Setelah sampai dimasjid pilih lokasi yang paling depan yang paling dekat dengan mimbar
Ketika posisi kita di shaf terdepan yang berdekatan dengan mimbar maka insyaaAllah akan tumbuh rasa sungkan atau malu kalau sampai tertidur karena berhadapan langsung dengan khotib. Jadi kalaupun ada rasa kantuk maka akan berusaha sekuat mungkin menahan kantuknya
✅ Hindari posisi duduk dideket tiang atau tembok/dinding
Terkadang tempat favorit jamaah jumat adalah tempat duduk yang dekat dengan tiang atau dinding masjid karena saat duduk bisa nyaman sambil menyender. Sehingga ketika kita sudah bertekad untuk tidak tertidur saat khutbah jumat maka hindari tempat-tempat tersebut
✅ Saat khutbah usahakan melihat langsung kearah khotib (jangan menunduk)
Menyimak materi khutbah sambil melihat ke khotib akan membuat kita lebih fokus dan terhindar dari rasa kantuk, berbeda halnya ketika menyimak materi sambil menunduk biasanya berpotensi membuat rasa kantuk menyerang.
✅ Hindari posisi duduk dengan memeluk lutut atau duduk dengan tangan menyangga kebelakang
Posisi duduk seperti ini secara fisiologis bisa merangsang atau menumbuhkan rasa kantuk karena badan posisi anggota badan berasa lebih nyaman. Duduklah dalam posisi tegap serta tidak menyender ke tiang, dinding ataupun ke jamaah lain
✅ Bergeser posisi duduk
Apabila memungkinkan (ruangan masjid tidak penuh) maka ketika hawa kantuk menyerang maka kita bisa berpindah tempat duduk. Terkadang kita juga bisa terbawa kantuk ketika jamaah disamping kita tertidur

Mari kita mulai dari diri kita sendiri untuk membudayakan tidak tertidur saat jum’atan. Kita ajak teman-teman kita juga untuk ikut berperang melawan rasa kantuk saat jum’atan
Datang ke masjid sebelum adzan dikumandangkan akan membuat kita lebih leluasa mengerjakan sholat shunah atau amalan lain tanpa mengganggu ibadah jum’at. Datang ke Masjid awal waktu merupakan salah satu ikhtiar kita dalam memakmurkan Masjid. Namun setiap masjid memiliki kondisi yang berbeda-beda sehingga untuk memakmurkan masjid tentunya juga memerlukan cara yang berbeda-beda pula.
Strategi yang diterapkan masjid Jogokariyan jogja, masjid kapal munzalan Pontianak, masjid Al Falah Sragen, masjid sejuta pemuda Sukabumi, masjid pemuda konsulat surabaya ataupun masjid makmur yang lain belum tentu pas ketika dipraktekkan di masjid lingkungan kita karena kondisi masjid dilingkungan kita tentunya berbeda dengan masjid-masjid tersebut. Namun masjid-masjid makmur & viral tersebut bisa kita jadikan rujukan kemudian dimodifikasi sedemikian rupa langkahnya agar sesuai dengan karakter lingkungan masjid kita.(Sumber : oleh “tim bebersih masjid (TBM)
