






MUSYAWARAH AGENDA PANITIA EVENT BERSAMA P2EKOMAS DENGAN TIM MASJID ISTILAL DI RUANG AMERIKA SERIKAT PERPUSTAKAN MASJID ISTILAL JAKARTA
UMKM Binaan Masjid adalah program pemberdayaan ekonomi umat berbasis komunitas yang dikelola masjid, bertujuan meningkatkan kesejahteraan jamaah melalui pelatihan, penyediaan ruang bazar/etalase, hingga bantuan modal . Program ini menjadikan masjid sebagai pusat perputaran ekonomi produktif.
Arikel berseri ini mengajak Takmir masjid se JABOTABEK untuk berpartisipasi dalam event kompetisi ukmm binaan masjid sejabotabek sebagai STO panitia event adalah Yayasan Fikrul Akbar divisi Pelatihan yang lebih dikenal dengan nama P2 Ekomas (Pusat Pelatihan Ekonomi Umat Berbasis Masjid ) dengan pimpinan Hery Priyabudi sinergi bersama Masjid Istiqlal Jakarta
–





Setiap tahap memiliki proses kurasi ketat untuk menyaring peserta yang layak maju ke tahap berikutnya. Puncak kegiatan ini adalah Pitching Final, di mana pemenang akan mendapatkan permodalan nyata dari investor untuk menjalankan dan mengembangkan usaha mereka bersama-sama, mewujudkan peran masjid sebagai pusat ekonomi umat yang berkelanjutan.

Hipnosis, yang juga dikenal sebagai hipnoterapi atau hipnotis, adalah suatu teknik terapi yang akan membuat seseorang berada dalam keadaan rileks dan tenang agar bisa lebih fokus dan berkonsentrasi dengan pikirannya sendiri.
Hipnosis sering disalahartikan untuk mengorek rahasia seseorang atau memberikan sugesti pada seseorang untuk melakukan hal-hal aneh. Padahal sebenarnya teknik ini merupakan metode dalam psikologi yang valid untuk digunakan dalam praktik psikologi klinis.Berikut adalah mitos vs fakta tentang hypnosis




KHABAR DARI : *Diaspora Indonesia di Kota New York
Oleh Shamsi Ali Al-Nuyorki*
Rencana Donald Trump untuk Gaza memang memilki dua wajah yang paradoksikal. Wajah yang indah karena minimal “intensitas” kekerasan pembantaian penjajah Zionis Israel berkurang (walau masih berlanjut. Wajah manis itu tentunya membangun harapan bahwa Gaza akan kembali dibangun dan menjadi livable city (kota yang bisa dihuni).
Namun wajah buruk ternampakkan secara jelas dengan rencana Trump membentuk apa yang disebut “Dewan Perdamaian” (Board of Peace) yang dia sendiri pimpin. Pembentukan Dewan tersebut sangat tidak masuk akal karena tuan rumah yang sesungguhnya (bangsa Palestina) tidak dilibatkan. Mereka hanya menjadi obyek bagi keinginan keluarga Trump dan kroni-kroninya di dunia Barat.

Karenanya inisiatif pembentukan apa disebut “Dewan Perdamaian” (Board of Peace) yang dipimpin oleh Presiden Amerika, Donald Trump, untuk Gaza dinilai sangat kontroversi, bahkan merendahkan bangsa Palestina dan dunia Islam. Dan karenanya dunia Islam harus mengkiritisi dan menolak bergabung jika tidak dilakukan perubahan dan perbaikan. Hal mendasar yang harus diperhatikan adalah adanya jaminan bagi hak-hak mendasar bangsa Palestina, khususnya Pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Hak-hak mendasar bagi bangsa Palestina harus menjadi poin penting dan tanpa kompromi dalam Pembentukan Dewan Perdamaian itu.
Sayangnya, jika kita lihat secara lebih dekat, akan kita dapatkan berbagai dimema dan masalah. Dimulai dari struktur Dewan Perdamaian tersebut yang memungkinkan bagi Donald Trump untuk memiliki kontrol besar bahkan menentukan atas keanggotaan, agenda, dan penegakan, yang semuanya mengarah kepada penguatan posisi Amerika dan Barat di masa depan Gaza.

Hal ini jelas harus dikritisi oleh
Negara-Negara Islam dan harus berani bersuara untuk melakukan perubahan dan perbaikan. Jika tidak, maka struktur yang ada akan mengabaikan suara dan hak-hak dasar bangsa Palestina, yang merupakan masalah pokok dan mendasar dalam permasalahan ini. Selama hak-hak dasar bangsa Palestina direndahkan harusnya Dunia Islam berani menolak, bukan justeru bergabung.
Hal lain yang masalah dari Dewan Perdamaian ini adalah rencana Donald Trump yang selama ini didengung-dengungkan untuk Gaza; yaitu demiliterisasi dan merubah Gaza menjadi “Riviera Timur Tengah”. Jelas rencana ini merupakan taktik pengusiran paksa penduduk Palestina sekaligus bentuk penginjak-nginjakan hak-hak dasar mereka.

Kesimpulannya, inisiatif “Dewan Perdamaian” yang dipimpin oleh Donald Trump untuk Gaza bersifat kontroversial dan harus ditolak karena struktur Dewan Perdamaian itu memungkinkan bagi Donald Trump untuk memiliki kontrol penuh atas keanggotaan, agenda, dan seterusnya. Yang lebih parah lagi, rencana Trump untuk Gaza ini dapat menyebabkan pengusiran paksa penduduk Palestina.
Dunia Islam dan masyarakat internasional harus mengkritisi rencana Trump tersebut karena jelas merupakan pelanggaran hukum internasional dan hak-hak asasi manusia. Diamnya Dunia Islam dan Dunia internasional merupakan “complicity” atau kolaborasi dalam kejahatan penjajahan dan kezholiman.
Khusus Indonesia, kebijakan luar negeri “bebas aktif” harus menjadi pijakan bagi pengambilan posisi yang terus berpihak kepada kebenaran dan keadilan, bukan kepada siapa yang kuat dan punya dana. Masanya Indonesia memainkan peranan globalnya sebagai negara besar, khususnya sebagai negara Muslim terbesar dunia, untuk meluruskan kembali arah Perjalanan dunia yang tidak baik-baik saja. Semoga!
Manhattan City, 22 Januari 2026*Diaspora Indonesia di Kota New York

Secara teknis, poros juga sering disebut sebagai elemen mesin berbentuk silindris yang menyalurkan daya, Poros sendiri berarti pusat putaran atau garis tengah.Strategi poros dalam manajemen berfokus pada penentuan titik sentral atau inti (ekonomi, operasional, regulasi) untuk mengarahkan ketahanan dan keunggulan kompetitif organisasi
Dengan posisi Yayasan Fikrul Akbar hari ini (4 TK, 2 SD, 1 SMP, 1 SMA + pelatihan ekonomi umat), 5 tahun ke depan tidak boleh melebar dulu — harus memperdalam dan menguatkan fondasi.
Kalau kita betul-betul mau “berpikir besar”, maka fokus 5 tahun ke depan harus diarahkan ke 3 POROS BESAR berikut:
POROS 1 Mencetak Lulusan yang Siap Memimpin & Berbisnis .POROS 2 : Menjadikan Pelatihan Ekonomi Umat sebagai Mesin Keuangan Yayasan Ini kunci kemandirian. POROS 3 : Sistem & Manajemen Modern Kalau tidak dibenahi, yayasan tidak akan pernah besar.

POROS 1 Mencetak Lulusan yang Siap Memimpin & Berbisnis
Target 5 tahun:
Semua lulusan SMA Fikrul Akbar = siap kuliah ATAU siap usaha
Fokus yang harus dibangun:
1️⃣ Kurikulum Kepemimpinan & Bisnis Terpadu
Dari TK sampai SMA harus satu jalur:
Jenjang
Fokus
TK
percaya diri, komunikasi
SD
logika uang, tanggung jawab
SMP
proyek usaha kecil
SMA
usaha nyata + laporan keuangan
Bukan teori — praktik langsung.

POROS 2
Menjadikan Pelatihan Ekonomi Umat sebagai Mesin Keuangan Yayasan
Ini kunci kemandirian yayasan.
Target 5 tahun:
Minimal 50% biaya operasional yayasan berasal dari bisnis umat
Caranya: Pelatihan ekonomi harus berubah menjadi:Pusat Inkubasi Bisnis Umat yang punya:
koperasi besar
unit produksi
marketplace
distribusi
brand bersama
Yayasan = holding bisnis umat
Sekolah = pabrik kader

POROS 3 Sistem & Manajemen Modern Kalau tidak dibenahi, yayasan tidak akan pernah besar.
Target 5 tahun:
Fikrul Akbar = yayasan profesional setara korporasi
Harus dibangun:
sistem keuangan terpusat
KPI guru & kepala sekolah
data siswa & alumni
SOP semua unit
audit & transparansi
Ini yang membuat donatur, wali murid, dan investor percaya.

ROADMAP 5 TAHUN SEDERHANA
TAHUN K- 1 Fokus rapikan sistem, SDM, visi
TAHUN KE-2 kurikulum bisnis
TAHUN KE -3 jalankan inkubator usaha
TAHUN KE-4 perluas jaringan usaha
TAHUN KE-5 yayasan mandiri & ekspansi
Kalau Fikrul Akbar berhasil di 5 tahun ini tidak hanya punya sekolah, tapi: jaringan pengusahaalu mni mandiri
ekonomi umat hidup yayasan tidak tergantung donasiItulah makna sesungguhnya “Berpikir Besar”.BISMILLAH

Fikrul Akbar Berarti Berpikir Besar
Yayasan Fikrul Akbar ini tidak hanya mengelola sekolah, tapi mencetak peradaban. Dengan aset : 4 TK, 2 SD, 1 SMP dan 1 SMA dan unit pelatihan ekonomi umat, Sebenarnya sudah punya mesin perubahan sosial yang sangat kuat.
Berikut peta besar yang seharusnya dipikirkan dan dikembangkan di Yayasan Fikrul Akbar:
1. VISI BESAR: ‘

Dari Sekolah ke Pusat Peradaban Yayasan ini seharusnya berpikir bukan hanya: “Bagaimana anak lulus?”
Tapi:“Bagaimana anak menjadi pemimpin, pengusaha, dan pembangun umat.”
Target jangka panjang: Fikrul Akbar = Pabrik Pemimpin & Pengusaha Muslim Indonesia
2. ARAH KURIKULUM :
Semua unit TK–SMA harus mengarah pada output ini:
Akhlak
Integritas, amanah, disiplin
Ilmu,Sains, teknologi, bahasa, literasi
Entrepreneurship,Dagang, produksi, digital, investasi
Anak Fikrul Akbar harus berani bermimpi besar dan berani membuka usaha, bukan hanya cari kerja.
3. iNTEGRASI TK-SD-SMP- SMA → “Jalur Besar”
Saat ini sekolah-sekolah Bapak masih berdiri sendiri. Harus disatukan menjadi satu sistem besar:
➡️ Bangun mental TK- SD
percaya diri
berani bicara
cinta jual beli (market day, simulasi dagang)
SMP
➡️ Bangun logika bisnis:
proyek mini usaha
koperasi siswa
literasi uang & investasi
SMA
➡️ Bangun wirausaha nyata:
punya usaha
bisa jual online
paham laporan keuanganTarget: Lulusan SMA Fikrul Akbar minimal punya 1 skill bisnis.

4.PELATIHAN EKONOMI UMAT
Pelatihan Ekonomi Umat → Mesin Bisnis Yayasan Ini aset emas. Harus naik level menjadi:Pusat Inkubasi Pengusaha Umat Isinya
pelatihan UMKM
koperasi produktif
distribusi produk jamaah
brand bersama
akses modal
Bayangkan: Fikrul Akbar bukan hanya punya sekolah, tapi juga:ratusan pedagang ratusan produsen jaringan distribusi Ini yang akan membuat yayasan mandiri dan besar.
5. MOEL KEUANGAN BARU : BUKAN BERGANTUNG SPP
Yayasan besar tidak hidup dari SPP saja.Fikrul Akbar harus punya:Sumber Contoh Unit usaha
koperasi, minimarket, produksi, Investasi properti, usaha umat Pendidikan bisnis kursus, pelatihan
ZISWAF produktif, wakaf usaha.
Target: Sekolah gratis bisa hidup dari bisnis umat.

6. BRANDING : “SEKOLAH PENGUSAHA UMAT”
Positioning ke masyarakat: “Kalau ingin anak pintar → sekolah biasa
Kalau ingin anak jadi pemimpin & pengusaha → Fikrul Akbar”
Ini akan sangat kuat secara nasional.
7. ROADMAP 10 TAHUN
Fikrul Akbar seharusnya membidik: jaringan sekolah nasional,kampus wirausaha, holding bisnis umat,ribuan alumni pengusaha, Itulah makna Berpikir Besar. Insya Allah Yayasan Fikrul Akbar yang kalau diarahkan dengan benar, bisa menjadi ikon kebangkitan ekonomi umat Indonesia,

Pendidikan karakter menurut Islam adalah usaha sadar yang dilakukan pendidik kepada peserta didik untuk membentuk kepribadian peserta didik yang mengajarkan dan membentuk moral, etika, dan rasa berbudaya yang baik serta berakhlak mulia yang berpedoman pada nilai-nilai Al-quran dan Sunah Nabi Muhammad Sallahualaihiwassalam , Berikut ini empat basis karakter di SDIT Fikrul Akbar Cendekia


Perwujudan Visi dan Misi
Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, SD Islam Fikrul Akbar Cendekia memiliki cara

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) semakin populer di kalangan orang tua yang mencari pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik tetapi juga nilai-nilai agama. Dengan pendekatan yang mengintegrasikan kurikulum umum dengan pembelajaran agama, SDIT menawarkan berbagai kelebihan. Beberapa program unggulan di SDIT fikrul akbar cendekia diantaranya adalah


