Kategori: baitulmaal

  • ZAKAT BUKAN SEKEDAR MEMBERI TAPI MENGANGKAT KEHIDUPAN

    ZAKAT BUKAN SEKEDAR MEMBERI TAPI MENGANGKAT KEHIDUPAN

    ۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ
    ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
    Artinya: Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    Penulis: Shofyan Hadi, ST., M.Ag
    (Pengelola BMM Fatimah Fikrul Akbar)

    Zakat mengajarkan umat Islam untuk peduli terhadap saudara-saudaranya yang kurang mampu. Islam menekankan bahwa seorang Muslim harus saling membantu dan menguatkan, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

    مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

    “Perumpamaan kaum mukminin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut merasakan sakit dengan demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Zakat bukan sekadar kewajiban tahunan yang ditunaikan untuk menggugurkan tanggung jawab. Lebih dari itu, zakat adalah instrumen keadilan sosial dalam Islam yang memiliki kekuatan besar untuk mengangkat kehidupan umat.

    Allah telah menjelaskan dengan tegas dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60 bahwa zakat diperuntukkan bagi delapan golongan, di antaranya fakir dan miskin. Artinya, zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga solusi nyata untuk mengatasi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

    Di sekitar kita, masih banyak saudara-saudara yang berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang kesulitan membeli bahan makanan, ada yang tidak memiliki modal usaha, bahkan ada yang harus berhutang hanya untuk bertahan hidup.

    Di sinilah zakat memainkan perannya.

    Selama ini masyarakat sering mengenal zakat dalam bentuk bantuan konsumtif seperti sembako atau santunan. Bantuan seperti ini tentu sangat penting untuk meringankan beban mereka yang sedang mengalami kesulitan.

    Namun zakat juga memiliki dimensi yang lebih luas, yaitu memberdayakan. Para ulama menjelaskan bahwa zakat dapat diberikan dalam bentuk bantuan yang membantu mustahik memiliki sumber penghasilan, seperti modal usaha atau alat kerja.

    Dengan cara ini, zakat tidak hanya membantu seseorang untuk bertahan hari ini, tetapi juga membuka jalan agar ia mampu berdiri di atas kakinya sendiri.

    Bayangkan jika seorang kepala keluarga yang sebelumnya kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya mendapatkan bantuan modal usaha kecil. Dari usaha tersebut ia bisa menafkahi keluarganya dengan lebih baik. Anak-anaknya dapat melanjutkan pendidikan. Kehidupan keluarganya perlahan berubah.

    Inilah makna zakat yang sesungguhnya: bukan sekadar memberi, tetapi mengangkat martabat kehidupan.

    Sejarah Islam juga mencatat bagaimana zakat mampu menjadi solusi sosial yang luar biasa. Pada masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, pengelolaan zakat dilakukan dengan sangat amanah dan terarah hingga pada suatu masa hampir tidak ditemukan lagi orang yang berhak menerima zakat.

    Hal ini menunjukkan bahwa jika zakat dikelola dengan baik dan didukung oleh kesadaran umat untuk menunaikannya, maka dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

    Oleh karena itu, kami mengajak para muzakki dan donatur untuk bersama-sama menunaikan zakat melalui program penyaluran yang amanah dan tepat sasaran. Zakat yang terkumpul akan disalurkan kepada para mustahik dalam berbagai bentuk bantuan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka.

    InsyaAllah, setiap rupiah zakat yang ditunaikan bukan hanya menjadi pembersih harta, tetapi juga menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan.

    Rasulullah ﷺ bersabda bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah. Justru dengan zakat, Allah membuka pintu keberkahan yang lebih luas dalam kehidupan kita.

    Semoga zakat yang kita tunaikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta menjadi sebab hadirnya keberkahan dalam harta, keluarga, dan kehidupan kita.

    Mari sempurnakan ibadah kita dengan zakat terbaik.

    Karena boleh jadi, dari zakat yang kita keluarkan hari ini, ada senyum yang kembali terukir di wajah saudara kita.

    Wallahu a’lam.

  • MEMBERIKAN MAKANAN YANG DISUKAINYA KEPADA ORANG MISKIN, ANAK YATIM DAN ORANG YANG DITAWAN

    MEMBERIKAN MAKANAN YANG DISUKAINYA KEPADA ORANG MISKIN, ANAK YATIM DAN ORANG YANG DITAWAN

    وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا. إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورً

    “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. (Seraya berkata): Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena Allah, kami tidak menghendaki balasan darimu dan tidak pula ucapan terima kasih.” (QS. Al-Insan: 8-9)


    Sebaik-baik teladan ialah:{ وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ } “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya” Hammad bin Abi Sulaiman biasa membe i makanan berbuka puasa setiap malam di bulan Ramadhan untuk lima puluh orang, ketika malam hari raya tiba ia akan memberi mereka pakaian dan memberi mereka uang.
    Referensi: https://tafsirweb.com/11736-surat-al-insan-ayat-8.html

    Setiap saya selesai khutbah dan memimpin shalat Jum’at di masjid Darussalam Bogor (dan di banyak masjid lainnya), ada satu kegembiraan khusus di kalangan anak-anak. Selepas salam, mereka berhamburan mengejar sebungkus nasi Jum’at berkah. Bagi sebagian orang, pemandangan itu mungkin biasa saja. Tapi coba lihatlah dengan mata bathin, anak-anak itu bergembira selesai menunaikan shalat sebab langsung dapat konsumsi makan siang. Isi paketnya boleh jadi hanya nasi, bihun, ayam goreng, kerupuk dan (tak ketinggalan) sambal. Tapi hidangan sederhana itu mendatangkan kebahagiaan. Dan amalan mendatangkan kebahagiaan saja sudah sudah berpahala.

    Dalam hitam-putih fiqih, menyantuni anak yatim dan memberi makan orang yang membutuhkan adalah sedekah. Namun dalam kacamata tasawuf, menyaksikan senyum merekah di bibir mungil mereka adalah idkhalus surur — yaitu memasukkan kebahagiaan ke hati saudara mukmin — yang disebut Nabi sebagai amal paling utama.

    Keutamaan Idkhalus Surur

    Para ulama seperti Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Bujairimi menyebut bahwa memasukkan kebahagiaan ke hati orang beriman termasuk sepuluh hal terpuji dalam silaturahim. Bahkan beliau mengutip hadits:

    وَقَدْ وَرَدَ فِي الْخَبَرِ إنَّ أَفْضَلَ الْأَعْمَالِ إدْخَالُ السُّرُورِ عَلَى الْمُؤْمِنِ

    “Telah disebutkan dalam sebuah hadits: Sesungguhnya amal yang paling utama adalah idkhalus surur, yaitu memasukkan kebahagiaan ke dalam hati orang mukmin.”

    Subhanallah. Ternyata nasi bungkus yang kita bagikan setiap Jumat bukan sekadar karbohidrat dan protein. Ia adalah kendaraan pahala yang melaju cepat menuju Arsy, hanya karena di ujung perjalanannya ada senyuman tulus seorang anak.

    Hari Jumat: Waktu Mustajab untuk Bersedekah

    Hari Jumat adalah sayyidul ayyam, pemimpin semua hari. Rasulullah ﷺ bersabda:

    خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا

    “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ia dimasukkan ke surga, dan hari ia dikeluarkan darinya.” (HR. Muslim)

    Pada hari yang agung ini, sedekah memiliki keutamaan berlipat ganda. Imam Al-Syafi’i meriwayatkan dalam Al-Umm:

    بَلَغَنَا عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنِّي أُبَلَّغُ وَأَسْمَعُ. قَالَ: وَيُضَعَّفُ فِيهِ الصَّدَقَةُ

    “Telah sampai kepadaku dari Abdullah bin Abi Aufa bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Perbanyaklah shalawat kepadaku di hari Jumat, sesungguhnya shalawat itu tersampaikan dan aku dengar. Nabi juga bersabda: Dan di hari Jumat pahala sedekah dilipatgandakan.”

    Maka Jumat berkah di masjid kita ini bukan sekadar rutinitas. Ia adalah momentum mengejar pelipatgandaan pahala. Satu bungkus nasi yang kita berikan dengan ikhlas, oleh Allah dikalkulasi dengan sistem ganda yang tidak pernah bisa dihitung manusia.

    Teladan dari Zaman Nabi

    Yang menarik, tradisi makan siang setelah Jumat ternyata sudah ada sejak masa kenabian. Dalam Shahihain, dari Sahal bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, beliau bercerita:

    كُنَّا نَفْرَحُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ… كَانَتْ لَنَا عَجُوزٌ تُرْسِلُ إِلَى بُضَاعَةَ… فَتَأْخُذُ مِنْ أُصُولِ السِّلْقِ فَتَطْرَحُهُ فِي قِدْرٍ وَتُكَرْكِرُ حَبَّاتٍ مِنْ شَعِيرٍ… فَإِذَا صَلَّيْنَا الْجُمُعَةَ انْصَرَفْنَا وَنُسَلِّمُ عَلَيْهَا فَتُقَدِّمُهُ إِلَيْنَا فَنَفْرَحُ مِنْ أَجْلِهِ

    “Kami sangat gembira bila tiba hari Jumat. Ada seorang nenek tua yang pergi ke kebun di Madinah, mengambil ubi dan memasukkannya ke periuk, juga membuat adonan dari biji gandum. Apabila kami selesai shalat Jumat, kami pergi mengucapkan salam padanya, lalu ia menyuguhkan makanan itu untuk kami. Karena itulah kami sangat gembira.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Lihatlah! Bahkan para sahabat saja bergembira dengan makanan sederhana dari seorang nenek. Maka jangan pernah remehkan nasi bungkus kita. Yang sederhana di mata kita, bisa menjadi puncak kebahagiaan di hati anak-anak yatim dan dhuafa. Dan kebahagiaan merekalah yang kelak menjadi saksi di hadapan Allah.

    Memberi Makan: Jalan Menuju Surga

    Allah memuji hamba-Nya yang gemar memberi makan:

    وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا. إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

    “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang3 ditawan. (Seraya berkata): Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena Allah, kami tidak menghendaki balasan darimu dan tidak pula ucapan terima kasih.” (QS. Al-Insan: 8-9)

    Rasulullah ﷺ juga bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Salam:

    يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ بِسَلَام

    “Wahai manusia! Tebarkanlah salam, berilah makan, shalatlah di saat manusia tidur, niscaya kalian masuk surga dengan penuh kesejahteraan.” (HR. Tirmidzi, shahih)

    Bahkan dalam hadits lain, Rasulullah menjamin kedekatan posisi di surga bagi yang menyantuni anak yatim:

    كُنْتُ أَنَا وَهُوَ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ وَفَرَّقَ بَيْنَ أُصْبُعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

    “Aku dan dia (penanggung anak yatim) di surga seperti dua jari ini,” Nabi memisahkan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Ahmad)

    Kebahagiaan yang Mengalirkan Pahala

    Setiap Jumat, anak-anak itu pulang dengan tangan mengepal nasi bungkus. Mereka tidak paham konsep idkhalus surur, tidak mengerti definisi sedekah Jumat. Tapi dada mereka hangat, perut mereka kenyang, dan hati mereka ceria. Itu cukup.

    Di sisi lain, para donatur dan panitia mungkin tidak pernah bertemu langsung dengan anak-anak itu. Namun pahalanya tetap mengalir. Rasulullah ﷺ bersabda:

    مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

    “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia bersilaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Bukankah memberi makan anak-anak yatim dan dhuafa ini adalah bentuk silaturahim yang paling nyata?

    Jumat depan, ketika anak-anak itu kembali berhamburan mengejar nasi berkah, coba sapa mereka. Lihat matanya yang berbinar. Itulah investasi akhirat yang cair setiap pekan. Sederhana, tapi tak ternilai.

    Semoga Allah menerima sekian bungkus nasi yang telah terbagi, sekian senyum yang telah terukir, dan menjadikannya bekal kita menuju surga-Nya. Aamiin. Sumber Oleh: Inayatullah A. Hasyim / Tausiyah Harian)

  • FUNNELING DAKWAH BUKAN SEKEDAR TAHU TAPI JUGA MENGAMALKAN/LOYAL

    FUNNELING DAKWAH BUKAN SEKEDAR TAHU TAPI JUGA MENGAMALKAN/LOYAL

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

    “ Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. “ (Ash Shaf 2-3)

    Funneling adalah istilah dalam pemasaran yang merujuk pada proses strategis mengarahkan calon pelanggan atau audiens melalui berbagai tahapan, mulai dari kesadaran hingga tindakan tertentu, seperti pembelian, pendaftaran, ataupartisipasi dalam sebuah program. Proses ini digambarkan seperti corong (funnel), di man a jumlah orang yang masuk di bagian atas (kesadaran) akan menyusut hingga hanya sebagian kecil yang mencapai bagian bawah (tindakan)

    1. Awareness (Kesadaran/Pengenalan) Ini adalah tahap teratas (Top of the Funnel) di mana dakwah disebarkan secara luas untuk menarik perhatian khalayak umum (non-follower atau masyarakat awam). 

    2. Interest (Minat/Ketertarikan) Pada tahap ini (Middle of the Funnel), audiens yang sudah sadar mulai tertarik dan ingin tahu lebih banyak

    4. Action/Conversion (Tindakan/Perubahan) Ini adalah tahap Close/Conversion, di mana audiens mengambil tindakan nyata sesuai ajaran dakwah

    5. Loyalty/Advocacy (Loyalitas/Keistiqomahan) Tahap akhir di mana pengikut dakwah menjadi loyal dan aktif menyebarkan kebaikan (advocacy

    Funneling marketing (corong pemasaran) dalam dakwah Islam adalah strategi sistematis untuk mengajak audiens mengenal, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam secara bertahap, mirip dengan tahapan konsumen mengenal produk hingga menjadi pelanggan loyal. Dalam konteks dakwah, tujuannya bukan menjual produk, melainkan membawa mad’u (objek dakwah) dari sekadar “tahu” menjadi “mengamalkan” (loyal)(Sumber : ACHMAD SYARIF(Board of Director Pesantrenterbuka.id 2024-sekarang.) Sabtu, 21 Desember 2024

  • MASJID INOVATIF MELAHIRKAN SOLUSI BAGI UMAT

    MASJID INOVATIF MELAHIRKAN SOLUSI BAGI UMAT

    لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُوا۟ ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ

    Artinya: Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.

  • MARI BERKOLABORASI MEWUJUDKAN MASJID BERDAYA DAN BERDAMPAK

    MARI BERKOLABORASI MEWUJUDKAN MASJID BERDAYA DAN BERDAMPAK

    وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا
    “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS:An-Nisaa 9)

    Pemberdayaan ekonomi berbasis masjid merupakan upaya optimalisasi peran masjid dalam pengembangan ekonomi dan keuangan masyarakat. Masjid mempunyai peranan yang strategis dalam mencapai kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat karena merupakan pusat kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat, khususnya dalam penggalangan dana sosial Majelis Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF).Potensi dan strategi pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.

    MASJID YANG BERDAYA DAN MANDIRI AKAN LEBIH MUDAH MENJALANKAN PERAN PEMBERDAYAAN

    “Tugas kita hanyalah menanam setiap benih kebaikan.Soal siapa yang akan memanen, biarlah menjadi bagiandari ikhtiar generasi selanjutnya.”Mari Berkolaborasi dalam mewujudkan Masjid yang Berdaya dan Berdampak.

  • BANYAK MASJID SUDAH IKHLAS , SUDAH BERKHIDMAT TAPI BELUM PUNYA SISTEM

    BANYAK MASJID SUDAH IKHLAS , SUDAH BERKHIDMAT TAPI BELUM PUNYA SISTEM

    Saatnya Masjid Berbenah dengan Sistem Qur’an. Masjid bukan hanya tempat shalat. Masjid adalah pusat amanah umat.Di dalamnya ada zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF)—harta titipan jamaah yang akan dimintai pertanggungjawaban bukan hanya di dunia, tapi juga di hadapan Allah.

    Namun mari jujur sejenak Banyak masjid sudah ikhlas, sudah lelah berkhidmat, tapi belum punya sistem.

    Akibatnya:
    1.Pencatatan seadanya
    2. Laporan jarang diumumkan
    3. Semua bergantung pada satu-dua orang
    4. Wakaf tidak terdokumentasi rapi
    5. Muncul prasangka, padahal niatnya baik

    Masalahnya sering bukan niat, tapi ketiadaan sistem. Amanah dalam Al-Qur’an: Bukan Sekadar Jujur, tapi Harus Tertib. Allah berfirman:

    إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا

    يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا
    Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

    Ayat ini menegaskan satu hal penting: Amanah itu perintah publik, bukan hanya akhlak pribadi.

    Dalam konteks masjid: •Dana ZIS bukan milik pengurus, tapi hak mustahik •Wakaf bukan aset bebas, tapi amanah wakif yang terikat peruntukan. •Keputusan penyaluran harus adil, tercatat, dan bisa dijelaskan
    Amanah = niat baik + sistem yang benarSudah Saling Percaya” ≠ Bebas dari Pencatatan

    Allah juga berfirman: ۞ وَإِن كُنتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا۟ كَاتِبًا فَرِهَٰنٌ مَّقْبُوضَةٌ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ ٱلَّذِى ٱؤْتُمِنَ أَمَٰنَتَهُۥ

    وَلْيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا۟ ٱلشَّهَٰدَةَ ۚ وَمَن يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُۥٓ ءَاثِمٌ قَلْبُهُۥ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

    Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan“ (QS Al-Baqarah: 283)

    Artinya: Kepercayaan bukan alasan untuk tidak mencatat , Justru semakin dipercaya, semakin wajib tertib (Sumber : Shofyan Hadi, ST., M.Ag (Praktisi Kemasjidan)

  • APAKAH TUHAN BISA MENYELAMATKANYA?ALI, DOKTER DI TENGAH “NERAKA” GAZA

    APAKAH TUHAN BISA MENYELAMATKANYA?ALI, DOKTER DI TENGAH “NERAKA” GAZA

    “Hari-hari ini membawa luka yang paling menghancurkan…” ungkapnya.

    Saat tengah menangani seorang gadis kecil yang tubuhnya berlumur darah, Ali menjadi saksi detakan jantung terakhir anak itu.

    Bukan sesekali. Kejadian itu terus berdatangan setiap hari. Entah berapa banyak nyawa dengan berbagai usia, dihadapkan padanya dalam kondisi seperti gadis kecil tadi.

    Astaghfirullah… Astaghfirullah… Astaghfirullahal-‘azhim

    Sahabat Peduli, teruslah lantangkan suaramu, kokohkan kepedulianmu untuk berasama-bersama kita #PeduliPalestinaBosan, lelah? Bagaimana dengan dokter Ali yang terus bertahan di tengah porak-porandanya genosida demi menyelamatkan nyawa?

    Peduli Palestina adalah bukti kemanusiaan. #PeduliPalestina juga tolak ukur tingkatan keimanan.

    💳 Transfer “Peduli Palestina”
    BSI 42004 42003 a.n DT Peduli 💳 Rekening Transit BCA 777 0333 151 a.n. DT Peduli Infaq Khusus

  • ASOFA PEDULI : AKSELERASI SODAKOH FIDDUNYA WAL AKHIRAT

    ASOFA PEDULI : AKSELERASI SODAKOH FIDDUNYA WAL AKHIRAT

    1. وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنٰكُم (Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu)
      Yakni berinfaklah sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu dalam jalan kebaikan.
      Pendapat lain mengatakan yang dimaksud adalah dengan menunaikan zakat yang diwajibkan.

    مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ(sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu)
    Dengan datangnya sebab-sebab kematian atau tanda-tandanya.

    فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ(lalu dia berkata, “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi) Yakni tidakkah Engkau memberiku kesempatan lagi dan menunda kematianku sebentar saja.

    فَأَصَّدَّقَ(maka aku dapat bersedekah) Yakni sehingga aku dapat menyedekahkan hartaku.
    وَأَكُن مِّنَ الصّٰلِحِينَ(dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh
    Referensi: https://tafsirweb.com/10932-surat-al-munafiqun-ayat-10.html

    Dasar Pemikiran

    “Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang
    kematian kepada salah seorang di antara kamu;lalu ia berkata, ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau
    menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk
    orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Munafiqun: 10)
    Ayat ini menggambarkan penyesalan terdalam manusia setelah wafat — ingin hidup kembali
    hanya untuk bersedekah.Mengajak umat islam untuk mengakselerasi(mempercepat) amal kebaikan, terutama
    sedekah, selagi masih hidup sebelum terlambat dan menyesal.

    Tujuan Program ASOFA

    Mengajak umat islam untuk mengakselerasi (mempercepat) amal kebaikan, terutama sedekah, selagi masih hidup sebelum terlambat dan menyesal

    Mengapa Sedekah Harus Segera dilaksanakan

    # Kita tidak tahu kapan ajal akan datang.
    #Sedekah menjadi penolong di alam kubur dan akhirat.
    #Pahala sedekah terus mengalir walaupun sudah wafat, selama manfaatnya masih dirasakan

  • KEBAIKAN PADA DIRI SEORANG MUKMIN

    KEBAIKAN PADA DIRI SEORANG MUKMIN

    Kebaikan Pada Diri Seorang Mukmin

    عَنْ صُهَيْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم

    عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ
    خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

    Diriwayatkan dari Shuhaib radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
    “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

    BELAJAR MENANAM BENIH UNTUK KEBAIKAN ALAM DAN MENCINTAI CIPTAAN ILAHI DI LAHAN P2EKOMAS MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

    Pelajaran yang terdapat dalam hadist:

    1- Seseorang mukmin adalah manusia yang menakjubkan. Menghadapi hidup ini selalu sukses.

    • Mendapatkan cobaan yang menyakitkan, sabar, Allah akan memberikan kebaikan (diberi pahala, diampuni dosa, dihapus azab di akhirat), mendapatkan cobaan lagi, sabar lagi,
      Allah memberikan kebaikankan lagi, puncaknya kebaikan yang diberikan bagi orang yang sabar adalah surga.
      2-Merupakan sunnatullah yang berlaku pada para hamba-Nya. Oleh karena itulah, kita melihat manusia ini berbeda kondisi kehidupannya. Ada yang hidup dengan sehat, harta yang melimpah, fasilitas dan kedudukan. Ada juga yang ditakdirkan hidup dengan kurang sehat lagi pas-pasan. Bahkan ada juga yang hidup fakir miskin dan tidak punya apa-apa.
      3-Syukur tidak akan mungkin bisa terwujud jika tidak diawali dengan keridhaan.
      Orang yang mendapatkan penghasilan yang sedikit, pendapatan yang pas-pasan, tidak akan bisa bersyukur jika tidak ada keridhaan. Demikian pula orang yang diberi kelancaran rizki dan harta yang melimpah, akan terus merasa kurang dan tidak akan bersyukur jika tidak diiringi keridhaan.
      4- Sabar tidak akan terwujud tanpa adanya keyakinan (akan takdir Allah), semakin yakin, semakin ringan menghadapi berbagai macam cobaan.
    • Mendapatkan nikmat yang menyenangkan, bersyukur, Allah akan menambah nikmat, bersyukur lagi, tambah nikmat lagi puncaknya nikmat bagi orang yang bersyukur adalah surga.

    NIKMAT YANG MENYENANGKAN BERSAMA-SAMA BERMAIN DI TERAS MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

    Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran

    1- Merupakan sunatullah yang berlaku pada hambanya lapang dan sempit, nikmat yang menyenangkan dan cobaan yang menyakitkan.

    وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

    Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
    [Surat Al-Araf : 168]

    2- Balasan orang yang bersyukur

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

    Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.[Surat Ibrahim : 7]

    3- Balasan orang yang sabar

    إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
    [Surat Az-Zumar : 10].(Sumber: Ustadz Muslih Rosyid)

    MENEBAR KEBAIKAN MENJADI ORANG BAIK MELAYANI UMMAT BERSAMA FIKRUL AKBAR

  • PELATIHAN GERAKAN MENULIS AL-QUR’AN PENGENALAN PROGRAM AIR BERSIH DAN LISRIK UNTUK RAKYAT

    PELATIHAN GERAKAN MENULIS AL-QUR’AN PENGENALAN PROGRAM AIR BERSIH DAN LISRIK UNTUK RAKYAT

    HADIRILAH GELISAN (GERAKAN MENULIS AL QUR’AN)
    BAITULMAAL FATIMAH FIKRUL AKBAR PEDULI 
    📖 Acara
    Pelatihan Menulis Al Qur’an, serta pengenalan program air bersih mandiri & listrik untuk Masyarakat.

      PEMATERI/TRAINER :
      UJANG KOSWARA – Owner Limar (Listrik Mandiri Rakyat)

      -Tenaga pengajar,Jurusan Desain Engineering PMS-ITB
      -Owner PT.Buatan Guna Indonesia

      • Owner PT. Catur Reka Pilarindo
      • Pendiri,Penggiat dan Relawan di Yayasan PIlar Peradab
      • Pengurus ICMI Pusat

      PENGHARGAAN :

      • Pahlawan untuk Indonesia 2017 versi MNC Group.
      • Mitsubitsi Award Internasional 2017

      🕌 TEMPAT :
      MASJIDFATIMAH BABELAN KOTA https://maps.app.goo.gl/eAdTAtx6RmnWNRBn8?g_st=aw
      Jazaakumullahu Khairan.katsiro.

      📅 WAKTU :
      SENIN 19 Mei 2025
      12.15 – 14.00 WIB

      CP : 0813 8354 2001
      By : p2ekomas.fikrulakbar.org
      P2EKOTREN
      P2EKODES
      baitulmaalfatimah.id
      fikrulakbar.org
      lpk.fikrulakbar.org
      TKIT-TAUD-SD-SMP
      FIKRUL AKBAR ISLAMIC SCHOOL (FAIS)
      ASOFA MART
      FAIS MART
      KLINIK SEHAT ASOFA
      ASOFA PEDULI
      DKM FATIMAH FA
      TRANING & BUSINESS CENTER ASOFA BUILDING
      BUMM FATIAMAH FA