Kategori: pelatihan

  • ANJURAN MENGHADIRI SHOLAT BERJAMAAH ISYA DAN SHUBUH BERJAMAAH

    ANJURAN MENGHADIRI SHOLAT BERJAMAAH ISYA DAN SHUBUH BERJAMAAH

    TADABUR AL-QURAN DAN HADIS

    أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

    Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

    Allah SWT berfirman kepada RasulNya SAW untuk mengerjakan shalat fardu pada waktunya (Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir) Dikatakan bahwa maknanya adalah tenggelamnya matahari,
    Diriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan “duluukiha” adalah tergelincirnya matahari.
    Berdasarkan hal ini maka ayat ini mengandung makna keterangan tentang waktu shalat lima waktu.

    Berdasarkan firmanNya: (dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam) yaitu kegelapan malam, dan dikatakan yaitu terbenamnya matahari. Dapat diambil dari makna ayat ini yaitu waktu zhuhur, ashar, maghrib dan isya’.
    Firman Allah: (dan (dirikanlah pula shalat) Subuh) yaitu shalat subuh.
    (Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)) dari Ibnu Mas’ud, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW tentang dengan firmanNya: (dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)) beliau bersabda,”Shalat subuh disaksikan para malaikat di malam hari dan para malaikat di siang hari.
    Referensi : https://tafsirweb.com/4682-surat-al-isra-ayat-78.html

    KAJIAN ILMIAH BADA MAGRIB DILANJUTKAN SHOLAT ISYA BERJAMAAH DI MASJID FATIAMAH FIKRUL AKBAR SETIAP MALAM SENIN

    عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُول اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُوْلُ : (( مَنْ صَلَّى العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ ، فَكَأنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ في جَمَاعَةٍ ، فَكَأنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ )) رواه مُسْلِمٌ .

    Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang melaksanakan shalat Isya berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan shalat separuh malam. Dan barangsiapa yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah, maka seolah ia telah melaksanakan shalat semalaman penuh.’” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 656]

    وَفِي رِوَايَةِ التِّرْمِذِي عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – :

    (( مَنْ شَهِدَ العِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفَ لَيلَةٍ ، وَمَنْ صَلَّى العِشَاءَ وَالفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ ، كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ )) قَالَ التِّرْمِذِي : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ )) .

    Dalam riwayat Tirmidzi, dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menghadiri shalat Isya berjamaah, maka baginya shalat separuh malam. Dan barangsiapa yang melaksanakan shalat Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya seperti shalat semalaman.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits ini hasan shahih.) [HR. Tirmidzi, no. 221]

    Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :

    1- Dianjurkan menjaga shalat Isya dan Shubuh secara berjamaah. Karena kalau dua shalat ini dijaga, tentu shalat lainnya dijaga pula.

    2- Menjaga shalat Isya dan Shubuh merupakan tanda iman. Karena ketika itu keadaan gelap dan sedang menikmati makan malam.

    3- Yang meninggalkan shalat Isya dan Shubuh hanyalah munafik dan orang yang punya uzur.

    4-Keutamaan shalat Isya berjamaah seperti melaksanakan shalat separuh malam.

    5- Keutamaan shalat Shubuh berjamaah seperti melaksanakan shalat semalam penuh.

    Tema hadist yang berkaitan dengan al quran :

    • Bahwa salat Subuh itu disaksikan oleh para malaikat yang telah bertugas di malam hari dan para malaikat yang akan bertugas di siang hari.

    إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

    Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (Al- Isra: 78).

    PEMBINAAN SANTRI FIKRUL AKBAR DENGAN SHOLAT SUBUH DAN ISYA BERJAMAAH DI ACARA MABIT

  • BRANDING DUA PROGRAM BAITULMAAL MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

    BRANDING DUA PROGRAM BAITULMAAL MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

    Memberi makan adalah salah satu kunci masuk surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

    أَفْشُوا السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ

    Sebarkan salam/kedamaian, berilah makanan, sambunglah silaturahim, shalatlah di malam hari ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan penuh keselamatan. (HR. Ibnu Majah dan Ahmad; shahih)

    Islam menghendaki manusia saling tolong menolong. Maka jika ada yang membutuhkan, hendaklah ditolong dan umat Islam harus menjadi pelopor dalam menolong orang lain. Apalagi jika yang dibutuhkan adalah makanan.

    APA ITU SERASI

    Serasi merupakan Gerakan sedekah beras untuk masyarakat sekitar terutama yang membutuhkan (yatim, dhuafa, janda, dan fakir miskin, dll) agar kebutuhan beras mereka tercukupi di setiap bulanya. Gerakan ini sebagai bentuk ikhtiar untuk memberikan akses untuk para muhsinin ( orang-orang yang ingin berbuat baik ) agar sedekahnya sampai kepada penerimanya dengan lebih mudah dan tepat sasaran.

    Siapa pengelolanya?

    Gerakan ini dikelola oleh Baitulmaal Masjid Fatimah Fikrul Akbar, bekerjasama dengan pemuda/relawan Masjid Fatimah sebagai pelaksananya.

    Siapa penerimanya?
    Beras akan di distribusikan kepada masyarakat sekitar terutama yang membutuhkan seperti yatim, dhuafa, fakir miskin, dan para janda area Bekasi secara khusus dan umumnya seluruh Indonesia.

    Besaran distribusi akan disesuaikan dengan jumlah donasi setiap bulanya. Distribusi dilakukan dengan cara diantarkan ke rumah calon penerima yang sudah terdata setiap bulanya.

    PENYALURAN GERAKAN SODAKOH BERAS BERJAMAAH BAITULMAAL MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR KE MUSIBAH BANJIR DI RUMAH BAPAK RW 08.BABELAN KOTA KAB. BEKASI

    Pengumpulan & Durasi Donasi?

    Pengumpulan dilakukan setiap hari di Masjid Fatimah FA, tim BMF akan menyediakan media untuk berdonasi berupa stand yang ditempatkan di teras masjid.

    Durasi donasi adalah sesuai komitmen ( 1 tahun atau 2 tahun atau selama program berjalan ) yang telah dipilih oleh donatur saat melakukan pendaftaran. Dan insyaAllah, demi menjaga keistiqamahan donator dalam bersedekah, tim BMF akan mengingatkan para donator setiap awal bulan untuk melakukan donasi.

    Berupa jumlah donasinya?

    Donasi bisa berupa beras langsung atau uang tunai, adapun untuk jumlah tidak dibatasi (semampunya).

    Feed back dari program ini?

    Setiap bulanya, tim BMF akan mengirim dokumentasi sebaran distribusi beras dan juga laporan distribusi kepada donatur via nomer Whatsapp atau nomer telp yang sudah di daftarkan oleh donatur saat mengisi formulir pendaftaran. Ini demi menjaga transparansi dan kepercayaan donatur. Para donatur juga dapat mengantarkan sedekah beras secara langsung kepada pihak penerima ( didampingi oleh tim serasi ).

  • SD FIKRUL AKBAR MEMPEROLEH HASIL AKREDITASI “A”DI TAHUN 2024

    SD FIKRUL AKBAR MEMPEROLEH HASIL AKREDITASI “A”DI TAHUN 2024

    Alhamdulillah atas izin Allah Prestasi ini adalah hasil kerja keras bersama dan komitmen kami dalam memberikan pendidikan terbaik.Jazaakumulloh khoiron kepada seluruh siswa, orangtua, guru, staf, dan pihak terkait atas dukungan dan dedikasinya.

    MENUNGGU ARAHAN SEBELUM ACARA BERMAIN BERSAMA DI HALAMAN SD FAIS

    KEHIDUPAN DUNIA DIBANDINGKA DENGAN AKHERAT

    TADABUR AL-QURAN DAN HADIS

    المُسْتَوْردِ بنِ شَدَّادٍ  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قََالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
    مَا الدُّنْيَا في الآخِرَةِ إِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ أُصْبُعَهُ فِي الْيَمِّ . فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ؟
    رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Dari al-Mustaurid Ibn Syaddad Radhiyallahu ‘Anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
    Tidaklah dunia ini dibandingkan dengan akhirat, melainkan seperti jari yang dicelupkan salah seorang di antara kalian ke dalam air laut lalu ditarik kembali. Lihatlah, seberapa banyak air yang melekat di jarinya itu.
    (HR Muslim). Hadist sahih, diriwayatkan oleh Muslim, hadist no. 5101; al-Tirmizi, hadis no. 2245; Ibn Majah, hadist no. 4098; Ahmad, hadist no. 17322, 17323 dan 17332.

    Pelajaran yang terdapat didalam hadist :

    1- Jika engkau ingin mengetahui hakikat dunia bila dibandingkan dengan akhirat, maka letakkan jari telunjukmu ke lautan, kemudian angkatlah, lalu lihat apa yang masih tersisa (di telunjukmu)?! Tidak ada artinya air yang tersisa dibandingkan lautan itu.

    2- Inilah arti dunia dibandingkan dengan akhirat dari sisi masanya yang pendek dan kelezatannya yang fana, serta kelanggengan akhirat dan kenikmatannya; hanya seperti air yang melekat pada telunjuk dibandingkan air laut yang tersisa.

    3- Maka tidaklah nikmat kehidupan dunia dibandingkan akhirat itu kecuali sedikit. Sehingga, seluruh kenikmatan dan kelezatan dunia yang diberikan kepada seluruh makhluk, dinikmati oleh hamba dalam waktu singkat, diliputi dengan kekurangan dan dipenuhi oleh kekeruhan; digunakan manusia berhias dalam masa yang sebentar demi kesombongan dan ria, lalu ia akan binasa dengan cepat dan diikuti dengan kerugian dan penyesalan.

    4- Dan apapun yang diberikan kepada kalian, maka (itu) hanyalah nikmat kehidupan dunia dan perhiasannya, dan apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik dan abadi. Tidakkah kalian menggunakan akal kalian?” Maka apa yang ada di sisi Allah berupa kenikmatan abadi, kehidupan yang menyenangkan, istana dan kegembiraan, itu lebih baik dan abadi; baik kualitas dan kuantitasnya. Ia kekal untuk selamanya.  

    SAAT ISTIRAHAT SANTRI BERMAIN BERSAMA DI ACARA MABIT SANTRI CERIA TIAP AHAD DI HALAMAN FIKRUL AKBAR ISLAMIC SCHOOL

    Tema hadist yang berkaitan dengan al quran :

    • Agar manusia mengambil pelajaran dari perumpamaan ini yang menunjukkan akan lenyapnya dunia dari pemiliknya dengan cepat, tetapi mereka teperdaya olehnya, merasa yakin dan pasti bahwa diri mereka pasti dapat memetik hasilnya pada waktunya, tetapi akhirnya dunia luput dari mereka. Karena sesungguhnya watak dunia itu selalu lari dari orang yang memburunya dan selalu memburu orang yang menghindarinya.

    إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ الأرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالأمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ.

    Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasan­nya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanaman) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir. Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga) dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).(Yunus: 24-25).( Sumber : Ust.Muslih Rosyid)