“Di era digital yang serba cepat, cara mempromosikan produk merupakan kunci dalam menembus pasar dan meningkatkan penjualan“
Media sosial saat ini menjadi platform yang banyak digunakan untuk menjangkau konsumen dan Membangun brandawareness. Promosi produk di media sosial akan membantu Anda menjangkau banyak orang sekaligus.
Cara mempromosikan produk melalui media sosial menawarkan banyak keuntungan bagi bisnis skala kecil maupun besar. Melalui konten yang menarik dan informatif, Anda dapat menarik perhatian calon pelanggan. Sebagai langkah awal hadirilah :
UNDANGAN UMKM & MAJLIS TA’LIM IBU IBU* Majelis ini terbuka untuk UMUM AKHWAT dan GRATIS
Jangan lewatkan momen berharga ini. Mari hadiri….
Tema:STRATEGI BERJUALAN ON LINE.
MAJELIS MUSLIMAH PRENEUR
MUSYAWARAH PERSIAPAN TIM PANITIA SEMINAR DIGITAL MARKETING YAYASAN FIKRUL AKBAR DI METING ROOM HJ TOWER – CANDRABAGA BEKASI
Bersama :
H.Heru Purnomo ST Dr.Ridwan Haris M.Ed Nayla Nur Rosiq✨
Dalam Majelis MuslimahPreneur kita akan… ✅ Pemahaman mendalam tentang makna eunterpreneur dalam kehidup seorang Muslimah ✅ Motivasi untuk menjadi pedagang dari nol sebagai Penguat kesabaran dalam berdagang. ✅ Cara berbisnis on line di era digital agar lebih banyak cuan berdatangan Silahkan membawa sodakoh terbaik disalurkan ke baitulmaalfatimah.id➡️konfirmasi wa.me/0822 2333 9973
Mari ajak keluarga, sahabat, tetangga, dan siapa pun yang kita cintai untuk hadir bersama. insyaAllah setiap langkah mereka akan menjadi pahala yang mengalir juga untuk kita. Mari..bergabung di muslimahpreneur
Setelah sukses terselenggara tiga tahun yang lalu tepatnya dari 14 juni 2022 hngga 16 juni 2022 Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (Diklat BPMI) selenggarakan Workshop Pesantrenpreneur “Marketing Online”, di Aula Al-Fattah Masjid Istiqlal Jakarta.
Workshop yang digagas oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang turut berpartisipasi aktif Pusat Pelatihan ekonomi Umat Berbasis( Masjid P2EKOMAS) LPK FIKRUL AKBAR diikuti para santri, pemuda sampai para pembimbing ini, berlangsung secara aktif membahas ragam trik yang bisa dilakukan guna mendukung peningkatan pengetahuan berbisnis online, maka InsyaAllah di tahun 2025/2026 akan diadakan kembali usulan WORKSHOP bangun koloborasi kembali dengan Pusat Pelatihan Ekonomi Umat Berbasis Masjid (P2EKOMAS) LPK Fikrul Akbar dengan BidangPendidikan dan Pelatihan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (Diklat BPMI) sebagai berikut :
Terbagi menjadi 5 (lima) bidang KOLOBORASI
PENDIDIKAN DAN DAKWAH
KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN MASYARAKAT
EKONOMI UMAT
PENGEMBANGAN REMAJA DAN KOMUNITAS SEKITAR
LINGKUNGAN HIJAU DAN KESEHATAN
Kolaborasi dengan Masjid Istiqlal Jakarta ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan kualitas program pelatihan yang diselenggarakan di masjid, baik dari aspek hard skill (keterampilan teknis) maupun soft skill (keterampilan non-teknis). “Pengembangan soft skill yang baik dan berintegritas merupakan salah satu peran krusial masjid dalam membentuk masyarakat yang berdaya saing dan mandiri serta berkontibusi nyata bagi kemakmuran bangsa.
Mempelajari Bahasa Jepang tentu memiliki tantangan tersendiri, terlebih Bahasa Jepang bukanlah bahasa utama yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat kesulitan dalam mempelajari Bahasa Jepang datang dari berbagai aspek, mulai dari kompleksitas struktur bahasa hingga perbedaan budaya. Meskipun begitu, dengan menggunakan strategi yang tepat, hambatan ini dapat ditaklukkan dan Bahasa Jepang dapat dikuasai dengan lebih efektif. berikut merupakan beberapa strategi yang bisa dicoba untuk memperkuat kemampuan Bahasa Jepang
Mempelajari Hiragana dan Katakana dengan Konsisten
Hiragana dan Katakana adalah dua dari tiga sistem penulisan utama dalam bahasa Jepang. Menguasai kedua sistem ini adalah langkah pertama yang penting. Kesulitan sering muncul karena tidak berlatih cukup sering atau mencoba menghafal semuanya dalam waktu singkat. Karena itu, membuat jadwal latihan harian untuk berlatih membaca dan menulis karakter Hiragana dan Katakana akan sangat membantu dalam memahami konsep dasar Bahasa Jepang
Memahami Struktur Kalimat dan Tata Bahasa
Bahasa Jepang memiliki struktur kalimat yang berbeda dari bahasa Indonesia dan Inggris, yang dapat membingungkan. Misalnya, urutan kata dalam kalimat Jepang sering kali berbeda dari bahasa-bahasa Barat. Strategi yang diperlukan adalah memahami struktur kalimat dan tata bahasa dasar hingga benar-benar paham.
Memperluas Kosakata Secara Efektif
Kosakata merupakan bagian penting dalam pembelajaran Bahasa, karena tanpa mengetahui banyak kosakata, kita akan kesulitan dalam menyusun maupun mengucapkan kalimat dalam Bahasa Jepang. Strategi yang dapat digunakan untuk memperbanyak kosa kata adalah dengan mengelompokkan kosakata sesuai dengan tema, seperti aktifitas sehari-hari, makanan, kendaraan dan lain sebagainya.
Meningkatkan Kemampuan Mendengar dan Berbicara
Kemampuan mendengar dan berbicara sering kali menjadi momok menakutkan dalam mempelajari Bahasa Jepang. Selain karena kesulitan dalam mengikuti percakapan atau berbicara dengan lancar, terkadang ada juga perasaan takut salah dalam menggunakan Bahasa Jepang
Memanfaatkan Waktu Kursus dengan Optimal
Kelas-kelas yang ditawarkan di LPK Fikrul Akbar mengakomodir seluruh hal yang dibutuhkan dalam mempelajari Bahasa Jepang. Beberapa Pelajaran adalah chokai, dokkai, moji goi, dan lain sebagainya. Karena itu, mengikuti kursus dengan sungguh-sungguh akan sangat membantu kamu dalam menguasai Bahasa Jepang.
Sebagai salah satu negara maju di Asia, Jepang menjadi magnet bagi para pekerja migran, termasuk dari Indonesia. Pendapatan yang didapatkan oleh pekerja migran Indonesia yang bekerja di Jepang sanggup mengubah roda nasib kehidupan menjadi lebih baik. Tak heran kalo hari demi hari keinginan masyarakat Indonesia terutama para fresh graduate untuk bekerja di Jepang terus meningkat.
Syarat Diterima Kerja di Jepang
Nah, langkah awal untuk mendapatkan pekerjaan di Jepang adalah kursus atau belajar bahasa jepang. Penguasaan bahasa Jepang jadi salah satu syarat mutlak kalo pengen kerja di Negeri Sakura. Agar kamu lebih semangat untuk belajar bahasa jepang , ArkaLearn bakal beberkan pentingnya kursus bahasa Jepang bagi pekerja migran Indonesia. Simak, baik-baik ya!
BENTUK PEMBELAJARAN KELAS INDUSTRI BAHASA JEPANG Untuk Tokutei Ginou
Bahasa Jepang industri manufaktur adalah salah satu keterampilan paling dicari dalam kolaborasi lintas budaya antara tenaga kerja lokal dan ekspatriat Jepang. Kemampuan ini tidak hanya mendukung komunikasi yang efektif tetapi juga memastikan kelancaran operasional di sektor manufaktur. Bagi karyawan lokal, memahami bahasa Jepang memberikan keunggulan kompetitif, baik untuk mempercepat proses kerja maupun membangun hubungan harmonis di tempat kerja.
Kami memiliki pengalaman luas dalam membantu individu dan perusahaan mencapai kesuksesan melalui pelatihan bahasa Jepang berkualitas, kami siap menjadi partner dan solusi Anda, baik untuk kebutuhan personal maupun industri. (Sumber: Tansai Nihongo)
BEKERJASAMA DENGAN SMK SE-KOTA BEKASI TENTANG PROGRAM BEKERJA DI JEPANG
Syarat umum atau kualifikasi kerja di Jepang memang tidak seketat di Indonesia, tetapi tetap ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon pekerja.
Jepang membuka peluang bagi tenaga kerja asing, terutama di sektor-sektor yang membutuhkan banyak tenaga kerja seperti manufaktur, perhotelan, perawat lansia, hingga teknologi.
Sebelum melamar pekerjaan di Jepang, ada beberapa persyaratan yang perlu kamu persiapkan agar proses Aplikasi berjalan lancar. Berikut beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi:.
Usia
Perusahaan di Jepang biasanya memiliki persyaratan umur tertentu bagi tenaga kerja asing sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilamar
Kemampuan Bahasa Jepang
Meskipun beberapa perusahaan ada yang tidak mensyaratkan harus memiliki kemampuan bahasa jepang, tetapi sebagian besar perusahaan menjadikan sertifikasi (Japanese Language Proficiency Test) JLPT sebagai salah satu persyaratan utama.
Tingkat Pendidikan
Layaknya perusahaan di Indonesia, setiap perusahaan di Jepang juga memiliki kualifikasi tingkat pendidikan yang berbeda dan disesuaikan dengan posisi yang dilamar.
Untuk pekerjaan di sektor manufaktur, pertanian, atau konstruksi, biasanya hanya diperlukan tingkat pendidikan SMA/SMK.
Sementara itu, untuk pekerjaan profesional seperti IT, Teknik, Keuangan, Farmasi, dan Kesehatan, memerlukan minimal gelar Sarjana S1 di bidang terkait.
Medical Check Up
Selain syarat-syarat yang telah dibahas di atas, calon pekerja juga wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat ke Jepang. Beberapa tes kesehatan yang diperlukan seperti:
Pemeriksaan fisik umum
Rontgen paru-paru
Tes darah
Tes urine
Tes penyakit menular seperti TBC dan Hepatitis
Jepang saat ini menghadapi kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor, terutama karena tingginya jumlah penduduk lanjut usia dan menurunnya populasi usia produktif.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Jepang membuka kesempatan bagi tenaga kerja asing, termasuk dari Indonesia, di berbagai bidang berikut:
1, Keperawatan Lansia 2. Pembersih Gedung 3. Kontruksi 4. Industri Pembuatan Kapal dan Kelautan 5. Pengolahan Makanan dan Minuman 6, Jasa Makanan (Restoran) 7. Perhotelan 8 Pertanian 9 .Perikanan 10,Industri Perawatan Mobil 11,Aviasi (Penerbangan) 12. Manufaktur Mesin Industri 13.Industri Informasi, Listrik, Elektronik 14, Material Castin
Demikian penjelasan tentang bagaimana cara melamar pekerjaan di jepang, syarat dan persiapannya Jika kamu masih ragu untuk bekerja di luar negeri, tidak ada salahnya mencari pengalaman dari teman-teman yang lebih dlu nyampe di Jepang , medsos atau yuk terlebih dahulu.mampir ke LPK FIKRUL AKBAR.
Sebagai tindaklanjut MOU Lembaga Pelatihan Kerja (LPK ) Fikrul Akbar dengan PT . Cheria lnvestama Abadi telah dimulai Pelaksanaan roadshow di beberapa Sekolah Lanjutan Atas Kejuruan / SMK di Kota Bekasi , diantaranya SMK Panjatek dan SMK Global Prima.
Peluang Tentang Kerja di Jepang adalah pembahasan utama saat tim LPK Fikrul Akbar dan Tim Ceria , apa persyaratan dan hak kewajiban SMK seperti Kurukulum Bahasa Jepang , bagaimana agar lolos mendapakan Tokutei Ginou sebuah visa keja di Jepang,Dengan visa ini, warga negara asing dapat bekerja di beberapa bidang di Jepang.
Tokutei Ginou merupakan visa kerja yang dibuat untuk memecahkan masalah kekurangan tenaga kerja di Jepang. Dengan visa ini, warga negara asing dapat bekerja di beberapa bidang di Jepang Dengan visa ini juga orang-orang dapat bekerja di Jepang selama 5 tahun.
Persyaratan Tokutei Ginou 1.Usia minimal 18 s/d 25 tahun 2.Memiliki sertifikat JLPT N4 / JFT – Basic A2 / Hyouka Cousho 3.Memiliki sertifikat SSW (ujian khusus bidang pekerjaan) atau senmonkyu bidang pekerjaan yang kamu inginkan 4.Memiliki Ijazah minimal SMK atau setara 5.Memiliki sikap dan mental yang baik 6.Sehat Jasmani rohani 7.Tidak mengidap Efusi Pleura (kondisi akibta merokok, alkohol dll.) 8.Mengisi Formulir dan ikut seleksi 9.Goodloking 10.Mendapatkan ijin orangtua/wali 11. Ideal berat badan proposional dan tinggi badan min laki-laki 160cm, perempuan 155cm 12 .Tidak memiliki alergi akut / kronis 13 Tidak bertato / bekas tato 14.Tidak bertindik / bekas tindik bagi laki-laki 15.Siap bekerja dalam tekanan 16.Tidak memiliki riwayat kriminal 17.Tidak ada ikatan dengan LPK atau lembaga penyalur kerja lainnya 18. Tidak buta warna, tidak minus (jika minus, max minus 2) 19.Tidak memiliki penyakit dalam (Kanker, asma, jantung, hipertensi, hepatitis c, diabetes, TBC, HIV/AIDS,) maupun penyakit bawaan 20.Tidak epilpsi 21.Tidak pernah ataupun sedang menggunakan narkoba 22. Tidak cacat fisik baik bawaan maupun akibat sakit terntentu/kecelakaan 23 .Tidak kecelakaan yang berakibat patah tulang atau bekas operasi
Pernah kepikiran kerja di Jepang dengan Gaji tinggi, pengalaman kerja internasional, budaya dan pemandangan Jepang yang unik memang jadi daya tarik tersendiri di kalangan anak muda yang pengen bekerja sekaligus liburan di luar negeri.
Atau ingin mendapatkan gelar Internasinal sambil kerja di Jepang, Alhamdulillah ada kabar gembira yang :
Ingin KULIAH S1/S2/S3
Ingin KERJA di Jepang
Ingin NABUNG sekitar 20 sd. 40 Jutaan tiap bulannya
Tapi, jangan asal berangkat, ya. Kalau kamu benar-benar serius pengen kerja di Jepang, salah satu jalan amannya yaitu dengan mendaftar keg Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Fikrul Akbar
Apa saja yang bisa didapatkan? # Bergelar Internasional – Program kuliah sambil kerja di Jepang. # Jenjang Pendidikan – S1,S2 & S3 di Universitas Nagoya, Universitas Yamaguchi , dan lain-lain # Peluang Karier – Kesempatan bekerja di 14 Jenis Bidang Kerja/industri
.Rabu, 21 Agustus 2025, bertempat di lakarta Selatan, teiah disepakati suatu MOU antara Yayasan Fikrul Akbar {LPK} , diwakili oleh Dr, Ridwan Haris, M. Ed selaku ketua LPK dan Drs. H.Rubaedi Mardiyanto, MM selaku ketua Yayasan , dengan PT . Cheria lnvestama Abadi Bertempat di Gd Twink JI Kapten Tendean No. 82 ,diwakili oleh Rabitha Chefa Karima selaku Direktur Utama
DR. RIDWAN HARIS M.ED MENANDATANGANI KESEPAKATAN DI KANTOR PT. CHERIA INVESTAMA ABADI BERTEMPAT DI GEDUNG TWINK JL. TENDEAN NO.82 JAKARTA SELATAN
Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan kerjasama dalam penyaluran tenaga kerja ke Jepang dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Meningkatkan peluang kerja bagi siswa Yayasan Fikrul Akbar di Jepang. 2. Membantu CHERIA EDU dalam mendapatkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri/perusahaan Jepang.
Kewajiban LPK Yayasan Fikrul Akbar 1. Memberikan pelatihan dan pembekalan kepada peserta LpK yang akan bekerja di Jepang 2. Memastikan bahwa peserta LPK yang disalurkan memiliki kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri/perusahaan Jepang. 3. Menjaga komunikasiyang baik dengan CHERTA EDU”
MOU ANTARA KETUA LPK YAYASAN FIKRUL AKBAR DIWAKILI DR. RIDWAN HARIS M.ED DENGAN RABITHA CHEFA KARIMA SELAKU DIREKTUR UTAMA PT. CHERIA INVESTAMA ABADI .
Kewajiban CHERIA EDU 1. Memberikan inforrnasi tentang lowongan pekerjaan di Jepang kepada yayasan Fikrul Akbar 2. Melakukan seleksi terhadap peserta LPK yang direkomendasikan oleh LPK YayasaFikrul Akbar secara objektif dan transparan. 3. Memberikan pelatihan dan pembekalan kepada peserta LPK yang terpilih sebelum keberangkatan ke .Iepang. 4. Menjaga komunikasi yang baik dengan Yayasan Fikrul Akbar
Peserta LPK Yayasan Fikrul Akbar yang dapat disalurkan ke Jepang melalui CHERIA EDU harus memenuhi syarat sebagai berikut:- – – – – 1. Memilikisertifikat N4 dan SSW. 2. Sehat jasmani dan rohani. 3. Memiliki kemampuan bahasa Jepang yang baik. 4. Memiliki sikap dan perilaku yang baik, 5. Memenuhi persyaratan yang ditentukan oieh industri/perusahaan Jepang.
Yayasan Fikrul Akbar untuk tumbuh dan maju dalam melayani masyarakat, perlu melakukan beberapa hal, termasuk memperluas jaringan, meningkatkan kualitas program, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, serta memperkuat hubungan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Berdiri di Bekasi sejak tahun 2012 Yayasan Fikrul Akbar, dengan konsep berbagi sesama umat untuk kemandiriaan anak yatim dan dhuafa. Dua kata kuncinya adalah tahfizul qur’an dan entrepreneurship Diharapkan hadirlah generasi yang soleh dan tangguh. Makanya slogannya, tahfizul-qur’an dan entrepreneurship jadi motonya.
Berikut adalah beberapa langkah yang akan diambil Yayasan Fikrul Akbar
1. Perluas Jaringan dan Kemitraan:
Bangun hubungan dengan berbagai pihak: Yayasan perlu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), sektor swasta, dan komunitas lokal.
Cari dukungan finansial: Yayasan dapat mencari dana melalui donasi individu, perusahaan (CSR), hibah, atau kerjasama dengan lembaga donor.
Bergabung dalam jaringan: Ikut serta dalam forum atau jaringan yayasan sejenis untuk berbagi pengalaman dan belajar dari praktik terbaik.
2. Tingkatkan Kualitas Program:
Evaluasi program secara berkala: Yayasan perlu melakukan evaluasi terhadap program yang sudah berjalan untuk mengetahui efektivitas dan dampaknya.
Lakukan riset dan pengembangan: Lakukan riset untuk memahami kebutuhan masyarakat dan mengembangkan program yang lebih relevan dan tepat sasaran.
Tingkatkan kualitas sumber daya manusia: Berikan pelatihan dan pengembangan bagi staf yayasan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme.
3. Optimalkan Pengelolaan Sumber Daya:
Kelola keuangan dengan baik: Yayasan perlu memiliki sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel untuk memastikan dana yang ada digunakan secara efektif.
Manfaatkan teknologi: Gunakan teknologi untuk mempermudah pengelolaan data, komunikasi, dan pelaporan.
Perhatikan keberlanjutan program: Yayasan perlu merencanakan program yang berkelanjutan, tidak hanya berfokus pada jangka pendek, tetapi juga jangka panjang.
4. Perkuat Hubungan dengan Masyarakat:
Libatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program: Pastikan masyarakat merasa memiliki dan terlibat dalam setiap tahapan program.
Bangun komunikasi yang efektif: Yayasan perlu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat melalui berbagai saluran, seperti pertemuan langsung, media sosial, atau website.
Berikan umpan balik kepada masyarakat: Yayasan perlu memberikan informasi mengenai perkembangan program dan dampaknya kepada masyarakat.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini, yayasan dapat menjadi organisasi yang lebih maju, tumbuh, dan mampu memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat, seperti yang akan dilakukan oleh Yayasan Fikrul Akbar di Periode tahun 2025 dan 2026 sebagai berikut :
DIVISI BIDANG PENDIDIKAN :
Dengan langkah melakukan konsolidasi unit pendidikan TK-SD-SMP-SMA yang akan dilaksanakan Agustus sampai dengan Nopember 2025
2.DIVISI BIDANG PELATIHAN Melalui program unggulannya pelatihan ekonomi umat berbasis masjid dengan kegiatan Pelatihan dan Pengembangan Skill Usaha berbasis masjid , yang akan dilaksankan di periode bulan Agustus sampai dengan Desember 2025.
3.DIVISI BIDANG SOSIAL :
Pemberian Bantuan Ekonomi Masyarakat, yang akan dilaksanakan pada Nopember sampai dengan Desember 2025
4. DIVISI BIDANG EKONOMI / UMKM
Pembutan Lahan Usah pada Asset Yayasan , yang akan dilaksanakan : Bulan Agustus 2025 sampai Maret 2026
5. DIVISI BIDANG DAKWAH/ MASJID
Pengembangan TK dan PAUD di Masjid – Masjid sekitar Bekasi, dilaksanakan Nopember-Desember 2025
6.DIVISI BIDANG FUNDRAISING
Baitulmal Masjid Fatimah Fikrul Akbar dan Akselerasi Shodakoh Fiiddunya wal Akhiroh (ASOFA) dua lembaga ini akan mengembangkan permodalan usaha kecil dan menengah pada bulan September 2025 sampai Juni 2026.
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan loyo/malas. Apabila sesuatu menimpamu, janganlah berkata, ‘Seandainya dahulu aku berbuat demikian, niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi, katakanlah, ‘Itulah ketetapan Allah. Dan apa yang Dia inginkan, maka Dia kerjakan.’ Dikarenakan ucapan ’seandainya’ itu akan membuka celah perbuatan setan.” (HR. Muslim no. 2664.
PERIODE : Juli – Agustus 2025 BAGI YANG BELUM PUNYA USAHA SEBAGAI LANGKAH UNTUK MENJADI MUSLIMPRENEUR
👩🏻🤝👩🏽Anda jobless, pensiunan, mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga ? 💡Anda passion di dunia property, kuliner, jasa, teknologi, dll ? 📍Anda berada di Indonesia ? di Bekasi ? 👳🏽Anda adalah jamaah masjid di lingkungan tempat tinggal Anda 💪🏼Anda ingin mulai usaha dan mendapatkan 10 juta pertama ? 100 juta pertama ?
Para mentor Komunitas MuslimPreneur P2EKOMAS akan mendampingi Anda utk mulai usaha dari Level 0 sampai naik menjadi Level 1, ini bukan workshop melainkan PROGRAM INKUBATOR yang diadakan oleh KMP MASJIDNUSANTARA.coop.id. Anda akan bergabung menjadi PIHAK TENANT UMKM yg diajarkan mindset pengusaha, validasi ide usaha, analisa usaha, proposal bisnis, dll yang kemudian diajarkan juga utk pitching ke PIHAK INVESTOR. Semua tergantung Anda, kerjakan PR selama Program Inkubator ini dan buktikan bahwa Anda layak jadi pengusaha.
Raih hadiah permodalan total Rp. 5 juta dan peluang besar utk menjalani usaha bersama dgn investor, menjadi anak perusahaan dari BUMM Masjid Anda masing-masing.
Kaya atau miskin bukanlah sebuah dosa yang harus dihindari. Ketika Allah SWT meluaskan rizqi seseorang, bukanlah sebuah jebakan untuk menyeretkan ke dalam neraka. Dan ketika Allah menyempitkan rizqi hamba-Nya, belum tentu menjadi jaminan atas surga-Nya.
Semua akan kembali kepada bagaimana menyikapinya. Rasa kurang tepat kalau dikatakan bahwa muslim ideal itu adalah yang miskin saja atau yang kaya saja. Yang ideal adalah yang miskin tapi bersabar dan yang kaya tapi banyak berinfaq serta syukur. Keduanya telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah dan para shahabatnya.
Abu Bakar as-shiddiq, Utsman bin Al-Affan, Abdurrahman bin Al-Auf radhiwallu anhum adalah tipe-tipe shahabat nabi yang diluaskan rezekinya oleh Allah. Bahkan Umar bin Al-Khattab pun pernah diberikan kekayaan yang luar biasa berlimpah. Dan yang paling kaya di antara semua itu adalah Rasulullah SAW sendiri.
Siapa bilang Rasulullah SAW itu miskin dan tidak punya penghasilan. Bahkan dibandingkan dengan saudagar terkaya di Madinah, pemasukan Rasulullah SAW jauh melebihi. Memangnya apa sih profesi Rasulullah SAW? Berdagang?
Tidak, beliau SAW bukan pedagang. Dahulu sewaktu belum diangkat menjadi nabi, memang beliau pernah menekuni profesi sebagai pedagang. Tapi profesi itu sudah tidak lagi beliau lakoni setelah itu, terutama setelah beliau diangkat jadi nabi.
Pemasukan beliau adalah dari ghanimah (harta rampasan perang), di mana oleh Allah SWT beliau diberikan hak istimewa atas setiap harta rampasan perang. Bila suatu kota atau negeri ditaklukkan oleh kaum muslimin, maka beliau punya hak 20% dari pampasan perang. Hak ini menjadikan Rasulullah SAW sebagai orang dengan penghasilan terbesar di Madinah. Rampasan perang itu bukan harta yang sedikit, sebab terkait dengan semua aset-aset yang ada di negeri yang ditaklukkan.
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Al-Anfal: 41)
Namun semua hak yang beliau terima itu tidak menjadikan beliau hidup di istana megah, atau mengoleksi semua baju termahal dunia, atau makan makanan terlezat di dunia. Semua tidak terjadi pada beliau, sebab semua harta yang beliau dapatkan hanya beliau kembalikan lagi buat para fakir miskin dan orang-orang tak punya yang membutuhkan.
Kehidupan pribadi beliau sendiri terlalu bersahaja, tidur hanya beralas tikar kasar yang kalau beliau bangun, maka masih tersisa bekas cekatannya di kulit beliau. Bahkan pernah 3 bulan dapur rumah beliau tidak mengepulkan asap.
Demikian juga shahabatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, apa sih yang beliau tidak punya dari harta kekayaan dunia. Beliau seorang saudagar besar yang kalau mau menumpuk kekayaan, tidak akan habis dimakan tujuh turunan. Tetapi seluruh harta yang beliau miliki diinfaqkan ke baitul muslimin. Ketika ditanya apa yang disisakan untuk anak dan isteri, beliau hanya menjawab bahwa untuk anak dan isteri adalah Allah SWT. Subhanallah!
Perilaku gemar infaq ini sampai membuat Umar bin Al-Khattab ra iri dengan Abu Bakar. Beliau baru mampu menginfaqkan 50% dari total hartanya saja. Bahkan pernah beliau mendapatkan hak eksklusif atas perkebunan kurma di Khaibar. Kalau dinilai nominal, maka hak itu akan membuatnya sangat kayaraya dan bisa membangun istana termegah di muka bumi dengan biaya pribadi, tetapi beliau justru mewakafkannya di jalan Allah. Padahal perkebunan kurma itu selalu menghasilkan panen tiap tahun sepanjang masa.
Belum lagi Utsman bin Al-Affan ra. yang kemaruk untuk bershadaqah, tidak boleh melihat orang sudah, kepinginnya langsung membantu dengan hartanya yang sangat berlimpah.
Pendeknya, Islam sangat tidak mengharamkan kekayaan, bahkan nabi dan para shahabat boleh dibilang termasuk jajaran milyarder dengan usaha dan jerih payah mereka, tetapi yang menarik kita kaji adalah sikap mereka setelah menjadi milyarder itu sendiri. Tidak ada keinginan untuk bermewah-mewah, apalagi pamer kekayaan. Justru semuanya malah dinafkahkan ke baitul-mal muslimin.
Barangkali inilah yang sulit kita contoh di masa sekarang. Untuk sekedar jadi kaya, bikin usaha, punya beberapa perusahaan multi nasional, mungkin kita bisa mencapainya. Tetapi bisakah kita tetap berada di jalan para shahabat itu ketika kekayaan sudah di tangan?
Tentu ceritanya akan lain bila kita sendiri yang mengalaminya. Sehingga banyak orang yang terjebak dengan situasi ini, lalu lebih memilih hidup miskin saja. Tentu ini masalah pilihan hidup dan selera masing-masing individu.
Yang penting, Islam sama sekali tidak mengharamkan umatnya jadi orang kaya, sebab nabi dan para shahabat pun banyak yang kaya. Tapi kalau tidak mampu jadi orang kaya, hidup jadi orang miskin saja pun tidak apa-apa. Tapi biar pun jadi orang miskin, jangan dikira masalah sudah selesai. Selamanyawa masih dikandung badan, selama itu pula ujian dan cobaan masih harus kita hadapi.(Sumber: Ahmad Sarwat. Lc.)