Disaat penduduk Madinah mendengar keluarnya Rasulullah r dari Mekkah, mereka menunggu kedatangan beliau. Mereka keluar ke batas kota Madinah setelah shalat subuh. Menunggu dan memantau
kedatangan beliau. Mereka tetap di tempatnya hingga matahari meninggi dan hilang tempat berteduh. Mereka kembali ke rumah mereka. Mereka melakukan hal ini setiap harinya, hingga di hari kedatangan Rasulullah , mereka duduk menunggu di tempat biasa, dan ketika matahari mulai tinggi merekapun kembali ke rumah
Beliau sampai di Madinah pada hari Senin 12 Rabi’ul Amval tahun ke 13 dari kenabian. Rasulullah bermukim di Quba• selama 14 hariS0 , sebagaimana yang diriwayatkan Oleh Bukhari dari jalan Anas
Selama Rasulullah berada di Quba’ di rumah bani Amru bin ‘Auf, beliau membangun masjid Quba’ _
Belum terlalu jauh Rasulullah meninggalkan Quba’ , waktu shalatjum•at tiba, lalu Rasulullah singgah di perkampungan bani Salim binAu f di dasar lembah “Ranunaa”‘ dan ikut Shalat Jum’at bersama beliau
kaum muslimin yang hadir. Di tempat tersebut kemudian di bangun masjid yang terkenal dengan nama “Masjid Jum•at”.

TIBA Dl PUSAT KOTA MADINAH
Hari kedatangan Rasulullah adalah hari yang abadi dalam sejarah Madinah, Madinah belum pernah menyaksikan peristiwa seperti itu dan tidak akan pernah menyaksikannya lagi. Diriwayatkan dari Anas la berkata, “Aku belum pernah menyaksikan Sitatu hari yang lebih indah dan lebih baik daripada hari
masuknya Rasulullah danAbu Bakar di Madinah”. Kemudian Rasulullah memerintahkan manusia untuk membangun masjid Nabawi dan nanti akan kita jelaskan kisah Pembangunan, material bangunan, tempat
bahasan berikutnya.

ADZAN
Ketika keberadaan Rasulullah di Madinah mulai tetap, saudara•saudaranya dari kaum Anshar dan muhajirin sudah berpadu, Islam sudah mulai kokoh, shalat didirikan, zakat dan puasa diwajibkan. hukum had dilak.sanakan. halal dan haram telah dijelaskan. Dan diawal kedatangan Rasulullah g, para sahabat
berkumpul di mas]id Nabawi di awal waktu tanpa ada seruan, Lalu Rasulullah meminta pendapat kepada mereka tentang lmggilan shalat. Ada yang mengusulkan meniup temmpet, tetapl beliau membencinya karena itu tradisi Yahudi_ Ada yang mengusulkan lonceng, telapi beliau juga tidak menyukainya karena itu tradisi Nasrani. Ketika itu Abdullah bin Zaid bin Tsa•labah bin Abdi Rabbih saudara Balharits bin A1-Khazraj bermimpi tentang suatu seruan, lalu dia mendatangi Rasulullah seraya berkata: “Wahai Rasulullah, tadi malam aku bermimpi ada seorang laki• laki yang mengitariku, lalu melintas Seorang laki-laki berpakain gamis benvarna hijau, dla membawa lonceng di tangannya. Lalu aku berkata: “Hai hamba Allah, maukah engkau menjual lonceng inir’. la berkata: “Apa gunanya lonceng ini bagimu?”. Aku bet-kata: “Untuk memanggil orang shalat.” la berkata: “Maukah engkau kutunjukkan yang lebih baik dari
Aku menjawab: “Apa itu?”. Ia berkata: “Ucapakanlah : Allah maha besar, Allah maha besar. Allah maha besar. Allah maha besar. Aku bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah 2x
Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah 2x
Mari/ah shalat2x
Marilah menuju kemenangan 2x
Allah maha besar 2x
tiadaTuhan yang berhak disembah selain Allah
Tatkala ia memberitahukan hal tersebut kepada Rasulullah r, beliau bersabda :
“Sungguh ini adalah mimpi yang benar insya Allah, herdirilah engkau dan Bilal dan ‘”ajarkan ia bacaan lersebut agar dia mengumandangkannya karena suaranya lebih merdu dari “
Ketika Bilal’ mengumandangkan adzan tersebut, Umar bin Khattab mendengar seruan tersebut dari rumahnya, lalu ia keluar menuju Rasulullah sambil menarik sorbannya dia “Wahai Nabi Allah, Demi yang mengutusmu dengan kebenaran! Sungguh aku telah bernimpi seperti mimpinya.” Rasulullah bersabda: ” Segala puji hanya bagi Allah, ini semakin kuat.
