PROGRAM SAHABATKU DIAJUKAN MEMBANTU KELUARGA DAN DUKUNGAN BIAYA PENDIDIKANNYA
وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟
Artinya: Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur’an al-‘Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur’an Univ Islam Madinah
Ini merupakan penjelasan dari Allah SWT tentang apa yang Dia kehendaki, berupa keberangkatan kabilah bersama Rasulullah SAW menuju perang Tabuk.
Ali bin Abi Thalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang)) dia berkata,”Tidaklah orang-orang mukmin berangkat semua dan meninggalkan Nabi SAW sendirian (Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang) yaitu suatu golongan.
Maknanya adalah pasukan khusus yang tidak berangkat kecuali dengan izin beliau. Ketika pasukan khusus itu kembali, sedangkan setelah keberangkatan mereka diturunkan ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dipelajari orang-orang yang tinggal bersama Nabi SAW, dan mereka berkata,”Sesungguhnya Allah menurunkan ayat Al-Qur’an kepada Nabi kalian dan telah kami pelajari”.
Lalu pasukan itu tinggal untuk mempelajari apa yang telah diturunkan Allah kepada Nabi mereka, setelah keberangkatan mereka dan beliau mengirimkan pasukan lain. Demikian itu firman Allah: (untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama) yaitu agar mereka mempelajari apa yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi mereka, lalu pasukan itu mempelajarinya ketika kembali kepada mereka (supaya mereka itu dapat menjaga dirinya)
Referensi : https://tafsirweb.com/3138-surat-at-taubah-ayat-122.html

PENERIMA MANFAAT BEASISISWA DARI USIA SMP BERSAMA KEPALA SEKOLAH SMP FAIS SAQU
“SEDEKAH HARIAN BEKAL AKHIRATKU”
Program SAHABATKU adalah singkatan dari Program Sedekah Harian Bekal Akhiratku, .Gerakan ini dikelola oleh Baitulmaal Masjid Fatimah Fikrul Akbar Babelan, Bekasi bekerjasama dengan pemuda/relawan Masjid Fatimah Fikrul akbar sebagai pelaksananya. Sumber donasi dari berbagai kalangan dengan durasi donasi adalah sesuai komitmen ( 1 tahun atau 2 tahun atau selama program berjalan ) yang telah dipilih oleh donatur saat melakukan pendaftaran. Mulai Rp.1.000 perhari / (30.000) per bulan Dan insyaAllah, demi menjaga keistiqamahan donator dalam bersedekah, tim BMF akan mengingatkan para donator setiap awal bulan untuk melakukan donasi,
Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Ahmad)
Program SAHABATKU ditujukan untuk membantu anggota keluarga yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.dan bantuan ini diberikan kepada pelajar yang ingin/sedang menempuh pendidikan dari Tingkat TK, SD, SMP dan SMA baik sekolah negri atau swasta atau lebih dikenal sebagai PROGRAM BEASISWA.
Sahabatku merupakan program sinergi diantara kaum muslim yang berfokus dalam ikhtiar membantu Pendidikan yang maslahat (mendatangkan kebaikan) untuk mereka yang membutuhkan ( yatim, dhuafa dan fakir miskin).

Daftar Penerima Manfaat Zakat Maal Program Beasiswa SD FAIS/SAQU
- Muhammad Alaric Tsabit Qeis
- Muhammad Irsyad
- Faathimah Az Zahro
- Nabila Nur Hanifah
- Maula Shunnan Abrisam
- Azizah
Hukum asalnya penerima beasiswa mubah (boleh)
Beasiswa yang didapatkan oleh seseorang karena penawaran, dan dia tidak meminta atau memohon kepada pihak lain, kemudian di sana ada perjanjian untuk melakukan sesuatu, dengan tidak melanggar aturan agama, dan tidak membahayakan agama si penerima beasiswa, maka hukum asalnya mubah (boleh).
Karena seseorang boleh menerima harta yang diberikan kepadanya dengan tanpa mengharap dan meminta, itu adalah rizqi yang Allah kirimkan kepadanya.
عَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الخَطَّابِ يَقُولُ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِينِي العَطَاءَ، فَأَقُولُ أَعْطِهِ أَفْقَرَ إِلَيْهِ مِنِّي، حَتَّى أَعْطَانِي مَرَّةً مَالًا، فَقُلْتُ: أَعْطِهِ مَنْ هُوَ أَفْقَرُ إِلَيْهِ مِنِّي، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خُذْهُ، فَتَمَوَّلْهُ، وَتَصَدَّقْ بِهِ، فَمَا جَاءَكَ مِنْ هَذَا المَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ وَلاَ سَائِلٍ فَخُذْهُ، وَمَالاَ فَلاَ تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ»
Dari Abdulloh bin Umar, dia berkata: Aku mendengar Umar bin Al-Khoththob berkata,
“Nabi sholallohu ‘alaihi was sallam pernah memberikan kepadaku satu pemberian, lalu aku berkata, “Berikan kepada orang yang lebih butuh kepadanya daripadaku”.
Sehingga beliau pernah memberikan harta kepadaku, lalu aku berkata, “Berikan kepada orang yang lebih butuh kepadanya daripadaku”.
Maka Nabi bersabda, “Ambil harta itu dan jadikanlah sebagai milikmu, dan bersedekahlah dengannya. Harta yang datang kepadamu, sedangkan kamu tidak mengharapkan dan tidak memintanya, maka ambillah!
Adapun yang tidak datang, maka janganlah kamu mengikuti jiwamu (yaitu mengharapnya) ”.”
(HR. Bukhori, no. 7164; Muslim, no. 1045) (Sumber.Ustadz Muslim Al-Atsari)

Sahabatku merupakan program sinergi diantara kaum muslim yang berfokus dalam ikhtiar membantu Pendidikan yang maslahat (mendatangkan kebaikan) untuk mereka yang membutuhkan ( yatim, dhuafa dan fakir miskin).
