Global Sumud Flotilla Masuk Zona Kuning, UBN Serukan Pemerintah Kawal Relawan
“Kami memohon pemerintah Indonesia memperhatikan pergerakan konvoi ini karena ada warga negara kita di sana.”— Ustadz Bachtiar Nasir (UBN)

Dalam konferensi pers pada 30 September 2025, dijelaskan sejumlah poin penting:
- GSF telah memasuki zona kuning, kawasan tinggi risiko di perairan dekat Gaza.
- Dari tiga utusan Indonesia, Husen Gaza berada di kapal Summertime, yang bertindak sebagai kapal pengamat untuk mendokumentasikan pelanggaran hukum internasional terhadap konvoi.
- Dua WNI lainnya, Wanda Hamidah dan Muhammad Faturrahman, masih tertahan di Italia akibat kerusakan kapal.
- Sejak keberangkatan, flotilla telah mengalami tiga serangan drone (di perairan Tunisia dan laut internasional dekat Yunani), serta upaya intimidasi sistematis terhadap nakhoda kapal.
- Bahkan, beberapa relawan sempat keracunan akibat serangan bom drone beracun dan harus dievakuasi ke rumah sakit.
- GPCI juga menyampaikan bahwa dari total 21 kapal yang direncanakan, hanya sekitar 1/3 yang berhasil melanjutkan pelayaran, dengan sekitar 100 relawan yang tetap berjuang sampai jalur Gaza


Pantau langsung perjalanan kapal lewat tracker:globalsumudflotilla.org/tracker . Tidak hanya sekedar menyalurkan bantuan kemanusiaan, tetapi juga menyalurkan potensi kemanusiaan melalui berbagai program berbasis pesan damai.

KAPAL KEMANUSIAAN DIBAJAK.. Para aktifis yang mewakili Solidaritas kita seluruh Dunia untuk Gaza DICULIK INDONESIA, rakyat bersama Pemerintah, tak boleh tinggal diam.. Suara kita harus perkuat SOLIDARITAS DUNIA, GENTARKAN ZIONIS ISRAEL…
