TELAGA ZAM-ZAM

Bekasi, fikrlakbar.org- Kisah penggalian dan terpancarnya air zam-zam yang penuh dengankebaikan dan keberkahan untuk umat manusia, sangat masyhur dan terkenal.
Nabi Ibrahim membawa Hajar dan Nabi Isma’il di Saat Isma’il masih dalam susuan ibunya, lalu ia meninggalkan keduanya di bawah sebuah pohon yang rindang di dekat zam-zam. Di Mekkah Saat itu tidak ada tumbuh-tumbuhan dan sumber mata air. Nabi lbmhim hanya membekali mereka I kantong kurma dan I kendi air. Kemudian Nabi Ibrahim memalingkan tubuhnya untuk berangkat meninggalkan
keduanya. Selanjutnya hajar mengikutinya seraya berkata: “Kemanakah engkau hendah pergi?, dan meninggalkan kami di lembah yang tidak ada penghuni dan apapun juga?”. la mengulang-ulang ucapannya, tetapi Nabi Ibrahim terus berjalan tanpa menoleh.


Lalu Hajar berkata: “Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan hal ini?”. Nabi Ibrahim berkata: “Ya”. Hajar berkata: “Jika demikian, pastilah Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.”
Kemudian Hajar kembali ke tempat Nabi Isma’il dan Nabi Ibrahim pun terus berlalu, hingga ketika ia sampai di Tsaniyah yang ia tidak melihatnya lagi, ia menghadap ke Baitullah, kemudian mengangkat kedua tangannya seraya berdoa “Ya Tuhan kami! sesungguhnya aku menempatkan sebahagian
keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman didekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami! Yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan Irrilah mereka rezki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”. (Q.S.lbrahim: 37).
Maka Hajar menyusui Isma’il dan minum dari air dalam kendi tersebut, hingga airnya habis dan Isma’il kehausan. la melihat anaknya meronta-ronta. Pemandangan tersebut membuatnya tak sanggup melihatnya, dan iapun pergi mencari air. Ia dapati bukit Shafa dataran tinggi yang paling dekat dengannya, lalu ia mendakinya dan menghadap ke lembah. Ia berharap melihat seseorang, tetapi ia tidak
melihat siapapun.

Replika sumur zamzam jaman dulu yang berada di Zamazemah Company di Mekkah, Arab Saudi (FOTO ANTARA/Desi Purnamawati)


Kemudian ia turun dari bukit Shafa hingga sampai di lembah. Ia mengangkat ujung kainnya kemudian berlari-lari kecil seperti orang yang kelelahan hingga melewati lembah. Lalu ia mendaki bukit Marwa dan berdiri diatasnya, dan melemparkan pandangannya ke kesegala arah, ia berharap menemukan seseorang, tetapi ia tidak melihat siapapun, ia melakukan hal ini sebanyak tjuh kali.Ibnu Abbas berkata; bahwasanya Nabi bersabda : “Karena inilah manusia melakukan sai antara kedua bukit tersebut”. Disaat ia masih melemparkan pandangannya dari atas Marwa, ia mendengar suara, lalu berkata kepada dirinya: “Diam!”, kemudian ia diam, ternyata ia mendengar suara lagi.
Lalu ia berkata: “Engkau telah memperdengarkan suaramu! Apakah engkau dapat menolongku?”. Tiba-tiba ada malaikat di tempat Zam- zam, lalu malaikat tersebut menggali tanah dengan sayapnya, hingga
muncullah air. Lalu Hajar memagari air tersebut dengan pasir agar terkumpul dan menciduk air dengan tangannya lalu memasukkannya ke dalam kendi.Mata air itu meresap ke dalam tanah setelah diciduk.


Ibnu Abbas berkata: bahwa Rasulullah bersabda :
“Andai Hajar membiarkan zam-zam mengalir, atau beliau berkata:”Andai Hajar tidak menciduknya, niscaya zam-zam menjadi telaga yang mengalir” Lalu Hajar minum dan menyusui anaknya.Lalu malaikat berkata kepadanya: “Jangan engkau merasa disia-siakan, karena sesungguhnya disini akan ada Baitullah yang nantinya dibangun Oleh anak ini dan bapaknya, dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan keluarganya.” Kemudian sumur zam-zam lenyap dan tanda-tandanya hilang dengan berlalunya hari dan bergantinya malam. Yaqut Alamawi berkata: ‘Dengan bergantinya hari, sehingga banjir dan hujan membuat telaga zam-zam lenyap, dan tidak ada tanda-tanda untuk mengetahuinya lagi.
Pendapatyangbenarbahwa sumurzam-zam ditimbun dan dihilangkan tanda-tandanya Oleh suku Jurhum disaat mereka akan meninggalkan Mekkah.


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top