BAHAN SEMINAR OLEH WISTIADOLA SEPETIANI M.PSI.T.CHI.CN. Dosen International Open University (IOU) Departemen Psikologi Asesor Fakultas Vokasi Universitas Indonesia Master Hypnotherapy – Indonesia Hypnosis Centre Anggota PKHI (PerkumpulanKomunitasHipnotis Indonesia) Konsultan Kemendikbudristek
TIM YAYASAN FIKRUL AKBAR MENGUSULKANN PROGRAM- PROGRAM BERTHEMA ISTIQLAL UNTUK NUSANTARA
Pak Heru sebagai Pembina Yayasan Fikrul Akbar mempunyai “pemikiran besar” untuk kemajuan umat muslim di Negeri Indonesia tercinta ini.
Bagaimana caranya agar Masjid-Masjid menjadi penggerak untuk mengadakan kegiatan rutin yang akan mengajak umat muslim untuk maju dan sukses mulia. Bila Umat Sejahtera maka otomatis Masjid akan Makmur.
Maka Pak Heru ingin berkontribusi kepada Masjid Istiqlal sebagai Inisiator Masjid yang akan memimpin masjid-masjid lain dalam PILAR BAITUL MUAMALLAH, tim dari Yayasan Fikrul Akbar dikerahkan untuk mengusulkan program-program yang bertemu “ISTIQLAL UNTUK NEGERI”
Umat Islam Indonesia menghadapi berbagai problem di berbagai bidang diantaranya adalah
Problem Sosial dan ekonomi
Sumber daya manusia
Problem politik dan keamanan
Tantangan Global
Problem Sosial dan Ekonomi adalah A. kesenjangan yang dapat menimbulkan radikalisme dan ekstrimisme , Kurangnya pendidikan atau edukasi sehingga timbul radikalisme yang seringkali menggunakan simbol agama untuk tujuan kekerasan atau mengadu domba. B. Ketimpangan Ekonomi dengan banyaknya umat islam yang masih hidup dalam kemiskinan dan menghadapi ketimpangan ekonomi .
“Di tengah dinamika ekonomi saat ini, kita menyadari perlunya masjid hadir sebagai kekuatan pemberdayaan umat. Banyak potensi ekonomi yang dapat digerakkan melalui masjid. Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi merupakan pusat pendidikan, pusat sosial, dan pusat penguatan ekonomi masyarakat.”
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua ICMI Orda Kota Bekasi, Dr. H. Inayatullah terkait kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Masjid se-Kota Bekasi di Hotel Grand Arsyila pada Selasa (18/11/2025).
KERJASAMA ICMI KOTA BEKASI DAN BANK SYARIAH PATRIOT DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI BERBASIS MASJID (dokpri)
Menguatkan pemahaman tentang model pemberdayaan ekonomi masjid, agar setiap masjid memiliki program yang terarah dan berkelanjutan.“Diharapkan akan terbangun jejaring antar DKM sehingga dapat berbagi pengalaman, kolaborasi program, dan sinergi dalam memajukan ekonomi umat, “ungkapnya
PEMAPARAN MATERI PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT BERBASIS MASJID OLEH H. HERU PURNOMO ST SELAKU PEMBINA YAYASAN FIKRUL AKBAR
Sekretaris ICMI Kota Bekasi, Epen Supendi, M.Si mengatakan kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus DKM dalam manajemen masjid yang modern dan akuntabel.
BERSAMA KETUA PANITIA ICMI ORDA KOTA BEKASI DI SEMINAR PEMBERDAYAAN EKONOMI MASJID KOTA BEKASI
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (ORDA) Kota Bekasi menyelenggarakan kegiatan “Pemberdayaan Ekonomi Masjid se-Kota Bekasi” yang dihadiri 112 pengurus masjid dari 12 kecamatan.
Oleh NARA SUMBER SEMINAR BISNIS MUSLIMAH PRENEUR LPK FIKRUL AKBAR: NAYLA NUR ROZIQ
” Bisa lebih banyak praktek langsung bikin konten dengan sosial media dan exeting banget di bandngkan bila kita ikut seminar via on line , semoga kita bisa maju bersama dengan LPK Fikrul Akbar” , demikian testimone dari salah sau peserta pada penutupan seminar bisnis series muslimahpreneur LPK FIKRUL aKBAR ini yang telah berlangsung sabtu , 18 Oktober 2025 ,
Membuat konten yang berkualitas dan menarik merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam penjualan anda . Konten yang demikian memberikan berbagai manfaat untuk promosi bisnis Anda.beberapa langkah membuat konten telah dipaparkan pada seminar bisnis muslimahpteneur berikut ini :
Siapa saja yang masih ngerasa kurang konsisten dalam bikin konten , nah bisa ana coba 3 tips berikut yang telah di jelaskan oleh NARA SUMBER SEMINAR BISNIS MUSLIMAH PRENEUR LPK FIKRUL AKBAR: NAYLA NUR ROZIQ :
Kesimpulannya dari Seminar bertajuk MEMBUAT KONTEN ON LINE UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN “Semakin banyak konten yang Anda hasilkan, makan Anda semakin dilihat dan lebih banyak pengunjung yang Anda dapatkan. Ada banyak penelitian yang menunjukkan situs yang secara teratur menambahkan konten segar dan menarik adalah situs yang mendapatkan trafik paling besar. Jika Anda ingin melakukannya dengan baik secara online, Anda hanya perlu terus menambahkan lebih banyak konten yang bagus:”.
Oleh NARA SUMBER SEMINAR BISNIS MUSLIMAH PRENEUR: NAYLA NUR ROZIQ
AIDA adalah model marketing yang dapat mengidentifikasi tahapan kognitif yang dialami seseorang dalam proses pembelian untuk suatu produk dan layanan.
Model ini menjelaskan bagaimana pembeli melalui sebuah proses yang terdiri dari beberapa tahap sebelum akhirnya ia melakukan kegiatan pembelian.
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing huruf yang mewakili proses jual beli.
1. Awareness
Tahapan AIDA yang pertama adalah menciptakan kesadaran atau daya tarik pada sebuah brand dan produk/jasa yang dijual.
Tahap ini menjelaskan pentingnya menarik perhatian konsumen yang dapat dilakukan dengan banyak cara seperti menempatkan iklan di lokasi yang memiliki kemungkinan untuk banyak dilihat orang.
Selain itu, bisa juga untuk menambahkan sesuatu yang provokatif untuk menarik perhatian. Pada tahap ini, personalisasi juga bisa membantu.
2. Interest
Setelah mendapatkan perhatian dari konsumen, tahapan kedua dari AIDA Menjaga minat konsumen adalah tantangan khusus dalam proses pemasaran.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk terus mempertahankan minat konsumen, salah satunya dengan memberikan sesuatu yang terus relevan dan menarik.
Jangan sampai konsumen bosan dengan iklan yang itu-itu saja atau bahkan semakin sulit dimengerti.
Buatlah beragam iklan menarik untuk menginformasikan apa yang bisa didapatkan konsumen. Buatlah mereka menaruh minatnya terhadap brand serta produkmu.
Tahap ini penting untuk mendorong konsumen melakukan riset lebih lanjut terkait brand dan produk tersebut.
3. Desire
Desire adalah tahap ketiga dalam proses pembelian suatu produk atau barang yang dialami konsumen menurut model funnel AIDA.
Sekarang, ketika kita berasumsi bahwa konsumen sudah tertarik terhadap brand dan produk, maka saatnya untuk menciptakan hasrat dan hubungan yang lebih emosional.
Di sinilah pentingnya untuk lebih banyak menunjukkan keunggulan dari brand dan produk, serta untuk membuat ketertarikan konsumen menjadi perasaan untuk membutuhkan produk tersebut.
4. Action
Tahap yang terakhir dari AIDA adalah aksi, artinya di sinilah konsumen melakukan aksi pengambilan keputusan.
Pada tahap ini, ada banyak bentuk yang dapat dilakukan konsumen, seperti mengunjungi website, melakukan panggilan telepon, berlangganan newsletter, mengunjungi toko, dan lain-lain.
Perubahan zaman menuntutp penyesuaian. Digital Marketing dana adaptasi adalah kunci keberlangsungan, membuka peluang besar bagi siapa pun yang siap bergerak bersama ke dalam dunia online. Perubahan dunia ke arah digital yang menggantikanbanyak pekerjaan tradisional. Belajar digital marketing menjadi hal penting bagi semua orang untuk menghadapi perubahan zaman. Kemampuan beradaptasi dengan dunia digital adalah kunci untuk bertahan dan berkembang.
Apa Itu Konten Marketing Online?
Konten adalah segala bentuk materi yang di publikasikan di platfrom digital (seperti teks, gambar, atau video) yang memiliki tujuan agar dapat dilihat, dibaca, atau didengar oleh audiens..Secara sederhana: Konten adalah alat untuk menarik mata dan menarik hati calon pembeli.
Manfaat dari konten digital adalah bisa membantu perusahaan dalam meningkatkan penjualan.
Seperti yang diketahui, konten dirancang secara khusus menyesuaikan kebutuhan audiens sehingga bisa mengubah prospek menjadi pelanggan.
Ini dapat dilakukan dengan membuat deskripsi produk yang mendetail, membuat video demo, hingga studi kasus kesuksesan yang bisa meyakinkan calon customer untuk melakukan pembelian.
Seminar muslimahpreneur bisnis series yang diselenggarakan sabtu, 18 Oktuber 2025 dengan nara sumber Dr. Ridwan Haris M.Ed telah disampaikan Ada lima kreatifitas dan etika bisnis muslimah di era digital yang pertama MUSLIMAH PRENEUR (1) dan yang ke dua KREATIFITAS USAHA (02) sedangkan untuk ke 3, 4 dan 5 disajikan berikut ini :
3. NARASI SOCIAL MEDIA Beberapa etika muslimah dalam bernarasi di dunia maya atau di dalam berinteraksi di social media diantaranya 1.Menggunakan nama dan foto profil yang sopan, logo bisnis atau ilustrasi, bukan wajah pribadi, jaga privasi. 2.Menggunakan waktu dengan bijak agar tidak lalai dari ibadah. 3. Bangun nilai, bukan popularitas, Hindari debat tidak bermanfaat. 4.Fokus pada konten positif dan edukatif, Sebarkan kebaikan.
4. ETIKA BISNIS MUSLIMAH Etika bisnis Islam pada pengusaha muslimah memiliki kestimewaan. Hal ini dikarenakan pengusaha muslimah memiliki kewajiban lain yaitu sebagai istri maupun sebagai seorang wanita. ada beberapa usulan dan saran dalam seminar muslimapreneur ini diantaraya : 1. Dimulai dengan niat ibadah.Jujur dan amanah dalam setiap transaksi. 2 Menjaga aurat dan adab dalam promosi. 3. Tidak menjual barang haram. 4. Tidak menipu, tidak mencela pesaing. 5. Menunaikan hak pelanggan dan kewajiban zakat. 6. Profesional, santun, dan bertanggung jawab
5. VISUALISASI 1. Membayangkan kondisi usaha sudah punya produk yang bagus, menarik,dan sesuai syariah 2. Sudah diiterima oleh pelanggan dan banyak yang memakainya. 3. Memberikan manfaat yang besar dan kebaikan yang banyak kepada orang lan. 4. Mendapatkan banyak kntungan yang berkah. 5. Memberikan nilai-nilai yang baik bagi masyarakat. 6. Membawa keberkahan , kebahagian dalam keluarga.
Dengan demikian maka Etika bisnis muslimah mencakup prinsip-prnsip kejuuran, keadilan dan tanggung jawab dengan larangan praktek terlarang sepeti riba, penipuan dan kecurangan. Etika ini didasarkan pada nilai-nilai Islam yang menekankan amanah, transparansi, dan adil terhadap semua pihak, mulai dari pelanggan, karyawan, hingga mitra bisnis.
Seminar seris muslimah preneur LPK Fikrul Akbar telah di laksanakan pada Sabtu, 18 Oktober 2025 di HJ TOWER lT.3 TOKO H KARPET bersama H. Heru Purnoomo ST, Dr, Ridwan Haris M.Ed dan Nayla Nur Rosiq. Adapun Nara sumber pertama adalah Dr. Ridwan Haris M.Ed dengan Materi berjudul Kreatifitas dan Etika Bisnis Muslimah di Era Digial . Berikut materi yang disampaikan oleh Dr. Ridwan Idris M.Ed :
Era digitalisasi sekarang membuat kondisi individual kita semakin tertantang untuk membuat konten, menyebarkan informasi, memperbanyak koneksi, dan mendapatkan keuntungan secara mudah dan cepat…So, Bagaimana seorang muslimah menghadapi tantangan digital dalam bisnis dan usaha yang sesuai dengan tuntunan syariah islam? Ada 5 ( Lima) kegiatan yang bisa di lakukan secara bertahap :
MUSLIMAH PRENEUR (01) KREATIFITAS USAHA (02) NARASI SOCIAL MEDIA (03) ETIKA USAHA MUSLIMAH (04) VISUALISASI (05)
MUSLIMAH PRENEUR (1)
Muslimah perempuan muslim yang menjalankan usahanya dengan landasan iman dan taqwa , bertika bisnis syariah, dengan tujuan untuk kemaslahatan umat serta berperan aktif dalam dakwah ekonomi umat serta berorentasi pada nilai-nilai akhlaq dan keberkaan.
KREATIFITAS USAHA (02)
1.Kreativitas produk (busana mslimah inovatif, Kosmetik Halal Organk, Makanan , Kemasan Modern, dan Produk Rumah Tangga Ramah Lingkungan). 2. Kreativitas pemasaran (Konten Dakwah Ringan sambil promosi, promosi story telling islami, koloborasi antar muslimahpreneur dalam kampanye sosial ( Belanja sambil Sedekah) 3.Kreativitas Pelayanan dengan memberi pesan motivasi islami di setiap paket pengiriman , layanan berbasis empati dan doa serta loyalias seperti “belanja sambil donasi untuk anak yatim). 4.Kreativitas Digital diantaranya E_COURSE Muslimah Preneur ,Toko online komunitas ( Muslimah Halal Market Place) atau Membangun personal branding islami di media sosial yang inspiratif dan mendidik).
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…(Qs. 59: 7)
Yayasan Fikrul Akbar kembali berkolaborasi dengan Masjid Istiqlal dalam menyelenggarakan program pelatihan ekonomi umat berbasis masjid pada hari rabu, 15 Oktober 2025 di ruang Amerika Space Masjid Istilal Jakarta. Team dipmpin oleh Ceo Yayasan Fikrul Akbar Dr. Ridwan Haris M.Ed di dampingi ketua Yayasan Fikrul Akbar Drs.Rubaedi Mardiyanto MM dan Direktur Divisi Pelatihan Hery Priambudi ST serta team hj karpet di terima langsung Direktur Utama IGF Mulyono Lodji M.Si dan staf badan pengelola masjid Istiqlal Jakarta.
Koloborasi bersama Msjid Istilal dan Yasayasan Fikrul Akbar dilakukan untuk Mendukung Program Kerja Istiqlal Global Fund (IGF). IGF merupakan lembaga pengelola usaha, bisnis dan ekonomi umat Masjid Istiqlal Jakarta-Indonesia bertaraf internasional untuk mengoptimalkan potensi dana dan ekonomi umat. IGF bertujuan mengembangkan peradaban global yang mandiri dan inklusif dalam berbagai dimensi dengan cara berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh keuntungan, manfaat dan kemasalahatan dalam mencapai keberkahan dan ridha Allah SWT.
Kemitraan strategis ini juga berjalan melalui berbagai program sosial, ekonomi, dan lingkungan seperti pengembangan ekonomi umat, Masjid Hijau dan Sehat, serta pemberdayaan masyarakat berbasis masjid, untuk mewujudkan umat yang semakin sehat, sejahtera, dan berdaya.
“Kolaborasi dan sinergi merupakan kunci mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat peradaban umat dimana aspek ekonomi dan pelatihan ekonomi umat termasuk di dalamnya,”
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَوٰةُ (Apabila telah ditunaikan shalat) Yakni jika telah selesai mendirikan shalat. فَانتَشِرُوا۟ فِى الْأَرْضِ(maka bertebaranlah kamu di muka bumi) Untuk berjual beli dan berurusan dengan apa yang kalian butuhkan untuk penghidupan kalian. وَابْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ اللهِ(dan carilah karunia Allah) Yakni rezeki Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang berupa keuntungan dalam muamalat dan pekerjaan lainnya.
وَاذْكُرُوا۟ اللهَ كَثِيرًا(dan ingatlah Allah banyak-banyak) Yakni janganlah kalian lalai ketika sedang berjual beli untuk banyak-banyak mengingat Allah dengan bersyukur atas kebaikan yang diberikan kepada kalian baik itu kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat. لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (supaya kamu beruntung) Yakni agar kalian dapat meraik kebaikan dunia dan akhirat. (Zubdatut Tafsir) Referensi: https://tafsirweb.com/37714-surat-al-jumuah-ayat-9-10.html
Syariat Islam mengatur bagaimana perempuan menjalankan perannya sebagai pembisnis. Islam memberikan petunjuk tentang menjalankan usaha yang halal dan mengatur hubungan kerja yang baik. Dalam pandangan Islam, perempuan diperbolehkan bekerja dan didorong untuk berusaha, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Jumuah ayat 10, yang mendorong manusia untuk menjadi pembisnis.
Muslimah-preneur adalah sebutan bagi perempuan Muslim yang menjalankan bisnis atau usaha. Tindakan ini membantu memenuhi kebutuhan finansial keluarga serta menjadi bentuk aktualisasi diri dalam kehidupan sosial. Seorang muslimah-preneur memiliki kewajiban untuk mendukung keluarganya dalam mencari rezeki, seperti yang dicontohkan oleh Siti Khadijah RA, istri Rasulullah SAW, yang sukses dalam bisnis dan memberikan keberkahan finansial bagi keluarganya
Pendiri Womanpreneur Community, Irma Sustika, menyatakan bahwa ibu rumah tangga dapat memanfaatkan waktu luang di rumah untuk menambah penghasilan dengan mendirikan usaha kecil. Dengan pelatihan dan pendampingan, usaha ini bisa berkembang secara bertahap. Siti Khadijah RA adalah contoh teladan bagi perempuan Muslim di seluruh dunia, menunjukkan bahwa sukses dalam bisnis adalah mungkin tanpa mengorbankan nilai-nilai agama. Ia membuktikan bahwa keberhasilan ditentukan oleh tekad, kerja keras, dan keyakinan diri (Kurniyawati et al., 2021).
Perempuan juga mampu menjalankan peran bisnis informal, yang fleksibel dan dapat dilakukan di mana saja. Berdasarkan data BPS tahun 2023, partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia menunjukkan bahwa mereka semakin menyadari pentingnya bekerja, meskipun sebagai pekerjaan tambahan. Peran perempuan dalam dunia bisnis telah mengubah persepsi dan memberikan peluang karir serta kepemilikan rumah melalui usaha mereka (Putri & Murtani, 2023).