قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
- قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى ضَرًّا وَلَا نَفْعًا (Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku)
Maka bagaimana aku dapat mendatangkan kemudharatan kepada orang lain?
إِلَّا مَا شَآءَ اللهُ ۗ( melainkan apa yang dikehendaki Allah)
Akan tetapi jika Allah menghendaki hal itu maka itu akan terjadi.
Ayat ini mengandung nasehat yang sangat agung dan peringatan yang sangat dalam bagi orang yang memiliki kebiasaan berdoa kepada Rasulullah atau beristighasah kepadanya ketika turun musibah,
bagitu juga bagi orang yang memohon kepada Rasulullah apa yang tidak dapat dilakukan kecuali oleh Allah, pedahal mengangakat musibah merupakan sesuatu yang masuk dalam lingkup kekuasaan Tuhan semerta alam, namun mereka tidak memohon kepada Tuhan seluruh makhluk yang Maha kuasa atas segala sesuatu, Maha Menciptakan, Memberi Rezeki, dan Yang Maha Memberi dan Menolak.
Maka sungguh mengherankan orang-orang yang melazimi kuburan orang-orang mati yang telah terkubur dalam perut bumi, namun mereka memohon kepada mereka untuk mencukupi segala permintaan mereka. Mengapa mereka tidak sadar bahwa mereka telah terjerumus kedalam kesyirikan, dan tidak merasa bahwa mereka telah menyelisihi makna kalimat Laa ilaaha illaa Allah.
Kadang mereka menyeru penghuni kuburan-kuburan ini saja, dan kadang pula mereka menyerunya bersama Allah. Setan telah menjadikan hal ini sebagai sebab yang mengantarkan kepada kekafiran banyak orang dari umat yang diberkahi ini, dan mereka menganggap bahwa mereka telah melakukan sebuah kebaikan. Inaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.
لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ( Tiap-tiap umat mempunyai ajal)
Allah menimpakan kepada mereka apa yang Dia kehendaki saat ajalnya telah tiba.
إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَـْٔخِرُونَ(Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya)
Dari ajal yang telah ditentukan itu.
وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ(dan tidak (pula) mendahulukan(nya))
Walau sejenak.

HADISH YANG BERKAITAN DENGAN PERTOLONGAN DAN PERLINDUNGAN ALLAH
عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ : يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ
[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً].
Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, berkata : Suatu ketika saya berada di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.
Ketahuilah sesungguhnya jika satu umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu, niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering ) .
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : Haditsnya hasan shahih).
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :
- Perhatian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengarahkan umatnya serta menyiapkan generasi mu’min idaman.
- Termasuk adab pengajaran adalah menarik perhatian pelajar agar timbul keinginannya terhadap pengetahuan sehingga hal tersebut lebih terkesan dalam dirinya.
- Siapa yang konsekwen melaksanakan perintah-perintah Allah, nicsaya Allah akan menjaganya di dunia dan akhirat.
- Beramal saleh serta melaksanakan perintah Allah dapat menolak bencana dan mengeluarkan seseorang dari kesulitan.
- Tidak mengarahkan permintaan apapun (yang tidak dapat dilakukan makhluk) selain kepada Allah semata.
- Manusia tidak akan mengalami musibah kecuali berdasarkan ketetapan Allah ta’ala.
- Menghormati waktu dan menggunakannya kepada sesuatu yang bermanfaat sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanfaatkan waktunya saat beliau berkendaraan.

MENJALIN TALI SILATURAHMI TAKMIR MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR PERIODE 2025 DENGAN PEMBINA YAYASAN FIKRUL AKBAR
Tema hadits yang berkaitan dengan Al quran:
- Menyiapkan generasi beriman :
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
[Surat An-Nisa : 9]
- Allah tempat bergantung dan berlindung :
اللَّهُ الصَّمَدُ
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
[Surat Al-Ikhlas : 2
Karena dengan ketakwaanlah seorang muslim akan dimudahkan dalam setiap urusannya. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا
“Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.”. (QS. At-Talaq: 4) ( Sumber :Oleh Ustadz Muslih Rosyid)
