
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu’min: 60).
Bekasi, fikrulakbar,org-Boleh jadi Allah mengabulkan do’a tersebut sebagaimana yang diminta. Boleh jadi Allah ganti dengan yang lebih baik. Boleh jadi pula Allah ganti dengan yang lain karena yang kita minta barangkali tidak baik untuk kita.
Ada masa ketika kita sudah berdoa begitu lama, berusaha sekuat tenaga, tetapi apa yang kita harapkan belum juga menjadi nyata. Kita melihat orang lain seakan lebih dahulu sampai, sementara kita masih berjalan di tempat yang sama. Pada saat seperti itu, hati mudah bertanya, “Ya Allah, kapan giliranku?” Namun percayalah, tidak ada satu pun doa yang terlewat dari pendengaran-Nya. Allah tahu apa yang kita minta, bahkan Allah tahu apa yang sesungguhnya kita butuhkan.
Tidak semua yang tertunda berarti ditolak. Bisa jadi Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih baik, atau sedang mempersiapkan diri kita agar siap menerimanya. Ada hal-hal yang jika diberikan terlalu cepat justru belum mampu kita jaga, maka bersabarlah. Sebab waktu Allah tidak pernah terlalu cepat dan tidak pernah terlambat. Ia datang tepat ketika segala sesuatu telah berada pada tempat terbaiknya.

Mungkin hari ini perjalanan terasa berat. Ada lelah yang tidak bisa diceritakan, ada kecewa yang hanya mampu disimpan, dan ada air mata yang jatuh ketika tidak seorang pun melihatnya. Namun jangan pernah merasa bahwa perjuangan itu sia-sia. Setiap kesabaran sedang membentuk kita. Setiap ujian sedang menguatkan kita. Dan setiap doa yang kita panjatkan sedang mengajarkan hati untuk semakin dekat dan bergantung hanya kepada Allah.
Waktu itu akan tiba. Waktu ketika kita akhirnya memahami mengapa dahulu harus menunggu begitu lama. Waktu ketika sesuatu yang pernah membuat kita menangis justru membuat kita bersyukur. Waktu ketika kita menoleh ke belakang dan berkata, “Ternyata ini alasan Allah membuatku menunggu.” Pada saat itulah kita akan memahami bahwa skenario Allah jauh lebih indah daripada skenario yang pernah kita susun sendiri.
Karena itu, jangan berhenti hanya karena hari ini belum sesuai harapan. Tetaplah berdoa, tetaplah berikhtiar, dan tetaplah berprasangka baik kepada Allah. Tugas kita bukan menentukan kapan doa harus dikabulkan, tetapi memastikan bahwa selama menunggu, kita terus memperbaiki diri. Sabar bukan berarti diam tanpa usaha. Sabar adalah tetap melangkah meskipun belum melihat hasilnya, karena kita percaya Allah sedang menuntun perjalanan kita.

Maka, tersenyumlah. Mungkin hari ini belum menjadi hari yang kita tunggu, tetapi bukan berarti hari itu tidak akan datang. Selama Allah masih memberikan kesempatan untuk bangun, berdoa, berusaha, dan berharap, selalu ada kemungkinan indah yang sedang menuju kepada kita. Jangan takut dengan waktu. Jangan menyerah karena penantian. Bersabarlah, tetaplah percaya, dan tersenyumlah. InsyaAllah, pada waktu terbaik menurut-Nya, kita akan berkata: “Ya Allah, ternyata penantian ini memang sepadan dengan keindahan yang Engkau berikan.”
Jika setiap orang memahami hal ini, maka tentu ia akan terus banyak berdo’a dan banyak memohon pada Allah. Karena setiap do’a yang dipanjatkan pasti bermanfaat. Segala sesuatu yang Allah karuniakan, itulah yang terbaik.
Janganlah berputus asa! Don’t give up! (Sumber :Hary Kuswanto)
