Kategori: baitulmaal fatimah

  • MASJID VISIONER BERORIENTASI PADA PEMBERDAYAAN UMAT

    MASJID VISIONER BERORIENTASI PADA PEMBERDAYAAN UMAT

    لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
    Artinya: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

    📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur’an al-‘Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur’an Univ Islam Madinah

    Diriwayatkan ari Amr bin Maimun, tentang (Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan) Dia berkata, “Kebajikan itu adalah surga”
    Diriwayatkan dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah mendengar Anas bin Malik, dia berkata, “Abu Thalhah adalah salah satu kaum Anshar yang paling kaya di Madinah. Hartanya yang paling dia cintai adalah kebun kurma Bairuha’ yang berada di depan masjid. Nabi SAW sering masuk ke kebun itu dan minum air yang ada di sana. Anas berkara, ketika turun ayat: (Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai) Abu Thalhah berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah berfirman (Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai) dan harta yang paling aku cintai adalah kebun kurma Bairuha’, ini adalah sedekah untuk Allah. Aku berharap agar kebun ini menjadi amal kebajikan di sisi Allah. Tempatkanlah kebun ini, wahai Rasulullah, sesuai dengan kehendak Allah.” Lalu Nabi SAW bersabda, “Itu benar, itu adalah harta yang menguntungkan.” Aku telah mendengar “Aku melihat kamu memberikannya kepada kerabat” Lalu Abu Thalhah berkata “Aku akan melakukannya, wahai Rasulullah” Lalu Abu Thalhah membaginya kepada kerabatnya dan sepupunya.
    Referensi : https://tafsirweb.com/1224-surat-ali-imran-ayat-92.html

    PENYALURAN ZAKAT MAAL UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI UMMAT OLEH AMIL BAITULMAAL MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR DI GEROBAK USAHA IBU MAJLIS TALIM MASJID AL-FATIHAH- KOTA BEKASI.

    Pemberdayaan merupakan proses, cara dan upaya untuk menjadikan orang lain memiliki
    daya, kemampuan atau kekuatan. Secara istilah pemberdayaan merupakan upaya membangun daya yang dimiliki duafa atau orang lemah dengan cara menggerakkan,
    memberikan motivasi dan meningkatkan kesadaran tentang potensi yang dimilikinya, serta
    berupaya untuk mengembangkannya.

    Ada juga yang memahami pemberdayaan umat sebagai upaya dalam penyediaan sumber daya, kesempatan, pengetahuan dan keterampilan bagi umat untuk menumbuhkan dan meningkatkan kapasitas mereka, sehingga dapat menemukan masa depannya yang lebih baik. Pemberdayaan Umat diartikan sebagai sebuah upaya untuk mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik, sehingga kualitas dan kesejahteraan hidupnya secara perlahan juga akan meningkat.

    Berkaitan dengan masalah tersebut, kemiskinan dapat diatasi dengan memberdayakan
    ekonomi yang merupakan solusi yang diberikan Alquran, salah satu pemberadayaan umat
    yaitu dengan berinfak. Allah berfirman dalam QS. Ali Imran 92
    Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan
    sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah
    mengetahuinya.
    Pemberdayaan merupakan salah satu visi misi Alquran untuk menjelaskan kepada
    manusia bahwa Alquran terus berlaku di mana pun dan kapan pun sampai akhir zaman.
    Pemberdayaan merupakan suatu bentuk cara, proses dan upaya untuk menjadikan pihak lain
    mempunyai daya atau kekuatan.3 Yakni suatu proses yang berjalan terus-menerus untuk
    membangun ataupun meningkatkan kemampuan masyarakat dalam meningkatkan taraf
    hidupnya, upaya tersebut hanya dapat dilakukan dengan menumbuhkan dan membangkitkan
    keberdayaan mereka.

    PENYALURAN BAITUL MAAL MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR KE SALAH SATU 8 ASNAF JAMAAAH MASJID AL-FATIHAH – KOTA BEKASI

    Masjid visioner adalah masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki visi jangka panjang dalam pemberdayaan umat dan pembangunan peradaban Islam.
    Masjid ini dikelola dengan profesionalisme, inovasi, dan kepedulian sosial, sehingga mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan sosial bagi masyarakat sekitar.

    Ciri-ciri Masjid Visioner:

    1. Berorientasi pada Pemberdayaan Umat
      Masjid tidak hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga pusat pendidikan, ekonomi, dan sosial.
      Mengadakan program-program pelatihan keterampilan, bimbingan belajar, serta kajian keislaman yang mendalam.
    2. Memiliki Manajemen yang Baik.
      Dikelola secara profesional dengan struktur kepengurusan yang jelas.
      Transparansi dalam pengelolaan dana dan aset masjid.
      Memanfaatkan teknologi dalam administrasi dan komunikasi dengan jamaah.
    3. Mandiri Secara Ekonomi
      Memiliki sumber pendanaan yang berkelanjutan, seperti unit usaha berbasis syariah.

    Mengembangkan koperasi, minimarket, atau usaha lain yang bermanfaat bagi umat. SEMOGA BERMANFAAT DAN BERKAH SELALOE

    PEMBERDAYAAN UMAT MELALUI PELATIHAN PERTANIAN DI P2EKOMAS MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

  • SEUTAMA-UTAMA IBADAH BADANIYAH ADALAH SHOLAT, DAN PALING UTAMA IBADAH MALlIYAH ADALAH ZAKAT

    SEUTAMA-UTAMA IBADAH BADANIYAH ADALAH SHOLAT, DAN PALING UTAMA IBADAH MALlIYAH ADALAH ZAKAT

    Di dalam Al-Quran, perintah shalat sering kali disandingkan dengan perintah zakat. Ada 30 kali penyebutan kata zakat di dalam Al-Quran dan 28 kalinya disandingkan dengan kata shalat. Banyaknya pengulangan ini menunjukkan bahwa

    :1. shalat dan zakat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam bangunan Islam 2. Adanya korelasi (hubungan) antara ibadah sholat dan zakat 3. Seutama-utamanya ibadahniyah adalah sholat dan paling utama ibadah maliiyah adalah sholat. 4. Sehngga meninggalkan perintah zakat sama hukumnya meninggalkan sholat.

    Jika ditilik secara mendalam, ada banyak dalil zakat dalam Al-Qur’an yang beriringan dengan sholat sebagaimana terdapat dalam FirmanNya sebagai berikut:

    1. Surat At-Taubah 103

    خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

    “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)

    2. surat Al-Baqarah ayat 43.

      وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

      “Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama dengan orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Baqarah: 43)

       3. surat Al-Baqarah ayat 83.

      وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ

      “[Ingatlah] ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu berpaling [mengingkarinya], kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu [masih menjadi] pembangkang.”

       4. Surat Al-Baqarah: 110.

      وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

      “Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu akan kamu dapatkan [pahalanya] di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

      5. Al-Baqoroh 177

      لَيْسَ الْبِرَّاَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ ۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْا ۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

      “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah [kebajikan] orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan [memerdekakan] hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

      6. Al-Baqarah ayat 277.

      اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

      “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, beramal saleh, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak [pula] mereka bersedih.

      7. An-nisa ayat 77.

      اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ قِيْلَ لَهُمْ كُفُّوْٓا اَيْدِيَكُمْ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۚ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللّٰهِ اَوْ اَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوْا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَۚ لَوْلَآ اَخَّرْتَنَآ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۗ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيْلٌۚ وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقٰىۗ وَلَا تُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا

      “Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, ‘Tahanlah tanganmu [dari berperang], tegakkanlah salat, dan tunaikanlah zakat!’ Ketika mereka diwajibkan berperang, tiba-tiba segolongan mereka [munafik] takut kepada manusia [musuh] seperti ketakutan mereka kepada Allah, bahkan lebih takut daripada itu. Mereka berkata, ‘Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan [kewajiban berperang] kepada kami beberapa waktu lagi?’ Katakanlah, ‘Kesenangan di dunia ini hanyalah sedikit, sedangkan akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dizalimi sedikitpun

      8. An-Nisa ayat 162.

      لٰكِنِ الرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُوْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَالْمُقِيْمِيْنَ الصَّلٰوةَ وَالْمُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالْمُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ اُولٰۤىِٕكَ سَنُؤْتِيْهِمْ اَجْرًا عَظِيْمًا ࣖ

      “Akan tetapi, orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka dan orang-orang mukmin beriman pada [Al-Qur’an] yang diturunkan kepadamu [Nabi Muhammad] dan pada [kitab-kitab] yang diturunkan sebelummu. [Begitu pula] mereka yang melaksanakan salat, yang menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah serta hari Akhir. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar.”

      9.Al-Maidah ayat 12.

      وَلَقَدْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَۚ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيْبًاۗ وَقَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مَعَكُمْ ۗ لَىِٕنْ اَقَمْتُمُ الصَّلٰوةَ وَاٰتَيْتُمُ الزَّكٰوةَ وَاٰمَنْتُمْ بِرُسُلِيْ وَعَزَّرْتُمُوْهُمْ وَاَقْرَضْتُمُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا لَّاُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَلَاُدْخِلَنَّكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ

      “Sungguh, Allah benar-benar telah mengambil perjanjian dengan Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Allah berfirman, ‘Aku bersamamu. Sungguh, jika kamu mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul-rasul-Ku dan membantu mereka, serta kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Aku masukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Maka, siapa yang kufur di antaramu setelah itu, sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.’”

      10.Al-Maidah ayat 55.

      اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رٰكِعُوْنَ

      “Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang menegakkan salat dan menunaikan zakat seraya tunduk [kepada Allah].”

      11.. Al-A’raaf: 156.وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ قَالَ عَذَابِيْٓ اُصِيْبُ بِهٖ مَنْ اَشَاۤءُۚ وَرَحْمَتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍۗ فَسَاَكْتُبُهَا لِلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَالَّذِيْنَ هُمْ بِاٰيٰتِنَا يُؤْمِنُوْنَۚ

      “Tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali [bertobat] kepada Engkau. [Allah] berfirman, ‘Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa dan menunaikan zakat serta bagi orang-orang yang beriman pada ayat-ayat Kami.’”

       12.At-Taubah ayat 5.

      فَاِذَا انْسَلَخَ الْاَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَيْثُ وَجَدْتُّمُوْهُمْ وَخُذُوْهُمْ وَاحْصُرُوْهُمْ وَاقْعُدُوْا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍۚ فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

      “Apabila bulan-bulan haram telah berlalu, bunuhlah [dalam peperangan] orang-orang musyrik [yang selama ini menganiaya kamu] di mana saja kamu temui! Tangkaplah dan kepunglah mereka serta awasilah di setiap tempat pengintaian! Jika mereka bertobat dan melaksanakan salat serta menunaikan zakat, berilah mereka kebebasan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

       13.At-Taubah ayat11.

      فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَاِخْوَانُكُمْ فِى الدِّيْنِ ۗوَنُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

      “Jika mereka bertobat, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, mereka adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.”

      14.At-Taubah: 18.

      اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ

      “Sesungguhnya yang [pantas] memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut [kepada siapa pun] selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

       15. At-Taubah: 60.

      اِنَّمَا الصَّدَقٰتُ لِلْفُقَرَاۤءِ وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْعٰمِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغٰرِمِيْنَ وَفِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ فَرِيْضَةً مِّنَ اللّٰهِ ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

      “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, para amil zakat, orang-orang yang dilunakkan hatinya [mualaf], untuk [memerdekakan] para hamba sahaya, untuk [membebaskan] orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan [yang memerlukan pertolongan], sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

      16. At-Taubah ayat 71.

      وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

      “Orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh [berbuat] makruf dan mencegah [berbuat] mungkar, menegakkan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

      17.Al-Anbiya: 73.

      وَجَعَلْنٰهُمْ اَىِٕمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَمْرِنَا وَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَاِقَامَ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءَ الزَّكٰوةِۚ وَكَانُوْا لَنَا عٰبِدِيْنَ ۙ

      “Kami menjadikan mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk atas perintah Kami dan Kami mewahyukan kepada mereka [perintah] berbuat kebaikan, menegakkan salat, dan menunaikan zakat, serta hanya kepada Kami mereka menyembah.”

      18. Al Hajj ayat 41.

      اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ

      “[Yaitu] orang-orang yang jika Kami beri kemantapan [hidup] di bumi, mereka menegakkan salat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.”

      19.Al Hajj ayat 78.

      وَجَاهِدُوْا فِى اللّٰهِ حَقَّ جِهَادِهٖۗ هُوَ اجْتَبٰىكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ مِلَّةَ اَبِيْكُمْ اِبْرٰهِيْمَۗ هُوَ سَمّٰىكُمُ الْمُسْلِمِيْنَ ەۙ مِنْ قَبْلُ وَفِيْ هٰذَا لِيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ شَهِيْدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِۖ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِ ۗهُوَ مَوْلٰىكُمْۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ ࣖ ۔

      “Berjuanglah kamu pada [jalan] Allah dengan sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan tidak menjadikan kesulitan untukmu dalam agama. [Ikutilah] agama nenek moyangmu, yaitu Ibrahim. Dia [Allah] telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dahulu dan [begitu pula] dalam [kitab] ini [Al-Qur’an] agar Rasul [Nabi Muhammad] menjadi saksi atas dirimu dan agar kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka, tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berpegang teguhlah pada [ajaran] Allah. Dia adalah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”

       20. An-Nur ayat 37.

      رِجَالٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِقَامِ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءِ الزَّكٰوةِ ۙيَخَافُوْنَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَالْاَبْصَارُ ۙ

      “Orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang [hari Kiamat].”

      21, An-Nur ayat 56.

      وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

      “Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul [Nabi Muhammad] agar kamu dirahmati.”

      22. An-Naml ayat 3.

      الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ

      “[Yaitu] orang-orang yang menegakkan salat, menunaikan zakat, dan meyakini adanya akhirat.”

      23.Luqman ayat 4.

      الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ بِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ

      “[yaitu] orang-orang yang menegakkan salat, menunaikan zakat, dan meyakini adanya akhirat.

      24.Al-Ahzab ayat 37.

      وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۗ اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ

      “Tetaplah [tinggal] di rumah-rumahmu dan janganlah berhias [dan bertingkah laku] seperti orang-orang jahiliah dahulu. Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan dosa darimu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

      25.Fushilat ayat 7.

      ٱلَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ كَٰفِرُونَ

      “[yaitu] orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya [kehidupan] akhirat.”

      26.Fushilat ayat 7.

      ءَاَشْفَقْتُمْ اَنْ تُقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوٰىكُمْ صَدَقٰتٍۗ فَاِذْ لَمْ تَفْعَلُوْا وَتَابَ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۗ وَاللّٰهُ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَࣖ٣

      “Apakah kamu takut [menjadi miskin] jika mengeluarkan sedekah sebelum [melakukan] pembicaraan rahasia dengan Rasul? Jika kamu tidak melakukannya dan Allah mengampunimu, tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

      27.Al Muzammil ayat 20.

      اِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ اَنَّكَ تَقُوْمُ اَدْنٰى مِنْ ثُلُثَيِ الَّيْلِ وَنِصْفَهٗ وَثُلُثَهٗ وَطَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الَّذِيْنَ مَعَكَۗ وَاللّٰهُ يُقَدِّرُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۗ عَلِمَ اَنْ لَّنْ تُحْصُوْهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْاٰنِۗ عَلِمَ اَنْ سَيَكُوْنُ مِنْكُمْ مَّرْضٰىۙ وَاٰخَرُوْنَ يَضْرِبُوْنَ فِى الْاَرْضِ يَبْتَغُوْنَ مِنْ فَضْلِ اللّٰهِۙ وَاٰخَرُوْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۖ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُۙ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًاۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِۙ هُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًاۗ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌࣖ٠

      “Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau [Nabi Muhammad] berdiri [salat] kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan [demikian pula] segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menghitungnya [secara terperinci waktu-waktu tersebut sehingga menyulitkanmu dalam melaksanakan salat malam]. Maka, Dia kembali [memberi keringanan] kepadamu. Oleh karena itu, bacalah [ayat]Al-Qur’an yang mudah [bagimu]. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah serta yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah [bagimu] darinya [Al-Qur’an]. Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh [balasan]-nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

      28. surat Al-Bayyinah: 5.

      وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

      “Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif [istikamah], melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus [benar].”

    1. DOA ORANG YANG BERPUASA DI JABAH ALLAH

      DOA ORANG YANG BERPUASA DI JABAH ALLAH

      ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
      Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.


      📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur’an al-‘Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur’an Univ Islam Madinah


      Allah SWT memberikan petunjuk kepada hamba-hambaNya agar mereka berdoa kepadaNya yang merupakan kebaikan bagi dunia dan akhirat mereka. Lalu Allah SWT berfirman: (Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan merendahkan diri dan suara yang lembut) Dikatakan bahwa maknanya adalah dengan merendahkan diri, tunduk, dan dengan lemah lembut. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai

      (205)) (Surah Al-A’raf) dan disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari, dia berkata,”Orang-orang meninggikan suaranya ketika berdoa. Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Wahai manusia, tenangkanlah diri kalian, karena sesungguhnya kalian tidaklah berdoa kepada Tuhan yang tuli dan tidak pula yang tidak ada, sesungguhnya Tuhan yang kalian mintai doa itu Maha Mendengar lagi Maha Dekat”
      Ibnu Jarir berkata tentang makna (tadharru’) adalah merendahkan diri dan tenang dalam ketaatan kepadaNya dan (wa khufyah) dia berkata dengan hati yang tunduk, dan yakin pada Keesaan dan KetuhananNya dalam sesuatu antara kalian dan Dia, dan tidak pula dengan suara yang keras dan riya’.


      Ibnu Juraij berkata bahwa meninggikan suara, berseru, dan menjerit dalam berdoa itu makruh. Hal yang diperintahkan adalah dengan merendahkan diri dan tunduk. Kemudian dia meriwayatkan dari ‘Atha’ dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (55)) yaitu dalam berdoa dan dalam hal lain.
      Referensi : https://tafsirweb.com/2509-surat-al-araf-ayat-55.html

      Do’a Orang yang Berpuasa Diijaba Allah

      عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” ثَلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ ” رواه الترمذي (2525) وصححه الألباني في صحيح الترمذي (2050)

      Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam,
      “Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka. Pemimpin yang adil. Dan do’a orang yang teraniaya. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku, pasti Aku tolong kamu, walau setelah beberapa waktu.” (Hr.Ahmad dan At Tirmidzi)

      Pelajaran yang terdapat dalam hadits:

      1- Doa adalah perwujudan rasa cinta seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wata’ala sekaligus pengakuan akan kebutuhan dan pertolongan-Nya. Hakikat doa sebenarnya juga meminta kekuatan dan kesanggupan dari Allah Subhanahu Wata’ala Dalam doa ada makna memuji Allah Subhanahu Wata’ala ada pengakuan bahwa Allah Maha Mulia lagi Maha Pemurah. Itu semua menjadi ciri pengabdian dan penghambaan.

      2- Doa adalah ibadah.

      3- Putusan atau qodha’ Allah tidak bisa ditolak kecuali dengan doa

      لا يرد القضاء إلا الدعاء ولا يزيد في العمر إلا البر

      “Putusan atau qadha’ Allah tidak bisa ditolak kecuali dengan doa. Dan sesuatu tidak akan menambah umur kecuali kebaikan.

      4- Do’a orang-orang yang bepuasa, do’a yang diijabah. Maka jangan disia- siakan.

      Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

      1- Ramadhan adalah syahrud du’aa’, bulan berdo’a-. Sehingga rangkaian ayat-ayat shaum yang panjang itu, disisipi seruan untuk berdo’a.

      وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

      Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al-Baqarah :186)

      2- Berdo’alah, Alloh akan mengabulkannya. Secara umum Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berdo’a, memohon dan memelas kepada-Nya. Alloh juga telah menjanjikan akan mengabulkan permohonan hamba tersebut.

      ﺍﺩْﻋُﻮﻧِﻲ ﺃَﺳْﺘَﺠِﺐْ ﻟَﻜُﻢْ ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ ﻋَﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩَﺗِﻲ ﺳَﻴَﺪْﺧُﻠُﻮﻥَ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﺩَﺍﺧِﺮِﻳﻦَ

      “Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60).

      3- Rendah diri dan khusyu’.

      ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

      “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Araf:55.).

    2. BRANDING DUA PROGRAM BAITULMAAL MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

      BRANDING DUA PROGRAM BAITULMAAL MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

      Memberi makan adalah salah satu kunci masuk surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

      أَفْشُوا السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ

      Sebarkan salam/kedamaian, berilah makanan, sambunglah silaturahim, shalatlah di malam hari ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan penuh keselamatan. (HR. Ibnu Majah dan Ahmad; shahih)

      Islam menghendaki manusia saling tolong menolong. Maka jika ada yang membutuhkan, hendaklah ditolong dan umat Islam harus menjadi pelopor dalam menolong orang lain. Apalagi jika yang dibutuhkan adalah makanan.

      APA ITU SERASI

      Serasi merupakan Gerakan sedekah beras untuk masyarakat sekitar terutama yang membutuhkan (yatim, dhuafa, janda, dan fakir miskin, dll) agar kebutuhan beras mereka tercukupi di setiap bulanya. Gerakan ini sebagai bentuk ikhtiar untuk memberikan akses untuk para muhsinin ( orang-orang yang ingin berbuat baik ) agar sedekahnya sampai kepada penerimanya dengan lebih mudah dan tepat sasaran.

      Siapa pengelolanya?

      Gerakan ini dikelola oleh Baitulmaal Masjid Fatimah Fikrul Akbar, bekerjasama dengan pemuda/relawan Masjid Fatimah sebagai pelaksananya.

      Siapa penerimanya?
      Beras akan di distribusikan kepada masyarakat sekitar terutama yang membutuhkan seperti yatim, dhuafa, fakir miskin, dan para janda area Bekasi secara khusus dan umumnya seluruh Indonesia.

      Besaran distribusi akan disesuaikan dengan jumlah donasi setiap bulanya. Distribusi dilakukan dengan cara diantarkan ke rumah calon penerima yang sudah terdata setiap bulanya.

      PENYALURAN GERAKAN SODAKOH BERAS BERJAMAAH BAITULMAAL MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR KE MUSIBAH BANJIR DI RUMAH BAPAK RW 08.BABELAN KOTA KAB. BEKASI

      Pengumpulan & Durasi Donasi?

      Pengumpulan dilakukan setiap hari di Masjid Fatimah FA, tim BMF akan menyediakan media untuk berdonasi berupa stand yang ditempatkan di teras masjid.

      Durasi donasi adalah sesuai komitmen ( 1 tahun atau 2 tahun atau selama program berjalan ) yang telah dipilih oleh donatur saat melakukan pendaftaran. Dan insyaAllah, demi menjaga keistiqamahan donator dalam bersedekah, tim BMF akan mengingatkan para donator setiap awal bulan untuk melakukan donasi.

      Berupa jumlah donasinya?

      Donasi bisa berupa beras langsung atau uang tunai, adapun untuk jumlah tidak dibatasi (semampunya).

      Feed back dari program ini?

      Setiap bulanya, tim BMF akan mengirim dokumentasi sebaran distribusi beras dan juga laporan distribusi kepada donatur via nomer Whatsapp atau nomer telp yang sudah di daftarkan oleh donatur saat mengisi formulir pendaftaran. Ini demi menjaga transparansi dan kepercayaan donatur. Para donatur juga dapat mengantarkan sedekah beras secara langsung kepada pihak penerima ( didampingi oleh tim serasi ).

    3. MARKETING SIAPA TAHU

      MARKETING SIAPA TAHU

      فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩)

      “Maka berkat rahmat Allah, engkau (Muhammad) bersikap lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu, maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal (159).”

      Termasuk hal penting untuk diperhatikan dalam melakukan kegiatan marketing adalah bersikap baik dan menyenangkan terhadap pelanggan atau konsumen, seperti bersikap ramah, mau menyapa, tetapi tetap menjaga adab kesopanan. Jika tidak, dapat dipastikan konsumen akan berpaling meninggalkan kita. Oleh karena itu, bagi seorang pebisnis dianjurkan untuk mempunyai jiwa yang baik agar sikap yang muncul juga baik, lemah lembut, dan pemaaf. Seperti firman Allah pada QS. Ali Imran ayat 159 yang tersebut di kalimat pembuka artikel ini.

      MARKETING SIAPA TAHU

      Pengurus Lembaga Amil perlu menerapkan marketing modern, jangan marketing siapa tahu. Marketing siapa tahu adalah marketing yang sporadis, yang sekedar menebarkan ajakan berdonasi di berbagai grup, dengan harapan “siapa tahu” ada yang berdonasi. Marketing seperti tidak efektif, karena memberikan informasi kepada sasaran yang tidak tepat dan tidak pas. Sehingga feedback nya juga pasti tidak memuaskan.

      Yang perlu dilakukan adalah menerapkan marketing modern, yaitu melakukan penawaran layanan ziswaf dengan lebih tertarget. Tahapan-tahapan dalam menarik calon muhsinin berziswaf juga dapat ter-funneling dengan baik, mulai dari penyadaran (awwarness), consideration, purchase, hingga conversion”

      MEMBERIKAN PELAYANAN PRIMA BAGI JAMAAH MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

      BEBERAPA SISTEM SALAH SATUNYA

      Sistem Pelayanan

      1. Metode Pembayaran: Donatur dapat memilih cara pembayaran melalui metode manual (kotak infak) atau digital (QRIS, dompet digital, transfer bank).
      2. Metode Pelayanan. Donatur yang berkomitment untuk berdonasi akan diremainder oleh petugas setiap awal bulan.  Reminder beriisi laporan penyaluran, ebook, informasi acara. Setiap tahun donatur akan menerima Laporan tahunan yang dilengkapi dengan terima kasih.
      3. Pembinaan Donatur: Pembinaan donatur dilaksanakan dengan menyelenggarakan kajian rutin, dan kelas-kelas pelatihan keluarga qurani seperti parenting qurani, komunikasi qurani, bisnis qurani, profeional qurani, dsb.

      (Ustaz Ahmad Syarif, dalam e-course Kolaborasi Pesantrenterbuka dan Maslam Foundation, 4 Januari 2025)

    4. STEP BY STEP REVITALISASI BAITULMAAL MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

      STEP BY STEP REVITALISASI BAITULMAAL MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

      PENANDATANGANAN PAKTA INTEGRITAS BAITULMAAL MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR DENGAN BAZNAS DI KANTOR BAZNAS PEMDA KABUPATEN BEKASI 21 JANUARI 2025

      Alhamdulillah BaitulMaal Masjid Fatimah Fikrul Akbar telah resmi berbadan hukum dari BAZNAS KABUPATEN BEKASI, sejak tanggal 21 Januari 2025 dengan telah di tandatangani pakta integritas oleh Bpk. Muhammad Iwan Rifai di hadapan pejabat Baznas Kabupaten Bekasi bertempat di kantor Baznas Kabupaten Bekasi Kompleks Pemda Kabupaten Bekasi Kawasan Delta Mas Bekasi.

      Beberapa Langkah-Langkah yang sedang dilakukan oleh pengurus baru sejak di resmikan sebagai amil resmi dari pemerintah dalam hal ini baznas maka Insyaallah sekarang sedang PROSES tahapan ke 7 untuk mewujudkannya sebagai berikut :

      STEP BY STEP REVITALISASI BAITULMAAL MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

      Langkah ke #1 :

      • Niat menjadi Mujahid Perintis
      • Daftar UPZ ke Baznas

      Langkah ke #2 :

      • Langganan ChatGPT berbayar

      Langkah ke #3 :

      • Editing Bab 1 Penyusunan Rencana Revitalisasi UPZ disesuaikan dg masjid/Lembaga masing2
      • TTD Akad sebagai Mujahid Perintis

      Langkah ke #4 :

      • Editing Bab 2 Penyusunan Marketing Plan Layanan Infaq UPZ

      Langkah ke #5 :

      • Editing Bab 3 Penyusunan Rencana Sistem Komunikasi Digital
      • Buat Akun FB, IG, TikTok, Youtube

      Langkah ke #6 :

      • Editing Bab 4 Penyusunan Rencana List Building Dan Funneling untuk Calon Donatur Infaq
      • Editing Bab 5 Penyusunan Produk Lead Magnet untuk List Building Layanan Infaq
      • Buat KDOB dan KDM

      Langkah ke #7 :

      • Editing Bab 7 Penyusunan SOP Alur Pelayanan Umum
      • Editing Bab 8 Pengelolaan Harta Ziswaf
      • Buat Kantor Baitulmaal/UPZ