MUSYAWARAH BERSAMA INVESTOR DARI MASJID ISTIQLAL DAN INVESTOR MASJID FATIMAH YAYASAN FIKRUL AKBAR DI AMERIKA ROOM MASJID ISTIQLAL JAKARTA
KOMPETISI MASJID INVESTA adalah ajang kompetisi kewirausahaan nasional bagi Semua Masjid di Indonesia dengan tujuan memilih UMKM Juara yang akan dibina oleh BUMM (Badan Usaha Milik Masjid) di seluruh Indonesia. Dengan mengikuti kompeisi masjid investa ini, para peserta akan mendapatkan akses ke seluruh benefit yang di selenggarakan oleh para penyelenggara maupun sponsor termasuk hadiah utama.
Beberpa keunggulan yang berbeda dengan kompetisi umumnya adalah pemenang lomba benar -benar akan mendapatkan investasi dari investor Masjid Istiqlal dan Yayasan Fikrul Akbar.
AMANAH” dalam menjalankan usaha bersama yg profitable bersama BUMM (Badan Usaha Milik Masjid) dan “GEMAR BERAMAL” untuk mendonasikan sebagian profitnya kepada masjid untuk program pembinaan yatim piatu dhuafa. UMKM binaan masjid yang “GO INTERNASIONAL” akan membawa nama baik Masjid Anda dikenal luas ke mancanegara.
Sehingga pada akhirnya tercipta Masjid Mandiri di seluruh Negeri Indonesia.
“Hypnoparenting merupakan suatu metode parenting yang bertujuan untuk mengarahkan anak pada perilaku yang lebih baik. Ada beberapa tahapan untuk melakukannya, mulai dari tahapan pre-talk, pre-induction, hingga tahapan terakhir yaitu post hypnotic-suggestion.”
Pada dasarnya, hypnoparenting merupakan suatu metode yang dapat orang tua lakukan agar anak berada dalam alam bawah sadarnya. Metode ini bertujuan untuk memengaruhi pola pikir anak agar dapat berbuat baik.
TK, TAUD, SD,SMP,SMA, FIKRUL AKBAR ISLAMIC SCHOOLPEDULI BENCANA SUMATRA
Maka sayangilah penduduk bumi niscaya Yang di atas langit pun akan menyayangi kalian.” (HR. Abu Dawud)
Banjir memang surut, tapi perjuangan terus berlanjut. Hingga saat ini, warga masih membersihkan sisa lumpur, sedangkan malam kembali di pengungsian.
Di tengah kesulitan itu,,kembali menyalurkan amanah dari masyarakat. Sembako, obat-obatan, hingga kebutuhan bayi, disalurkan ke beberapa lokasi di Kabupaten Bireuen.
Sahabat Peduli, bencana di Sumatera menyisakan duka yang sangat mendalam. Jika bukan kita yang menemani mereka bangkit, siapa lagi
DOKUMENTASI ADIK USTAZAH SD FAIS SEBAGAI RELAWAN DI ACEH MENYALURKAN BANTUAN DARI SD, SMP , SMA FAIS KE WARGA SEKITAR LANGSA ACEH
Bagi keluarga FIKRUL AKBAR ISLAMIC SCHOOL atas bantuan ini , kami berdoa semoga Alloh memberkahi Jazakumulahu khair! Semoga Allah membalas setiap rupiah yang didonasikan dengan ribuan kebaikan.
Alhamdulillah, setelah berhari-hari terisolasi, Desa Bandar Mahligai, Aceh Tamiang akhirnya tersentuh bantuan.
Mari kita terus panjatkan doa, semoga setiap langkah tim di lapangan dimudahkan Allah dalam menunaikan amanah umat.
Semoga setiap rupiah yang dititipkan bukan hanya meringankan kesulitan mereka, tetapi juga menjadi jalan terbukanya pertolongan Allah untuk kita semua. Aamiin.
عن عثمان بن عفان رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” ما من عبد يقول في صباح كل يوم ومساء كل ليلة : بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ
Dari Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidaklah seorang hamba membaca di pagi dan petang hari, بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ* شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ 3x “(Aku berlindung) dengan Nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu di bumi dan di langit yang bisa membahayakan. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,”
sebanyak tiga kali (melainkan) tidak ada sesuatu yang membahayakannya.” (HR. Abu Dawud & Al-Tirmidzi, lafadz milik al-Tirmidzi)
Pelajaran yang terdapat didalam hadist:
1- Maksud mengucapkan Bismillah di sini adalah Bismillah Asta’idz (dengan menyebut nama Allah aku berlindung), maksudnya berlindung kepada Allah melalui nama-Nya. 2- Siapa yang berlindung kepada Allah dengan menyebut nama-Nya maka dia akan aman dari musibah yang datang dari arah bumi dan dari arah langit. Artinya tidak ada bala’ dan musibah dari arah bumi dan langit yang menimpa dirinya. 3- Sangat baik dibaca setiap pagi hari dan sore hari. 4- Do’a ini menjadi sebab seseorang terlindungi dari berbagai gangguan, keburukan, dan kejahatan (seperti sakit atau pengaruh buruk) yang ditimbulkan oleh makhluk yang memiliki keburukan dan potensi jahat, seperti jin, manusia, dan selainnya, baik yang nampak atau tersembunyi. 5- Doa ditutup dengan 2 nama Allah, al-Samii’ (maha mendengar) dan al-‘Aliim (maha mengetahui). Yakni Maha mendengar perkataa para hamba-Nya. Maha mengetahui perbuatan-perbuatan mereka. tidak ada sesuatu yang tertutupi dari diri-Nya; baik yang ada di langit dan yang ada di bumi. 6- Jika seseorang melakukan sebab syar’i ( dengan memabca doa ini) yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, lalu tidak didapatkan manfaatnya, maka itu bukan karena doa ini tidak berkhasiat atau penyampainya berdusta. Tidak. Tetapi karena adanya Mawani’ (penghalang) dari dikabulkannya doa tersebut. 7- Hendaknya orang yang mengalami hal demikian mengintrospeksi diri dan mencari tahu apa yang menghalangi dari terkabulnya doa perlindungan yang dibacanya tersebut. Mungkin, karena makanan yang tidak halal, banyaknya kemaksiatan yang dikerjakan, atau mungkin masih ada durhaka kepada orang tua.
Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur’an :
1- Ini merupakan sebagian dari karunia dan kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala Dia menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan Dia menjamin akan memperkenankan permintaan mereka, seperti apa yang dikatakan oleh Sufyan Ats-Tsauri, bahwa hai orang yang paling dicintai oleh-Nya di antara hamba-hamba-Nya, karena dia selalu meminta kepada-Nya dan banyak meminta kepada-Nya.
Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” [Al Mukmin: 60]
2- Kemudian Allah memberikan petunjuk untuk meminta perlindungan ;pada-Nya dari godaan setan yang tidak kelihatan, karena sesunguhnya setan tidak senang bila kita berbuat kebaikan. Dan sesungguhnya setan itu hanya bertujuan untuk menghancurkan dan membinasakan kita cara keseluruhan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kita dan bagi kakek moyang kita jauh sebefum kita (yakni Nabi dam).
Dan jika kamu ditimpa suatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al-A’raf: 200 (Oleh Ustadz Muslih Rosyid)
Oleh NARA SUMBER SEMINAR BISNIS MUSLIMAH PRENEUR LPK FIKRUL AKBAR: NAYLA NUR ROZIQ
Di era digital ini, banyak orang memulai bisnis online karena memiliki beragam keuntungan. Namun, bisnis offline juga masih memiliki tempat di pasar yang kompetitif. Nah, sebelum Anda memutuskan model bisnis yang tepat, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, salah satunya mengetahui perbedaan antara bisnis online dan offline.
Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Offline
Tak hanya bisnis online, bisnis offline juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Sebelum Anda memutuskan untuk membuka toko atau gerai, pertimbangkan poin-poin yang tersaji pada tabel berikut.
Kelebihan Bisnis Offline
Kekurangan Bisnis Offline
Interaksi langsung dengan pelanggan.
Kurangnya interaksi langsung dengan pelanggan.
Mudah membangun kepercayaan pelanggan.
Jangkauan pelanggan yang terbatas.
Lebih mudah untuk membangun merek.
Keterbatasan waktu dan lokasi.
Bisnis online dapat menjadi lebih menguntungkan jika produk atau jasa yang ditawarkan memang bisa diperjualbelikan secara online. Selain itu, bisnis online bisa cuan besar jika dapat menjangkau pelanggan yang lebih luas melalui media sosial dan pemasaran digital.
Di sisi lain, bisnis offline dapat menjadi lebih menguntungkan jika produk atau jasa yang ditawarkan lebih cocok untuk dijual secara langsung. Tak hanya itu, bisnis offline mampu mendulang cuan besar jika dapat membangun basis pelanggan setia melalui interaksi langsung.
Semoga setelah mengikuti seminar yang diselenggaran oleh LPK Fikrul Akbar , Muslimahpreneur jadi semakin paham antara perbedaan bisnis online dan offline, lalu memilih model yang tepat bagi usaha Anda. Selamat mencoba dan semoga sukses!
سُبْحٰنَ الَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا (Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam) Yakni memperjalankan hamba-Nya di malam hari. Allah tidak menyebut beliau dalam ayat ini dengan Nabi-Nya, Rasul-Nya, atau Muhammad, hal ini sebagai penghormatan bagi beliau dengan menjadikannya dalam kedudukan yang mulia ini (yakni sebagai hamba-Nya).
مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ(dari Al Masjidil Haram) Rasulullah diperjalankan dari rumah milik Ummu Hani’ yang terletak di sebelah Masjidil Haram.
إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا(ke Al Masjidil Aqsha) Yakni masjid Baitul Maqdis, dan pada saat itu tidak ada masjid setelahnya (oleh sebab itu disebut sebagai al-Masjidil Aqsha (masjid yang terjauh)).
الَّذِى بٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ(yang telah Kami berkahi sekelilingnya) Dengan buah-buahan, sungai-sungai, dan tempat tinggal para nabi dan orang-orang shalih; serta di sana terdapat keberkahan dunia dan akhirat. لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايٰتِنَآ ۚ(agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami) Yakni keajaiban-keajaiban yang Allah tunjukkan kepada beliau di malam itu.
إِنَّهُۥ(Sesungguhnya Dia) Yakni Allah Ta’ala.
هُوَ السَّمِيعُ (Maha Mendengar) Segala suara.
الْبَصِيرُ (lagi Maha Mengetahui) Segala wujud, termasuk diantaranya adalah Maha Mengetahui diri Rasulullah dan amal perbuatan-Nya. Terdapat pendapat mengatakan bahwa perjalanan tersebut dengan jasad dan ruh Rasulullah. Pendapat lain mengatakan perjalanan tersebut hanya dengan ruhnya saja. Isra’ Mi’raj terjadi satu tahun sebelum Rasullah berhijrah ke Madinah. Dan pendapat lain mengatakan terjadi beberapa tahun sebelum hijrah.
لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايٰتِنَآ ۚ(agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami) Yakni keajaiban-keajaiban yang Allah tunjukkan kepada beliau di malam itu.
إِنَّهُۥ(Sesungguhnya Dia) Yakni Allah Ta’ala.
هُوَ السَّمِيعُ (Maha Mendengar) Segala suara.
الْبَصِيرُ (lagi Maha Mengetahui) Segala wujud, termasuk diantaranya adalah Maha Mengetahui diri Rasulullah dan amal perbuatan-Nya. Terdapat pendapat mengatakan bahwa perjalanan tersebut dengan jasad dan ruh Rasulullah. Pendapat lain mengatakan perjalanan tersebut hanya dengan ruhnya saja. Isra’ Mi’raj terjadi satu tahun sebelum Rasullah berhijrah ke Madinah. Dan pendapat lain mengatakan terjadi beberapa tahun sebelum hijrah. Referensi: https://tafsirweb.com/4605-surat-al-isra-ayat-1.html
Satu Riak Iman Darimu, Satu Gelombang Lebih Dekat Menuju Kebebasan Gaza!
JADILAH GELOMBANG YANG TAK TERBENDUNG!
Jika satu riak tak berarti, maka ribuan riak akan jadi ombak. Jika satu orang beriman bergerak, maka jutaan hati akan jadi gelombang besar yang menembus tirani.
Karena iman menuntun kita, dan kemanusiaan memanggil kita!
Bergabunglah dan Ajak sebanyak-banyaknya, Bersama menjadi Gelombang Kebaikan yang tak terbendung, Menembus Blokade Gaza. Mari ikut patungan mulai 100K untuk 🚢 menghantarkan Kapal Kemanusiaan ini, membawa harapan, do’a dan cinta untuk Palestina yang dizhalimi dan dilaparkan.
100K dari kita luar biasa bermakna untuk saudara kita di Gaza.
Beberapa Hari Lagi, Kapal Ini Akan Berangkat! Pastikan Anda ikut ambil bagian
DICARI 15.739 ORANG LAGI
Zakat In Gaza mengajak kita semua ikut Patungan Kapal Kemanusiaan yang akan menembus blokade Gaza, membawa bantuan untuk jutaan warga Gaza yang dilaparkan.
Patungan mulai dari Rp100.000/orang Bersama kita bisa jadi bagian dari sejarah perjuangan kemanusiaan ini
Klik link berikut & jadi bagian dari sejarah 👉 https://zakatingaza.com/campaign/menembus-blokade-gaza?ref=5802o
Atau melalui rek:🔹BSI 7309543763 Zakat In Gaza Konfirmasi: 0851-6303-2900 Sebarkan informasi ini seluas-luasnya & ajak semuanya untuk terlibat! Pastikan juga keluarga, sahabat,& komunitas Anda semua ikut ambil bagian, karena setiap orang berhak menjadi bagian dari sejarah kemanusiaan menembus blokade Gaza.
“Dari Lautan, Kita Kirimkan Harapan” “Saatnya Aksi Nyata untuk Gaza” “Bersatu, Menembus Blokade”
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ (Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain) Yakni jika kamu telah selesai melakukan shalat, dakwah, atau perang, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, dan mintalah dari Allah kebutuhanmu. Atau berdirilah untuk ibadah lain. Referensi: https://tafsirweb.com/12839-surat-al-insyirah-ayat-7.html
Kalau orientasinya hanya cukup untuk bertahan hidup, kita tak perlu belajar, tak perlu kerja. Insyaallah akan tetap bisa hidup. Allah dengan sistem ilahi-Nya telah membentangkan janjiNya berjuta tahun lamanya. Tak perlu ragu!
Jangankan hanya 8 milyar jiwa bangsa manusia, bertrilyun jiwa bangsa hewan dan tumbuhanpun telah tercukupkan kebutuhan hidupnya. Bukan setahun dua tahun, tapi telah berjuta tahun lamanya.
Ga bakalan kurang oksigen, air, makanan dan tempat berpijak. Untuk seluruh manusia dan makhluknya, hingga akhir zaman.
Jadi mengapa kita harus belajar terus dan terus bekerja?
Jawabannya, agar kita bisa hidup lebih dari cukup. Ada kemampuan yang lebih sehingga kita dapat ikut serta berperan aktif meningkatkan kualitas hidup manusia. Agar kita bisa turut berkontribusi menjaga alam semesta sehingga tidak rusak dan tidak dirusak oleh orang-orang rakus demi memuaskan nafsu angkaranya.
Belajar terus dan teruslah bekerja! Agar bisa hidup lebih dari cukup!
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah, ” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.
” Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Fushshilat, ayat 30-32).
Sesungguhnya orang-orang beriman yang berkata, ‘tuhan kami adalah Allah, ‘ kemudian mereka bermohon kepada Allah agar meneguhkan pendirian mereka beristikamah dalam hidup, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka yang akan menjadi teman mereka dengan berkata, ‘janganlah kamu merasa takut menghadapi masa datang, dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu melalui rasul-Nya. ’31. Demikianlah para malaikat menenangkan orang-orang beriman dan membuat mereka lebih merasa nyaman. Para malaikat itu berkata, ‘kami, atas perintah Allah, menjadi pelindung-pelindungmu dan akan selalu siap membantu kamu dalam kehidupan dunia dan demikian pula dalam kehidupan akhirat. Maka di dalamnya, yakni di dalam surga ini, kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dalam bentuk berbagai kenikmatan, dan memperoleh apa saja yang pernah kamu minta dulu di dunia. Referensi : https://tafsirweb.com/9012-surat-fussilat-ayat-30.html
SUASANA SHAF JAMAAH WANITA SAAT SHOLAT EIDUL ADHA 1446 H DI MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR
Menjaga Istiqomah Didalam Ketaatan Setelah Idul Adha
“Dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (dilakukan) meskipun sedikit.’ Ia berkata; Dan Aisyah, bila ia mengerjakan suatu amalan, maka ia akan menekuninya.” (HR: Muslim)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:
1- Melakukan suatu amal shaleh atau melaksanakan suatu amal ibadah adalah amalan yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan tetapi amalan yang paling dicintai-Nya adalah amal baik yang dilakukan terus-menerus atau konsisten, meskipun amalan tersebut secara kuantitas terbilang sedikit. 2- Untuk menjaga istiqomah dalam ketaatan setelah idul Adha, berikut ini beberapa amal ibadah yang sangat dianjurkan untuk tetap kita amalkan, diantaranya adalah sebagai berikut :
Melanjutkan Kebiasaan melakukan puasa sunnah meskipun tidak ada puasa khusus setelah hari tasyriq dalam bulan dzulhijjah, tetapi kita tetap bisa menghidupkan puasa-puasa sunnah, puasa senin-kamis, puasa ayyamul bidh (setiap tanggal 13–15 setiap bulan hijriyah). Hanya saja, untuk puasa ayyamul bidh di bulan Dzulhijjah ini, boleh kita lakukan pada tanggal 14–15-16 dzulhijjah, karena tanggal 13-nya termasuk hari Tasyriq, sehingga di hari itu kita tidak boleh berpuasa), puasa daud bagi yang terbiasa rutin melakukannya.
Tetap rajin membaca dan mengkaji Al-Qur’an. Jadikanlah membaca dan mempelajari Al-Qur’an sebagai kebiasaan harian, walaupun hanya beberapa ayat.
Tetap semangat mengerjakan berbagai sholat-sholat sunnah, sholat dhuha, minimal 2 rakaat, qiyamul Lail (sholat tahajud), meskipun 2 rakaat ditambah satu witir), sungguh ini sangat besar nilainya di sisi Alloh ta’ala, semangat mengerjakan sholat-sholat sunnah rowatib (sebelum atau sesudah sholat wajib), dan lain-lain.
Rutin membaca dzikir harian dan istighfar. Yakni dengan rutin membaca doa/dzikir mulai dari bangun tidur sampai akan tidur lagi. Demikian pula rutin membaca dzikir ba’da sholat wajib, dzikir pagi dan sore, dan lain-lain. Kemudian juga memperbanyak membaca istighfar (permohonan ampun kepada Alloh), sebagai bentuk sikap tawadhu’ kepada-Nya dan mengharapkan ampunan-Nya.
Tetap menjaga shilaturrahmi dan amal-amal sosial.
Malanjutkan semangat berbagi dan bersedekah, sebagaimana yang dilakukan di hari Idul Adha, senang menolong sesama, terutama mereka yang membutuhkan.
Bersedekah secara rutin, meskipun sedikit.
Menjaga hubungan baik dengan keluarga, dengan tetangga, dan juga dengan kaum muslimin pada umumnya.
Tetap semangat menuntut ilmu agama dan banyak ber-muhasabah (introspeksi/evaluasi diri), menghadiri majelis-majelis ilmu yang ada.
Jaga niat baik Kita, dan jaga pula lingkungan kita (terutama siapa orang-orang yang ada di lingkungan dekat kita).
Meminta terus pertolongan kepada Alloh, agar diberi kekuatan untuk selalu bisa Istiqomah dalam beribadah dan beramal sholih. Diantaranya adalah dengan berdoa seperti ini :
يا مقلب القلوب، ثبت قلبي على دينك.
“Wahai Alloh, Dzat Yang Membolak-balikkan hati, kokohkan/teguhkan hatiku ini di atas agama-Mu !”
SHOLAT IED ADHA 1446 H DI JAMAAH PRIA BERADA DI LANTAI 1 DAN 2 MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah, ” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Fushshilat, ayat 30-32).
Pulang yang paling menggembirakan dan membahagiakan tatkala diwafatkan dalam keadaan Istiqomah (Sumber: Ust.Ustadz Muslih Rosyid)
Artinya: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Bulan Romadhon adalah Bulan Tadarus, yaitu,
Syahrud Dirosah شهر الدراسة, bulan kajian,
Syahrut Ta´lim wat Ta´allum شهر التعليم والتعلم, bulan mengajar dan belajar
Syahrul Muroja`ah شهر المراجعة, bulan mengulang hafalan al-Quran. Setiap malam di bulan Romadhon Rosululloh ﷺ bersama Jibril as mengkaji dan mengulang hafalan al-Quran sebulan penuh. Ibnu Abbas ra berkata : وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ Jibril menemuinya, yaitu Rosukulloh ﷺ setiap malam di bulan Ramadhan untuk bertadarus Al-Qur’an bersamanya. (HR. Bukhari no. 6 dan Muslim no. 2308). Ta´lim dan ta´allum yang populer disebut kajian baik dalam bentuk tausiah, ceramah, kultum, seminar, diskusi, tablig akbar, atau yang lainnya biasanya dilakukan pada momen tertentu seperti hari libur, waktu istirahat, ketika safar, bulan Romadhon, dan tahun baru Islam serta hari-hari besar lainnya. Dan Rosululloh ﷺ mengajar para sehabat belajar Islam dalam berbagai waktu dan kesempatan. Terkadang Beliau ﷺ mengatur jadwal waktu mengajar dan belajarnya agar para sehabat tidak bosan dan jenuh menerimanya. Adapun waktu kajian yang pernah dilakukan Rosululloh ﷺ adalah :
Setelah Sholat Ashar. Kalau bulan Romadhon sambil menunggu buka puasa atau ifthor jamai. Hadis dari Aisyah ra كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُحَدِّثُنَا بَعْدَ العَصْرِ Nabi ﷺ biasa berbicara kepada kami setelah shalat Ashar.(HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod No. 792) Hadis ini menunjukkan bahwa Rosulullah ﷺ juga menyampaikan ilmu setelah sholat Ashar, biasanya di masjid atau di rumahnya kepada istri dan keluarga.
Pada Hari Jumat dalam Khutbah serta ta`lim Ibnu Umar ra berkata : أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَخْطُبُ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَيُعَلِّمُ النَّاسَ” Sesungguhnya Nabi ﷺ berkhutbah pada hari Jumat dan mengajarkan (ilmu) kepada manusia.” (HR. Muslim No. 2007)
Khutbah Jumat adalah salah satu momen utama bagi Rasulullah ﷺ untuk menyampaikan ajaran Islam kepada umatnya.
MENDIDIK SHOLAT BERJAMAAH DI BULAN ROMADHON 1447 H DI FIKRUL AKBAR ISLAMIC SCHOOL
Saat Malam Hari Kalau bulan Romadhon, ada yang melaksanakannya 1.setelah sholat isya sebelum tarawih
Setelah tarawih sebelum witir, atau
Setelah witir Hadis dari Abu Hurairah ra “كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَحَدَّثُ مَعَ أَصْحَابِهِ فِي بَعْضِ اللَّيَالِي “Rasulullah ﷺ sering berbicara dengan para sahabatnya di beberapa malam.” (HR. Bukhari & Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ kadang mengajarkan ilmu atau berdiskusi dengan sahabat pada malam hari, terutama setelah shalat Isya.
Saat dalam Perjalanan (Safar) Yang lebih populer dengan sebutan Jilan (ngaji sambil jalan-jalan), rihlah ilmiah, atau tadabur alam, study tour. Jabir bin Abdillah ra berkata: رَافَقْتُ النَّبِيَّ ﷺ فِي سَفَرٍ فَكَانَ يُعَلِّمُنَا فِي الطَّرِيقِ Aku pernah bepergian bersama Nabi ﷺ, dan beliau mengajarkan kami di perjalanan.” (HR. Ahmad No. 14724) Ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak membatasi majelis ilmu di masjid saja, tetapi juga mengajarkan Islam dalam berbagai kesempatan, termasuk saat perjalanan.
Setelah shalat Subuh sebagai salah satu bentuk dzikir kepada Alloh sampai waktu syuruq atau waktu duha. Ada juga yang melaksanakannya pada waktu duha, sebagai kajian atau kuliah duha. Jabir bin Samuroh ra berkata : كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا صَلَّى الفَجْرَ جَلَسَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَسَنَةً Adalah Nabi ﷺ apabila selesai shalat Subuh, beliau duduk di tempatnya hingga matahari terbit dengan sempurna (bersinar dengan baik).” (HR. Muslim dalam Shahih Muslim, No. 670) Nabi ﷺ bersabda : adalah: مَنْ صَلَّى الفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ تَعَالَى حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، تَامَّةٍ، تَامَّةٍ، تَامَّةٍ Barang siapa yang melaksanakan sholat Subuh berjamaah, lalu ia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia sholat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.sempurna, sempurna. (HR. Tirmidzi No. 586, dinilai hasan oleh Al-Albani) Hadis ini menunjukkan kebiasaan Rasulullah ﷺ dalam berzikir atau berdiam diri setelah shalat Subuh hingga matahari terbit dengan terang. Ini juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, karena terdapat keutamaan berzikir di waktu pagi.
Memilih dan menentukan waktu yang tepat. Tidak terus menerus agar tidak jenuh dan bosan. Abdullah bin Mas`ud ra berkata : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُنَا بِالْمَوْعِظَةِ فِي الأَيَّامِ كَرَاهِيَةَ السَّآمَةِ عَلَيْنَا Dahulu Nabi ﷺ memberikan ceramah kepada kami secara berkala pada hari-hari tertentu, karena beliau tidak ingin membuat kami bosan.” (HR. Bukhari No. 68 dan Muslim No. 2821)
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak selalu memberikan ceramah atau nasihat secara terus-menerus, tetapi memilih waktu-waktu yang tepat agar para sahabat tidak merasa jenuh. Hal ini mengajarkan metode dakwah yang efektif, yaitu memberikan nasihat secara bijak dan mempertimbangkan kondisi audiens.
Seharian Nabi ﷺ pernah mengajar ilmu sehari penuh dari pagi sampai maghrib. Abu Waqid al-Laitsy rs berkata : خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِلَى النَّاسِ فِي مَجْلِسِهِمْ فَوَعَظَهُمْ، فَذَكَرَ أُمُورًا مِنْ أُمُورِ الْإِسْلَامِ، ثُمَّ صَلَّى الظُّهْرَ، ثُمَّ جَلَسَ يُعَلِّمُهُمْ حَتَّى صَلَّى الْعَصْرَ، ثُمَّ جَلَسَ يُعَلِّمُهُمْ حَتَّى صَلَّى الْمَغْرِبَ، فَقَامَ إِلَى بَيْتِهِ. Rosulullah ﷺ keluar menemui para sahabatnya di majelis mereka, lalu beliau memberi nasihat dan menyebutkan berbagai hal tentang Islam. Kemudian beliau salat Zuhur, lalu duduk kembali untuk mengajarkan mereka ilmu hingga beliau salat Asar. Setelah itu, beliau duduk kembali mengajarkan mereka ilmu sampai beliau salat Magrib, lalu beliau pulang ke rumahnya.” (HR. Muslim dalam Shahih Muslim No. 876). Faidah Hadis.
Jika mengharuskan, maka kajian dapat dilakukan dalam waktu lama, Seperti seminar sehari.
Belajar dari kesabaran para sehabat dalam menuntut ilmu yang rela duduk berjam-jam untuk mendengar dan memahami ajaran Islam.
Konsistensi dalam berdakwah – Nabi ﷺ terus mengajarkan umatnya di setiap ada kesempatan atau momen penting, seperti waktu sholat isya dan subuh di bulan Romadhon.
Sholat tarawih sangat dianjurkan di masjid secara berjamaah. Momen ini dapat digunangan untuk menyampaikan taushiyah, mauizhoh, tadzkiroh, ta´lim, atau ceramah singkat yang lebih dikenal dengan sebutan kultum.
Hadis ini menjadi bukti betapa pentingnya ilmu dalam Islam dan bagaimana Nabi ﷺ memberikan contoh dalam mengajarkan agama kepada umatnya.
Setelah adzan Jabir bin Abdillah ra berkata : …وكان إذا أراد أن يعظ الناس أمر بلالاً فأذن، ثم خطب فذكر الناس. …Dan apabila Beliau ﷺ ingin menasihati orang-orang, ia menyuruh Bilal untuk mengumandangkan adzan, lalu beliau berkhutbah mengingatkan mereka.(HR. Muslim no. 867) Nabi ﷺ menuruh Bilal adzan sebelum Beliau menyampaikan nasehat adalah agar orang-orang berkumpul dan siap mendengarkan. Hal ini menegaskan pentingnya perhatian dalam menerima ilmu dan nasihat agama.
Kesimpulan Rasulullah ﷺ mengajarkan ilmu kepada para sahabat di berbagai waktu.
Mohon dikoreksi jika ada yang keliru. Dan mohon dilengkapi jika ada yang salah.(Sumber : Oleh : Ade Enjang)
MEMPERKENALKAN SOUVENER HASIL PELATIHAN RAJUT KARPET P2EKODES KEPADA MENTERI DESA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI INDONESIA BPK.EKO PUTRO SANDJOYO
Sejarah Singkat P2EKODES sebagai lembaga di bawah divisi pelatihan Yayasan Fikrul Akbar dirintis sejak tahun 2018 bertepatan dengan kunjungan dinas TIM Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia yang dipimpin oleh Prof.Dr. Haryono Suyono, M.A., Ph.D.ke Yayasan Fikrul Akbar dalam rangka pelatihan masyarakat desa dan peresmian desa ramah difabel di Kampung Asem Desa Babelan Kabupaten Bekasi. Dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pelatihan ekonomi yang berkualitas. Kami percaya bahwa ekonomi desa memiliki potensi besar untuk peningkatkan kualitas hidup masyarakat.
AYO BERKONTRIBUSI!
TIM MENTERI DESA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI INDONESIA DIPIMPIN OLEH PROF.HARYONO SUYONO M.A PhD KE YAYASAN FIKRUL AKBAR DESA BABELAN KAB. BEKASI
VISI:
MENJADI PUSAT PELATIHAN EKONOMI UMMAT BERBASIS DESA YANG BERKELANJUTAN , MEMPERDAYAKAN MASYARAKAT DESA MELALUI PELATIHAN KETRAMPILAN, INOVASI,DAN PENINGKATAN KAPASITAS UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA SECARA MANDIRI.
MISI :
Memberikan pelatihan ketrampilan praktis kepada masyarakat desa untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi lokal.
Mendorong koloborasin antara sektor pemerintah, masyarakat ,dan dunia usaha untuk menciptakan peluan g usaha dan pasar yang lebih luasbagi produk dan jasa lokal pedesaan.
Menstimulasi kemampuan kewirausahaan dengan memberikan pelatihan dan pemahaman tentang manajemen usaha, digital marketing, serta inovasi produk yang sesuai dengan potensi desa.
Membangun Akses terhadap informasi ekonomi dan teknologi yang di butuhkan oleh masyarakat desa untuk mengembangkan sektor-sektor ekonomi unggulan seperti pariwisata, pertanian, kerajinan tangan serta produk lokal.
Mendorong terciptanya lapangan kerja baru di desa melalui peningkatan kualitas smber daya manusia dan potensi kewirausahaan masyarakat desa.
Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ekonomi berkelanjutan dengan mengutamakan pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan beranggung jawab..
MENDORONG TERCIPTANYA LAPANGAN KERJA BARU DENGAN PELATIHAN MERJAJUT KARPET DI DESA CABANGBUNGIN KABUPATEN BEKASI BEKERJASAMA DENGAN PT. HERNADHI JAYA ABADI