Lompat ke konten

ISTIQOMAH DALAM KETAATAN PASCA IDUL ADHA 1446 H

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنزلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ ,نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ, نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah, ” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.

” Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Fushshilat, ayat 30-32).


Sesungguhnya orang-orang beriman yang berkata, ‘tuhan kami adalah Allah, ‘ kemudian mereka bermohon kepada Allah agar meneguhkan pendirian mereka beristikamah dalam hidup, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka yang akan menjadi teman mereka dengan berkata, ‘janganlah kamu merasa takut menghadapi masa datang, dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu melalui rasul-Nya. ’31. Demikianlah para malaikat menenangkan orang-orang beriman dan membuat mereka lebih merasa nyaman. Para malaikat itu berkata, ‘kami, atas perintah Allah, menjadi pelindung-pelindungmu dan akan selalu siap membantu kamu dalam kehidupan dunia dan demikian pula dalam kehidupan akhirat. Maka di dalamnya, yakni di dalam surga ini, kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dalam bentuk berbagai kenikmatan, dan memperoleh apa saja yang pernah kamu minta dulu di dunia.
Referensi : https://tafsirweb.com/9012-surat-fussilat-ayat-30.html

SUASANA SHAF JAMAAH WANITA SAAT SHOLAT EIDUL ADHA 1446 H DI MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

Menjaga Istiqomah Didalam Ketaatan Setelah Idul Adha

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ قَالَ وَكَانَتْ عَائِشَةُ إِذَا عَمِلَتْ الْعَمَلَ لَزِمَتْهُ

“Dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (dilakukan) meskipun sedikit.’ Ia berkata; Dan Aisyah, bila ia mengerjakan suatu amalan, maka ia akan menekuninya.” (HR: Muslim)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Melakukan suatu amal shaleh atau melaksanakan suatu amal ibadah adalah amalan yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan tetapi amalan yang paling dicintai-Nya adalah amal baik yang dilakukan terus-menerus atau konsisten, meskipun amalan tersebut secara kuantitas terbilang sedikit.
2- Untuk menjaga istiqomah dalam ketaatan setelah idul Adha, berikut ini beberapa amal ibadah yang sangat dianjurkan untuk tetap kita amalkan, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Melanjutkan Kebiasaan melakukan puasa sunnah
    meskipun tidak ada puasa khusus setelah hari tasyriq dalam bulan dzulhijjah, tetapi kita tetap bisa menghidupkan puasa-puasa sunnah, puasa senin-kamis,
    puasa ayyamul bidh (setiap tanggal 13–15 setiap bulan hijriyah).
    Hanya saja, untuk puasa ayyamul bidh di bulan Dzulhijjah ini, boleh kita lakukan pada tanggal 14–15-16 dzulhijjah, karena tanggal 13-nya termasuk hari Tasyriq, sehingga di hari itu kita tidak boleh berpuasa),
    puasa daud bagi yang terbiasa rutin melakukannya.
  • Tetap rajin membaca dan mengkaji Al-Qur’an.
    Jadikanlah membaca dan mempelajari Al-Qur’an sebagai kebiasaan harian, walaupun hanya beberapa ayat.
  • Tetap semangat mengerjakan berbagai sholat-sholat sunnah,
    sholat dhuha, minimal 2 rakaat,
    qiyamul Lail (sholat tahajud), meskipun 2 rakaat ditambah satu witir), sungguh ini sangat besar nilainya di sisi Alloh ta’ala, semangat mengerjakan sholat-sholat sunnah rowatib (sebelum atau sesudah sholat wajib), dan lain-lain.
  • Rutin membaca dzikir harian dan istighfar.
    Yakni dengan rutin membaca doa/dzikir mulai dari bangun tidur sampai akan tidur lagi.
    Demikian pula rutin membaca dzikir ba’da sholat wajib, dzikir pagi dan sore, dan lain-lain.
    Kemudian juga memperbanyak membaca istighfar (permohonan ampun kepada Alloh), sebagai bentuk sikap tawadhu’ kepada-Nya dan mengharapkan ampunan-Nya.
  • Tetap menjaga shilaturrahmi dan amal-amal sosial.
  • Malanjutkan semangat berbagi dan bersedekah, sebagaimana yang dilakukan di hari Idul Adha,
    senang menolong sesama, terutama mereka yang membutuhkan.
  • Bersedekah secara rutin, meskipun sedikit.
  • Menjaga hubungan baik dengan keluarga, dengan tetangga, dan juga dengan kaum muslimin pada umumnya.
  • Tetap semangat menuntut ilmu agama dan banyak ber-muhasabah (introspeksi/evaluasi diri), menghadiri majelis-majelis ilmu yang ada.
  • Jaga niat baik Kita, dan jaga pula lingkungan kita (terutama siapa orang-orang yang ada di lingkungan dekat kita).
  • Meminta terus pertolongan kepada Alloh, agar diberi kekuatan untuk selalu bisa Istiqomah dalam beribadah dan beramal sholih.
    Diantaranya adalah dengan berdoa seperti ini :

يا مقلب القلوب، ثبت قلبي على دينك.

“Wahai Alloh, Dzat Yang Membolak-balikkan hati, kokohkan/teguhkan hatiku ini di atas agama-Mu !”

SHOLAT IED ADHA 1446 H DI JAMAAH PRIA BERADA DI LANTAI 1 DAN 2 MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR

Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur’an:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنزلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ ,نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَ

مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ, نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah, ” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Fushshilat, ayat 30-32).

  • Pulang yang paling menggembirakan dan membahagiakan tatkala diwafatkan dalam keadaan Istiqomah (Sumber: Ust.Ustadz Muslih Rosyid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *