Kategori: baitullah
-

KHABAR TERKINI KAPAL KEMANUSIAAN MENEBUS GAZA
UPTADE Kapal Kemanusiaan Menembus Blokade Gaza
Sahabat Gaza, Para Pejuang Kemerdekaan Palestina
Kami Zakat In Gaza ingin menyampaikan kabar penting, bahwa delegasi Indonesia memutuskan untuk memberikan jatah kursi kepada peserta Internasional lain, sebagai langkah strategis demi suksesnya misi bersama.
Peran Nyata Indonesia:
- Menyumbang 5 kapal untuk armada flotilla (Kapal Indonesia Tetap Berlayar)
- Akomodasi bagi relawan internasional
- Kampanye dan dukungan global demi suksesnya misi

Kendala di lapangan:
- Kendala teknis kapal dari delegasi negara lain yang belum layak
- Cuaca ekstrim yang menyebabkan kerusakan kapal
- Membludaknya jumlah relawan dari berbagai negara, sementara jumlah kapal yang layak tidak memadai

Sikap Zakat In Gaza:
- Kapal hasil patungan kita akan tetap ikut berlayar; dengan jiwa besar dan demi kesuksesan misi perjuangan, Indonesia merelakan 30 kursi delegasinya untuk relawan internasional lain
- Seluruh amanah donasi tetap disalurkan untuk Palestina
- Dialihkan melalui jalur distribusi kemanusiaan yang lebih memungkinkan
- Laporan penggunaan dana akan disampaikan secara transparan & berkala
Apresiasi dan Dukungan
- Untuk relawan Indonesia: in sya Allah niat kita sudah dicatat Allah dan semangat serta pengorbanan kita tetap berarti
- Untuk relawan yang tetap berlayar: doa dan dukungan penuh kami sertakan
- Zakat In Gaza berterima kasih kepada: Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Tunisia, PPI Tunisia atas bantuan, pendampingan dan dukungan selama misi.
Terima kasih atas doa, dukungan, dan kepercayaan Sahabat Gaza.
Perjuangan belum selesai. Jangan lelah Berdoa dan Berjuang Sampai Al-Aqsha ada di tangan kita
BIRRUH BIDDAM NAFDIKA YA AQSHA. ALLAHU AKBAR -

MENGIKUTI SUNNAH SEBAGAI BUKTI MENCINTAI NABI
وعن أنس بن مالك ـ رضي الله عنه ـ قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: فمن رغِبَ ( أعرض ) عن سنّتي فليس منّي ) رواه البخاري .
Dan dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam: “Barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan termasuk golonganku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
1- Dalam bentuk apakah rasa cinta yang kita tujukan kepada Rasul, karena belum sempurna iman seseorang bila tidak beliau yang lebih kita cintai?
2- Bagaimanakah pengertian mengikuti sunnah yang sebenarnya? Sementara sholat jama’ah malas, apalagi yang lain, masihkah dikatakan mengikuti sunnah atau diakui sebagai ummat yang mencintai Nabi?
3- Diantara cara mewujudkan kecintaan yang lebih kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:
a. Mendahulukan ucapan beliau di atas ucapan siapapun, entah itu ucapan Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’I dan imam-imam yang lain, sampai ucapan kita sendiri, kalau itu memang menyelisihi ucapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
b. Menuntut ilmu dan sunnah beliau dan menerapkan sunnah-sunnah dan ajaran-ajaran beliau itu dalam diri sendiri.
c. Berusaha menolong sunnah beliau dengan harta dan jiwa kita, dengan cara menghidupkan dan mendakwahkannya kepada orang lain.
d. Tidak mengubah agamanya, dengan membuat atau melakukan ibadah-ibadah yang baru (perbuatan bid’ah) atau menguranginya, karena ini berarti dia menganggap bahwa apa yang disampaikan oleh Rasulullah masih kurang sehingga perlu ditambah.
e. Banyak membaca shalawat kepada beliau Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam.
4- Sunnah dalam bahasa arab artinya jalan . Sunnah Nabi adalah jalan Nabi .Jadi pada hakekatnya sunnah Nabi adalah agama islam itu sendiri , bukan yang lain. Jadi mengikuti sunnah berarti mengikuti agama islam yang murni yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadist, dengan pemahaman para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
5- Pengikut (umat) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang bersyahadat dan melakukan rukun islam yang lain dan beriman dengan rukun iman yang enam, dan tidak mengamalkan perbuatan yang membatalkan keislamannya.
6- Banyak sekali keutamaan yang akan kita dapatkan jika mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sepenuh hati, diantaranya adalah:- Mendapatkan kesempurnaan iman dan merupakan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah Subhanahu Wata’ala.
- Akan bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di Akhirat
- Akan merasakan manisnya iman. Manisnya keimanan adalah merasakan lezatnya segala ketaatan dan siap menunaikan beban agama serta mengutamakan itu daripada seluruh materi dunia.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:
1- Bukti cinta Rasulullah
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
“Katakanlah (wahai Muhammad), “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri (atau suami-suami) dan kaum keluarga kelian, juga harta yang kalian usahakan dan perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah tempat tinggal yang kalian sukai adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya (azab)-Nya. Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang fasik (derhaka).” (QS at-Taubah : 24).
2– Itba’ Rasulullah
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ“Apa yang Rasul perintahkan kjepada kalian, terimalah; apa yang Beliau larang atas kalian, tinggalkanlah”. (QS al-Hasyr : 7).
3- Perentah shalawat kepada Rasulullah
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [QS Al-Ahzaab: 56]
4- Menteledani Rasulullah
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
[Surat Al-Ahzab : 21]. -

STRATEGI AGAR TIDAK TIDUR SAAT JUM’ATAN
- يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ (Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat)
Yang dimaksud adalah seruan azan ketika khatib telah duduk di mimbar pada hari Jum’at, sebab pada masa Rasulullah tidak ada seruan untuk shalat jum’at selain seruan tersebut. Sedangkan azan pertama pada hari Jum’at adalah seruan yang di mulai pada masa khalifah Utsman bin Affan dengan persetujuan para sahabat ketika kota Madinah semakin meluas.
فَاسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ اللهِ(maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah)
Yakni bergegaslah menuju zikir kepada Allah, yaitu khutbah dan shalat Jum’at di masjid. Dan sebelumnya sibukkanlah kalian dengan persiapannya seperti mandi, berwudhu, dan berangkat.وَذَرُوا۟ الْبَيْعَ ۚ( dan tinggalkanlah jual beli)
Yakni tinggalkanlah jual beli dan muamalat lainnya, sebab jika azan telah di kumandangkan untuk shalat jum’at maka jual beli haram dilakukan.ذٰلِكُمْ (Yang demikian itu)
Yakni bergegas menuju zikir kepada Allah dan meninggalkan jual beli.خَيْرٌ لَّكُمْ(lebih baik bagimu jika kamu mengetahui)
Yakni lebih baik daripada berjual beli dan lebih baik dari tidak bergegas, sebab dengan menjalankan perintah terdapat pahala yang besar.
Referensi: https://tafsirweb.com/10909-surat-al-jumuah-ayat-9.html
Fenomena jama’ah yang tertidur saat jum’atan (saat khutbah jum’at) seolah sudah menjadi pemandangan yang biasa kita jumpai di masjid-masjid tempat berlangsungnya ibadah jum’atan. Ketika ada jama’ah yang tertidur maka jama’ah tersebut berpotensi kehilangan amalan mulia saat jumatan, misalnya tidak bisa menyimak materi yang dibawakan khotib sehingga ketika selesai jum’atan ilmu yang disampaikan saat khutbah tidak ada yang menempel. Cuma anehnya rasa kantuk biasanya langsung hilang ketika khutbah jum’at selesai.
Ada beberapa strategi atau langkah yang bisa kita lakukan agar tidak tertidur saat jum’atan, antara lain :
✅ Luruskan Niat
Sejak sebelum berangkat jum’atan tekadkan dalam diri kita untuk menjalani seluruh prosesi ibadah jum’at sebaik mungkin agar bisa memperoleh segala keutamaan ibadah jum’at.✅ Ngopi dulu
Minum kopi sebelum jum’atan insyaaAllah bisa menekan hawa kantuk saat jum’atan✅ Berangkat ke masjid lebih awal
Ketika terburu-buru kemasjid karena sudah berkumandang waktu adzan jumat biasanya akan membuat jama’ah lebih capek karena lebih terforsir tenaganya agar tidak semakin terlambat. Dalam kondisi ini ketika sudah dimasjid lebih berpotensi untuk tertidur karena merasa nyaman sudah berada bersama jama’ah yang lain. Berangkat kemasjid lebih awal membuat ada banyak waktu untuk memperbanyak ibadah sebelum jum’atan dimulai tanpa terburu-buru sehingga saat jumatan insyaaAllah akan lebih fokus.✅ Setelah sampai dimasjid pilih lokasi yang paling depan yang paling dekat dengan mimbar
Ketika posisi kita di shaf terdepan yang berdekatan dengan mimbar maka insyaaAllah akan tumbuh rasa sungkan atau malu kalau sampai tertidur karena berhadapan langsung dengan khotib. Jadi kalaupun ada rasa kantuk maka akan berusaha sekuat mungkin menahan kantuknya✅ Hindari posisi duduk dideket tiang atau tembok/dinding
Terkadang tempat favorit jamaah jumat adalah tempat duduk yang dekat dengan tiang atau dinding masjid karena saat duduk bisa nyaman sambil menyender. Sehingga ketika kita sudah bertekad untuk tidak tertidur saat khutbah jumat maka hindari tempat-tempat tersebut✅ Saat khutbah usahakan melihat langsung kearah khotib (jangan menunduk)
Menyimak materi khutbah sambil melihat ke khotib akan membuat kita lebih fokus dan terhindar dari rasa kantuk, berbeda halnya ketika menyimak materi sambil menunduk biasanya berpotensi membuat rasa kantuk menyerang.✅ Hindari posisi duduk dengan memeluk lutut atau duduk dengan tangan menyangga kebelakang
Posisi duduk seperti ini secara fisiologis bisa merangsang atau menumbuhkan rasa kantuk karena badan posisi anggota badan berasa lebih nyaman. Duduklah dalam posisi tegap serta tidak menyender ke tiang, dinding ataupun ke jamaah lain✅ Bergeser posisi duduk
Apabila memungkinkan (ruangan masjid tidak penuh) maka ketika hawa kantuk menyerang maka kita bisa berpindah tempat duduk. Terkadang kita juga bisa terbawa kantuk ketika jamaah disamping kita tertidur
Mari kita mulai dari diri kita sendiri untuk membudayakan tidak tertidur saat jum’atan. Kita ajak teman-teman kita juga untuk ikut berperang melawan rasa kantuk saat jum’atan
Datang ke masjid sebelum adzan dikumandangkan akan membuat kita lebih leluasa mengerjakan sholat shunah atau amalan lain tanpa mengganggu ibadah jum’at. Datang ke Masjid awal waktu merupakan salah satu ikhtiar kita dalam memakmurkan Masjid. Namun setiap masjid memiliki kondisi yang berbeda-beda sehingga untuk memakmurkan masjid tentunya juga memerlukan cara yang berbeda-beda pula.
Strategi yang diterapkan masjid Jogokariyan jogja, masjid kapal munzalan Pontianak, masjid Al Falah Sragen, masjid sejuta pemuda Sukabumi, masjid pemuda konsulat surabaya ataupun masjid makmur yang lain belum tentu pas ketika dipraktekkan di masjid lingkungan kita karena kondisi masjid dilingkungan kita tentunya berbeda dengan masjid-masjid tersebut. Namun masjid-masjid makmur & viral tersebut bisa kita jadikan rujukan kemudian dimodifikasi sedemikian rupa langkahnya agar sesuai dengan karakter lingkungan masjid kita.(Sumber : oleh “tim bebersih masjid (TBM)
- يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ (Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat)
-

HUSNUL KHOTIMAH
عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ، قاَلُوُا: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟ قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ. رَواه الإمام أحمـد والترمذي وصحح الحاكم في المستدرك.Dari Anas Bin Malik Radhiallahu ‘anhu, berkata Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya (husnul khatimah), maka Allah mempermudah untuknya”. Para sahabat bertanya, ”Bagaimana Allah mempermudah untuknya?” Rasulullah menjawab, “Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.” [HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al Hakim dalam Mustadrak.]
Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
1- Husnul khatimah adalah akhir yang baik. Yaitu seorang hamba, sebelum meninggal, ia diberi taufiq untuk menjauhi semua yang dapat menyebakan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia bertaubat dari dosa dan maksiat, serta semangat melakukan ketaatan dan perbuatan-perbuatan baik, hingga akhirnya ia meninggal dalam kondisi ini.
2- Husnul khatimah memiliki beberapa tanda, di antaranya ada yang diketahui oleh hamba yang sedang sakaratul maut, dan ada pula yang diketahui orang lain.
3- Tanda husnul khatimah, yang hanya diketahui hamba yang mengalaminya, yaitu diterimanya kabar gembira saat sakaratul maut, berupa ridha Allah sebagai anugerahNya.
4- Pertanyaannya, apakah kita ini semakin tua, semakin tua mudah didalam menerima kebenaran dan kebaikan sekaligus mengamalkannya atau sebaliknya?
5- InsyaAllah kalau kita semakin mudah didalam kebenaran dan kebaikan, semoga husnul khatimah.
6- Oleh sebab itulah, seorang hamba Allah yang shalih sangat merisaukannya. Mereka melakukan amal shalih tanpa putus, merendahkan diri kepada Allah agar Allah memberikan kekuatan untuk tetap istiqamah sampai meninggal.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:
1- Tanda husnul khatimah, yang hanya diketahui hamba yang mengalaminya, yaitu diterimanya kabar gembira saat sakaratul maut, berupa ridha Allah sebagai anugerahNya.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. [Fushilat : 30].
2- Berbeda cara hidup dan mati seorang yang akan mati husnul khatimah dan suul khatimah.
أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.
[Surat Al-Jatsiyah 21]3- Sambutan para Malaikat kepada para mereka yang mati husnul khatimah.
الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.
[Surat An-Nahl 32]. -

MASJID RAMAH JAMAAH MENYAMBUT KITA BUKAN DENGAN AZAN SAJA
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللهِ مَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ (Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian)
Yakni mereka merupakan orang-orang yang berkemampuan untuk memakmurkan masjid-masjid, dan bukan dari orang-orang musyrik dan kafir.وَلَمْ يَخْشَ (dan tidak takut)
Kepada siapapun.إِلَّا اللهَ ۖ( selain kepada Allah)
Maka barangsiapa yang beriman dan bertauhid yang menjalankan amal-amal shalih ini sebagaimana yang diperintahkan Allah maka ia berhak untuk menjadi orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid, dan bukan orang yang tidak menjalankan amal-amal tersebut.فَعَسَىٰٓ أُو۟لٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ الْمُهْتَدِينَ (maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk)
Jika pemberian petunjuk kepada orang-orang yang beriman itu baru sekedar sesuatu yang diharapkan, lalu bagaimana dengan orang-orang kafir yang tidak memiliki sifat-sifat yang telah disebutkan.
Referensi: https://tafsirweb.com/3034-surat-at-taubah-ayat-18.html
MASJID RAMAH PELANCONG: HIJRAH RASA, TAQWA RASA KOPI
Sahabat Surga yang dicintai Allah,
Di tengah hiruk-pikuk perjalanan, siapa sangka ada masjid yang menyambut kita bukan hanya dengan adzan, tapi juga dengan kopi dan snack gratis. Ini bukan sekadar suguhan, tapi simbol hijrah rasa – bahwa masjid adalah rumah bagi setiap musafir dan mujahid.
MENIKMATI SUASANA KOPI HANGAT TULUS TANPA MENGHARAP PAMRIH DI CAFE MASJID SEJUTA PEMUDA SUKABUMI
Viral dari Sukabumi, Jawa Barat:
Seorang marbot membagikan kopi dan kudapan gratis pada pelancong yang mampir. Tulus, hangat, tanpa mengharap pamrih. Masya Allah… inilah wajah Islam yang ramah dan bersahabat.Di bulan Muharam ini, mari kita teladani semangatnya lewat RASA:
🔤 R – Ramah
➡️ Masjid bukan benteng yang kaku, tapi rumah yang terbuka. Sambut siapa pun dengan senyum, sapa, dan secangkir perhatian.🔤 A – Akrabkan Masjid
➡️ Jangan hanya akrab saat Ramadan, tapi jadikan masjid tempat istirahat, belajar, healing, dan silaturahim sepanjang tahun.🔤 S – Sediakan Suguhan
➡️ Tak perlu mewah. Air putih dingin, kurma, atau gorengan cukup jadi wasilah mendatangkan cinta Allah. Allah mencintai hambanya yang memuliakan tamu.🔤 A – Aktifkan Spirit Sosial
➡️ Gunakan masjid sebagai basis berbagi: warung gratis, klinik dhuafa, atau sekadar tempat teduh untuk pejuang jalanan.Catatan
Masjid yang penuh rasa adalah masjid yang hidup. Bukan hanya diisi shalat, tapi juga kepedulian.
Jangan biarkan masjid jadi sepi dari jamuan dan jiwa.#Salam RASA : Ramah, Akrab, Suguhan, Aktivitas
#Silaturahim Antar Masjid
#Masjid Ramah, Umat Berkah ( Sumber : Ustadz Chairul Hakim (Ketua Umum Silaturahim Antar Masjid)KUNJUNGAN MASJID WIRA PEMUDA MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR KE MASJID SEJUTA PEMUDA SUKABUMI
-

NIKMAT SEHAT DAN WAKTU SENGGANG
Nikmat Sehat dan Waktu Senggang
عن عبد الله بن عباس رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Dari Abdullah bin ‘Abas Radhiyallahu ‘Anhuma dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda,
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412)
Pelajaran yang terdapat didalam hadist :
1- Ibnu Baththal mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan.
2- Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah.
3- Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.”
4- Ibnul Jauzi mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya. Dan terkadang pula seseorang memiliki kesempatan, waktu luang , namun ia dalam kondisi tidak sehat. Apabila terkumpul pada manusia nikmat sempat dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).”
5- Ibnul Jauzi juga mengatakan nasehat yang sudah semestinya menjadi renungan kita, “Intinya, dunia adalah ladang beramal untuk menuai hasil di akhirat kelak. Dunia adalah tempat kita menjajakan barang dagangan, sedangkan keuntungannya akan diraih di akhirat nanti.
6- Barangsiapa yang memanfaatkan nikmat sempat dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah yang akan berbahagia. Sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah yang betul-betul tertipu.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:
1- Dunia kesenangan yang menipu
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.
[Surat Aal-E-Imran : 185]2- Menggunakan waktu luang dengan sebaik-baiknya
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
[Surat Al-Sharh : 7]3- peringatan akan penyesalan orang-orang yang tidak mau menggunakan waktu luang dan sehat
يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذَلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ
(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan.
4- Pertanggungan jawab terhadap nikmat yang diberikan
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (At-Takatsur:8) Sumber : Ustadz Muslih Rosyid
-

KEBAIKAN PADA DIRI SEORANG MUKMIN
Kebaikan Pada Diri Seorang Mukmin
عَنْ صُهَيْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم
عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ
خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُDiriwayatkan dari Shuhaib radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).
BELAJAR MENANAM BENIH UNTUK KEBAIKAN ALAM DAN MENCINTAI CIPTAAN ILAHI DI LAHAN P2EKOMAS MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR
Pelajaran yang terdapat dalam hadist:
1- Seseorang mukmin adalah manusia yang menakjubkan. Menghadapi hidup ini selalu sukses.
- Mendapatkan cobaan yang menyakitkan, sabar, Allah akan memberikan kebaikan (diberi pahala, diampuni dosa, dihapus azab di akhirat), mendapatkan cobaan lagi, sabar lagi,
Allah memberikan kebaikankan lagi, puncaknya kebaikan yang diberikan bagi orang yang sabar adalah surga.
2-Merupakan sunnatullah yang berlaku pada para hamba-Nya. Oleh karena itulah, kita melihat manusia ini berbeda kondisi kehidupannya. Ada yang hidup dengan sehat, harta yang melimpah, fasilitas dan kedudukan. Ada juga yang ditakdirkan hidup dengan kurang sehat lagi pas-pasan. Bahkan ada juga yang hidup fakir miskin dan tidak punya apa-apa.
3-Syukur tidak akan mungkin bisa terwujud jika tidak diawali dengan keridhaan.
Orang yang mendapatkan penghasilan yang sedikit, pendapatan yang pas-pasan, tidak akan bisa bersyukur jika tidak ada keridhaan. Demikian pula orang yang diberi kelancaran rizki dan harta yang melimpah, akan terus merasa kurang dan tidak akan bersyukur jika tidak diiringi keridhaan.
4- Sabar tidak akan terwujud tanpa adanya keyakinan (akan takdir Allah), semakin yakin, semakin ringan menghadapi berbagai macam cobaan. - Mendapatkan nikmat yang menyenangkan, bersyukur, Allah akan menambah nikmat, bersyukur lagi, tambah nikmat lagi puncaknya nikmat bagi orang yang bersyukur adalah surga.

NIKMAT YANG MENYENANGKAN BERSAMA-SAMA BERMAIN DI TERAS MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR
Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran
1- Merupakan sunatullah yang berlaku pada hambanya lapang dan sempit, nikmat yang menyenangkan dan cobaan yang menyakitkan.
وَقَطَّعْنَاهُمْ فِي الْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِنْهُمُ الصَّالِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَاهُمْ بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
[Surat Al-Araf : 168]2- Balasan orang yang bersyukur
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.[Surat Ibrahim : 7]
3- Balasan orang yang sabar
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
[Surat Az-Zumar : 10].(Sumber: Ustadz Muslih Rosyid)MENEBAR KEBAIKAN MENJADI ORANG BAIK MELAYANI UMMAT BERSAMA FIKRUL AKBAR
- Mendapatkan cobaan yang menyakitkan, sabar, Allah akan memberikan kebaikan (diberi pahala, diampuni dosa, dihapus azab di akhirat), mendapatkan cobaan lagi, sabar lagi,
-

PERPECAHAN UMMAT INI, UJIAN BAGI ORANG BERIMAN
Perpecahan Umat dan Bahayanya
Hadits-hadits Nabi yang menceritakan perpecahan dan kehancuran umat Islam dan bangsa banyak bertebaran. Salah satunya yang membahas masalah ini ada di kitab Sunan Abi Daūd, bab Fi Tadā’a al-Umam ‘Ala al-Islām.
“يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا”. فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ “بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ. “فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ : “حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ” وفي رواية :” أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيْرٌ وَلَكِن تَكُوْنُوْنَ غُثَاء كَغُثَاءِ السَّيْلِ يـنتزِعُ الْـمَهَابَةَ مِنْ قُلُوْبِ عَدُوِكُمْ” وفي رواية : “كَيْفَ أَنْتَ يَا ثَوْبَانَ إِذَ تَدَاعَتْ عَلَيْكُمْ الأُمَمُ كَتَدَاعَيكُمْ عَلىَ قَصْعَةِ الطَّعَامِ يُصِيْبُوْنَ مِنْهُ “. قَالَ ثَوْبَانَ : بِأَبِي وَأُمِّي يَا رَسُوْلَ الله أَمِنْ قِلَّةٍ بِنَا؟ قَالَ : “لَا أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيْرٌ وَلَكِنْ يُلْقَى فِي قُلُوْبِكُمُ الْوَهنُ”.
[Hampir saja seluruh umat manusia siap memangsa kalian seperti orang-orang rakus yang mengerubuti makanan dalam wadahnya.” Salah seorang sahabat ada yang bertanya, “Apakah waktu itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan jumlah kalian saat itu sangatlah banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan. Dan Allah akan sungguh akan mengangkat dari dada musuh-musuh kalian akan rasa rakut dan Allah akan memasukkan kedalah hati kalian penyakit wahn”. Dan sahabat bertanya lagi “Apakah wahn itu, wahai Rasulullah.?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan benci kematian”. ( Abu Daud Sulaiman Bin al-Asy’ats al-Sijistani, Sunan Abi Daūd)
Dalam keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa akan terjadi suatu masa kaum kafir akan menyerbu umat Islam dan pada saat itu kaum kafir memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Sehingga Nabi Muhammad ﷺ mengumpamakan orang Islam seperti makanan yang diserbu pada setiap sisi atau sudut.

SILATURAHMI ANTAR UMMAT SINERGI BAGI KEKUATAN UMMAT ISLAM DALAM MEMBANGUN SEMANGAT UKUWAH DI HALAL BIL HALAL PEDULI GAZA BERSAMA UST MOHAMAD HUSEIN GAZA
Adapaun problem yang disampaikan oleh Nabi ﷺ terjadi dari fase ke fase, di saat kehancuran Abbasiyyah yang diserang oleh bangsa Mongol, runtuhnya Andalusia dan dikuasainya Falestina oleh musuh, dan sangat jelas sekali terlihat saat-saat kemunduran Kesultanan Utsmani, bahkan dapat juga dirasakan pada dewasa ini.Salah satu solusinya Berjamaah sebagaimana hadis berikut ini,
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رضي الله عنه قال ،أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :
إِنَّ الشَّيْطَانَ ذِئْبُ الْإِنْسَانِ كَذِئْبِ الْغَنَمِ يَأْخُذُ الشَّاذَّةَ وَالْقَاصِيَةَ وَالنَّاحِيَةَ وَإِيَّاكُمْ وَالشِّعَابَ وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَالْعَامَّةِ وَالمسجد(رواه أحمد)Dari Mu’adz bin Jabal radhiAllah anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Sesungguhnya setan adalah serigala terhadap manusia seperti serigala menerkam kambing yang terasing, menjauh dan menyisih. Maka janganlah kalian menempuh jalan sendiri dan hendaklah kalian berjama’ah dan berkumpul dengan orang banyak dan Masjid .” (H.R. Ahmad)Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :
1- Pada hadits yang kita bicarakan di atas disebutkan bahwa perpecahan (firqah) adalah adzab (siksaan).
Khalifah Ali bin Abi Thalib ketika menjelaskan pengertian Al-Jama’ah dan firqah berkata:وَالْجَمَاعَةُ وَاللَّهُ مُجَامَعَةُ أَهْلِ الْحَقِّ وَإِنْ قَلُّوْا وَالْفُرْقَةُ مُجَامَعَةُ أَهْلِ الْبَاطِلِ وَإِنْ كَثَرُوْا
“Dan Al-Jama’ah –demi Allah– adalah berkumpulnya ahlul haq walaupun sedikit dan firqah adalah berkumpulnya ahlul bathil walaupun banyak.”
2- Tafarruq (perpecahan) akan mengakibatkan perpisahan dan perpecahan sedang ikhtlaf (perselisihan) akan mengakibatkan perbedaan dan ketidaksamaan. Oleh karena itu tafarruq (perpecahan) dalam bentuk apapun dilarang oleh syariat. Sementara itu ikhtilaf (perselisihan) ada yang dilarang dan ada yang ditolerir, sedang yang dilarang adalah menyimpangan.
3- Maka janganlah kalian menempuh jalan sendiri dan hendaklah kalian berjama’ah dan berkumpul dengan orang banyak dan Masjid.
MEMBANGUN SEMANGAT PERSATUAN DENGAN BERJAMAAH DI MASJID FATIMAH FIKRUL AKBAR DI MULAI SEJAK USIA DINI
Tema hadist yang berkaitan dengan al quran :
1- Allah memrentahkan kepada mereka untuk menetapi jamaah (kesatuan) dan melarang mereka bercerai-berai.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعاً وَلا تَفَرَّقُوا
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai.(Ali Imran: 103)
2- Perpecahan di samping menyebabkan turunnya adzab juga menyebabkan beberapa bahaya antara lain, menyebabkan hilangnya kekuatan.
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (الأنفال [٨]: ٤٦)
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Anfal [8]: 46)
3- Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Allah Swt. mempersaksikan keimanan orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid,إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.(At taubah :18)Sumber :ONE DAY ONE HADITS batulmaafatimah.id Oleh Ustadz,Muslih Rosyid)
Ketahuilah perpecahan umat ini merupakan ujian bagi orang yang beriman, hendaknya mereka memilih jalan yang benar dan meninggalkan kelompok tersesat lainnya. Adapun dalil wajibnya kita bersatu, tidak boleh berpecah-belah dan bergolong-golongan.
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara” [Ali-Imran/3 ; 103]
BERGANDENGTANGAN MELAYANI KESEHATAN UMMAT DI MASJID FATIMAH FIRUL AKBAR
-

JADI HAFIZ QUR’AN TANPA MONDOK, KENAPA TIDAK?
Allah Mengangkat Derajat Shahibul Qur’an
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إِنَّ الله يَرْفَع بِهَذا الكِتَاب أَقْوَاماً وَيَضَع بِهِ آخَرِيْن
“Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya” (HR Muslim)
KEISTIMEWAAN SD FAIS HAFAL QUR’AN TANPA MONDOK MENGHAFAL HINGGA 30 JUZ
Menjadi penghafal qur’an merupakan suatu keistimewaan bagi seorang muslim. Bagaimana tidak? Seorang yang hafal Quran dijamin akan masuk surga. Ibarat kalau kita membeli produk ada garansinya. Orang yang menghafal Al-Qur’an akan mendapatkan kedudukan mulia. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Al-As, Rasulullah SAW bersabda:
“Pada hari kiamat, akan dikatakan kepada penghafal Al-Qur’an: ‘Bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membacanya di dunia, karena kedudukanmu di surga adalah di tempat ayat-ayat terakhir yang kamu baca.’” (HR. Ahmad)
Keistimewaan tersebut tentu tidak mudah untuk didapatkan, berbagai rintangan dan cobaan pasti akan menerpa, cobaan tersebut seperti; rasa malas, merasa putus asa, pusing, terlalu banyak bermain handphone, dan lain sebagainya.

BERAWAL DARI MERINTIS SAUNG TAHFIZ DI BLOK O ALINDA 1 KOTA BEKASI 15 TAHUN YANG LALU DENGAN MOTTO HAFAL QURAN TANPA MONDOK SEKARANG TELAH TERWUJUD DI SD FAIS-SAQU
Ada keistimewaan di Sekolah Dasar Fikrul Akbar Islamic School sebuah sekolah islam dengan Akreditasi A ini dengan beberapa Program unggulan diantaranya: .
✓ Siswa banyak yang Hafal Al Qur’an 30 Juz, 20 , 10 atau 5 Juz.
✓ tiap Halaqoh Al Qur’an terdiri dari 7 – 12 Siswa
✓ Ada Halaqoh Akselerasi tiap 5 Siswa terdiri dari 1 Guru
✓ Sekolah Fullday School rasa Pesantren, di sekolah FAIS siswa ada tidur siang nya.
✓ Progam Bahasa Arab dan Inggris
Siswa Hafal Quran sebagai Agen Perubahan: Menumbuhkan Generasi yang Religius dan Kompeten”
Menyoroti peran siswa hafal Quran dalam mewujudkan perubahan positif di masyarakat, serta pentingnya menciptakan generasi yang religius dan kompeten oleh karenanya sebagai agen perubahan SD FAIS telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan diantaranya:
- Juara 1 tingkat kec. Babelan Lomba pencak silat O2SN (ARAIHAANUN SAYYIDATY ULYA 4C)
- Juara 1 tingkat kec.babelan Lomba PAI/BTQ ( Nayla Muazaro Zulfa VB)
- Juara 2 lomba MHQ 5 Juz Hidayatunnajah (Umairah 7 SMP)
- Juara 1 Lomba pidato bahasa inggris Hidayatunnajah (Zahra Ananda Rahmania 7 SMP)
- Juara 2 Cerdas Cermat tingkat SD Hidayatunnajah
- Kanaya Aluna Tahfiz VIB
- Shofiyyatussalwa VIB
- Basyasya Khaira Lubna VB

NAYLA MUAZARO ZULFA KELAS V B BERHASIL MENDAPAT JUARA 1 MHQ KEC. BABELAN BEKASI
- Juara 2 Tingkat Kab.Bekasi Lomba MHQ Putri tingkat SD (Nayla Muazaro Zulfa VB)
- Juara 1 O2SN tingkat Kab.Bekasi Lomba Pencak Silat Putri (ARAIHAANUN SAYYIDATY ULYA 4C)
- Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Arab Hidayatunnajah (Naylul Inayah Achmad 8 SMP)
- Juara 1 Lomba MHQ 3 Juz tingkat SMP (Umairah 7 SMP)
